Pemberdayaan Umat Penguatan Ekonomi, Di Karanganyar Launching Program Portal Iman Bagi Para Pedagang Pasar Tradisional

Pemberdayaan Umat Penguatan Ekonomi, Di Karanganyar Launching Program Portal Iman Bagi Para Pedagang Pasar Tradisional
Foto: Istimewa
SOLO RAYA
Jumat, 08 Des 2023  20:52

KARANGANYAR - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) meneken kerja sama dengan Bank Infaq Islamic Karanganyar di bawah Yayasan Gerakan Infaq Dunia (YGID) terkait penguatan ekonomi pedagang pasar tradisional di Bumi Intanpari atau Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. 

Rektor Umuka Muh. Samsuri mengatakan penandatanganan kerja sama Umuka dan YGID disaksikan langsung oleh Pembina YGID yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, di Kantor Kemenparekraf di Jakarta pada Kamis (7/12/2023).

Perihal program ini memiliki misi untuk mengakselerasi kolaborasi strategis dalam menjawab tantangan dan kebutuhan di ranah industri dalam mendapatkan solusi berbasis riset.

Baca juga: Terobosan Baru Pengembangan Argo Wisata Margo Lawu di Lahan Kodam Diponegoro, Pihak Pengelola Bakal Menggandeng Pihak Ketiga Khususnya Awak Media

Seperti diketahui, yayasan tersebut mempunyai misi tujuan berkiprah dan pelayanan untuk masyarakat terutama pada perekonomian rakyat dapat terus meningkat dan lapangan pekerjaan tersedia luas untuk masyarakat.

Program Gerakan Bank Infaq ini sendiri memang baru diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh Sandiaga Uno sebagai sang Penggagas sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerakan Infaq Dunia sebagai wadah gerakan sekaligus payung hukumnya.

Bank Infaq bukanlah institusi Bank sebagaimana ada dalam Undang-Undang perbankan, tetapi lebih berbentuk komunitas pengajian atau Majelis Taklim yang kegiatannya adalah pemberdayaan umat disertai dengan penghimpunan Infaq untuk selanjutnya diberikan pinjaman kepada anggota Majelis Taklim tersebut.

Didirikan oleh para tokoh itupun dimana atas keprihatinannya menyimak banyaknya masyarakat dewasa ini di tengah tuntutan ekonomi yang semakin deras seringkali terpojokkan kepada posisi membutuhkan pinjaman yang sangat mendesak. Kondisi ini seringkali membawa masyarakat untuk mengakses pinjaman uang berbiaya ekstra tinggi dengan bunga berkisar antara 250% hingga bahkan 600% per tahun.

Baca juga: Oknum Gapoktan di Karanganyar Diduga Jual Beli Alsintan, Kasus di Tangani Kejari Mulai Tahap Penyidikan

Fakta-fakta yang demikian ini tentunya sangat memprihatinkan apabila terjadi berulang-ulang dan terus menerus menjadi satu-satunya opsi jalan keluar di tengah-tengah kebutuhan yang mendesak. Nah, Bank Infaq berusaha menjadi solusi alternatif pada situasi seperti ini.

Keunggulan program Bank Infaq ini selain memberikan pinjaman tanpa riba yaitu misal pinjam Rp 1 juta maka juga akan dikembalikan sama persis Rp 1 juta, tanpa bunga, tanpa tambahan apapun juga.

Hal:
1
2
3
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
Launching
Portal Iman
perekonomian
Karanganyar
Berita Terkait
Selengkapnya