Advertisement

Hak Angket Dinilai Hanya "Drakor" di Atas Panggung Politik

NASIONAL
Rabu, 06 Mar 2024  21:31
Hak Angket Dinilai Hanya "Drakor" di Atas Panggung Politik
Foto: Suasana ruang sidang DPR jelang rapat paripurna DPR ke-13 masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024 pada Selasa (5/3/2024).

Isu penggunaan hak angket terkait dugaan kecurangan pemilu, khususnya pilpres, dinilai hanya pertunjukan drama politik belaka.

"Ya semacam drakor (drama korea) lah. Pemainnya ya para politikus, panggungnya ya panggung politik," kata Penasihat Spiritual Formasi Indonesia Satu (FIS), Mbah Darmo, saat dimintai pendapat terkait perkembangan terkini tentang isu tersebut.

Mbah Darmo menegaskan, pada dasarnya dia menghormati hak angket yang merupakan hak melekat pada DPR RI, namun dalam konteks tudingan kecurangan pemilu, menurutnya itu lelucon belaka.

Baca juga: Sambutan Tertulis Puan: Pemilu Harus Siap Menang dan Kalah. Tanda Hak Angket Batal?

"Pertama, hak angket itu ditujukan untuk pemerintah, sedangkan pemilu itu dilaksanakan oleh lembaga independen yaitu KPU, diawasi oleh lembaga independen lainnya yaitu Bawaslu, lalu KPU dan Bawaslu diawasi lembaga independen yang lain lagi, namanya DKPP. Kemudian kalau tidak puas dengan hasil pemilu bisa menggugat melalui MK (Mahkamah Konstitusi). Lha kalau hak angket terkait pemilu apa yang mau diangketi ke pemerintah?" kata dia.

Mbah Darmo menambahkan, anggota-anggota dewan dari partai koalisi pengusung capres-cawapres 01 dan 03 sebenarnya faham bahwa hak angket mustahil digunakan untuk mengusut tudingan kecurangan pemilu. Namun mereka sudah telanjur terjebak dalam pusaran isu tersebut.

"Bahasa Jawanya `wis kebacut`, `wis kadung`. Mau mundur `isin` (malu). Sehingga untuk menyelamatkan muka harus main drakor, harus tetap pura-pura galak. Kalau nggak gitu nanti sama pendukungnya bisa dibilang `cemen lu`, `oh cuman segitu to`, dan sebagainya," lanjut Mbah Darmo sambil tertawa.

Dia melanjutkan, isu hak angket itu juga menunjukkan bahwa yang menuding pemilu curang itu tidak punya cukup bukti terutama kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM), sehingga sudah merasa kalah duluan sebelum mengajukan gugatan setelah hasil pemilu ditetapkan oleh KPU nantinya.

Baca juga: Ketum KNPI Ungkap Organ Keren yang Bikin Kandang Banteng Jebol

Seperti diketahui penggunaan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan pemilu pertama kali yang dicetuskan oleh capres 03 Ganjar Pranowo dan diikuti oleh capres 01 Anies Baswedan. Ganjar, meski kader namun tidak tercatat sebagai pengurus DPP PDIP periode 2019-2024. Sedangkan Anies malah bukan kader dan bukan pula kader salah parpol pengusungnya.

Dari parpol koaliasi 01 yang memiliki kursi di parlemen, hanya dari fraksi PKS dan PKB yang masih bersuara mengenai hak angket, itupun belum diketahui apakah intruksi dari fraksi atau parpolnya ataukah inisiatif pribadi. Sedangkan Nasdem bungkam.

1
2
Berikutnya
TAG:
aliansi
hak angket
dpr
pemilu
formasi indonesa satu
fis
Formasi Indonesia Satu
H Ridwan Mukti
Jaro Ade

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

H+5 Libur Lebaran, Polres Musi Rawas Tetap Siaga di Objek Wisata Padat Pengunjung

Sumsel   Senin, 15 Apr 2024  11:01

Kisah Pilu Kecelakaan Bus Rosalia Indah, Ayah-ibunya jadi Korban, Balita 1 Tahun jadi Yatim..

Daerah   Senin, 15 Apr 2024  07:57

Ditlantas Polda Sumsel Tunda Perjalanan 80 Kendaraan Angkutan Barang Sumbu Tiga Keatas

Sumsel   Senin, 15 Apr 2024  07:23

KSAL: Bentrokan Anggota TNI AL dan Brimob di Sorong Berakhir Damai

Hankam   Senin, 15 Apr 2024  06:50

DPAD Kota Tangerang Ramaikan Ramadan dengan Pelayanan Mobil Perpustakaan Keliling "Ngabuburead"..

Banten   Minggu, 14 Apr 2024  22:34

Wisata Kuliner di Kota tangerang yang wajib di coba

BANTEN   Minggu, 14 Apr 2024  21:12

H+4 Lebaran Warga Kota Tangerang datangi tempat perbelanjaan di kota Tangerang

BANTEN   Minggu, 14 Apr 2024  21:01

Terus Didalami Penyebab Bentrok Anggota TNI AL dan Brimob di Pelabuhan Sorong

HANKAM   Minggu, 14 Apr 2024  20:36

Warga Keramasan Sampai Sekarang Masih Menanti Janji Bedah Rumah, cerita sedih penuh harap nenek..

SUMSEL   Minggu, 14 Apr 2024  20:17

Parahnya Pungli Parkir di Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung

JABAR   Minggu, 14 Apr 2024  18:02

Baru Terungkap, Suami Bunuh Istri dan Dikubur di Rumah Sejak 2018

HUKUM   Minggu, 14 Apr 2024  17:19

Aksi Tak Terpuji Penumpang Mobil Berpelat F Ini Dirujak Netizen hingga Dikecam Ridwan Kamil..

JABAR   Minggu, 14 Apr 2024  13:44

Korban Tewas Kecelakaan Bus Rosalia Indah Bertambah Jadi 8 Orang

DAERAH   Minggu, 14 Apr 2024  13:13

Dihujat Usai Lepas Jilbab, Zara Tetap Santai

GAYA HIDUP   Minggu, 14 Apr 2024  12:32

Antisipasi Resiko `Contraflow` Malam Hari, Polri Tambah Lampu Penerangan Pembatas

NASIONAL   Minggu, 14 Apr 2024  11:50

Aksi Heroik Polisi Selamatkan Bayi dalam Kecelakaan di Tol Cipali

NASIONAL   Sabtu, 13 Apr 2024  17:54

Puluhan Balon Udara Hiasi Langit Cerah Pekalongan

DAERAH   Sabtu, 13 Apr 2024  14:52

Pemudik Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

NASIONAL   Sabtu, 13 Apr 2024  12:22

Menhub Desak Polri Razia Travel Ilegal

NASIONAL   Sabtu, 13 Apr 2024  06:35

Bus Tayo dan Si Benteng jadi pilihan liburan Lebaran keliling Kota Tangerang

BANTEN   Jumat, 12 Apr 2024  21:27

Sopir Bus Rosalia Indah yang Sebabkan Kecelakaan Maut, Ditahan

DAERAH   Jumat, 12 Apr 2024  21:13

Diduga dihina Saat Terjadi Lakalantas, Irda Mardalena Lapor Polisi

SUMSEL   Jumat, 12 Apr 2024  17:19

Menhub Cek Pergerakan Penumpang dan Pesawat pada Arus Balik di Bandara Soekarno-Hatta

BANTEN   Jumat, 12 Apr 2024  16:12

Mudik Lebaran 2024: 254 Peristiwa Kecelakaan dan 45 Korban Tewas

NASIONAL   Jumat, 12 Apr 2024  13:30

Pelantikan 186 Pejabat di Musi Rawas Menimbulkan Kontroversi

SUMSEL   Jumat, 12 Apr 2024  11:49
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link