Pemeliharaan Jalan Citepus-Cikurutug Jadi Langkah DPU Sukabumi Jaga Mobilitas Warga
aliansinews.id - Sukabumi, Menjaga jalan tetap berfungsi optimal tidak selalu harus menunggu kerusakan menjadi berat. Prinsip tersebut menjadi bagian dari langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi dalam mempertahankan kondisi infrastruktur jalan melalui pemeliharaan rutin.
Salah satu ruas yang mendapat penanganan adalah Jalan Citepus-Cikurutug, Kecamatan Palabuhanratu. Pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang berlangsung di kawasan tersebut.
Pekerjaan pemeliharaan rutin ini dilaksanakan oleh CV Fadhillah dengan nilai kontrak sebesar Rp186.709.121,35, menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Pelaksana pekerjaan, Herlan Hendriansyah, mengatakan penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi aktual ruas jalan serta kebutuhan pemeliharaan yang ditemukan di lapangan.
Menurut Herlan, yang akrab disapa Aden, pemeliharaan rutin memiliki peran penting dalam menjaga kualitas jalan sekaligus mengantisipasi kerusakan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih besar.
“Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kondisi ruas jalan tetap baik dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Pelaksanaan di lapangan kami upayakan sesuai ketentuan dan kebutuhan pekerjaan,” ujar Aden, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, paket pemeliharaan rutin Jalan Citepus-Cikurutug memiliki durasi pelaksanaan 45 hari kalender. Pekerjaan tersebut tercatat dalam Paket PRJ.41 dengan Nomor SPK 000.3.2/03/SPK/PRJ.41/DPU/2026.
Menjaga Jalan Sebelum Kerusakan Membesar
Pemeliharaan jalan menjadi bagian penting dalam pengelolaan infrastruktur daerah. Kondisi permukaan jalan dapat mengalami perubahan akibat berbagai faktor, mulai dari intensitas lalu lintas kendaraan, curah hujan, hingga pengaruh lingkungan.
Karena itu, penanganan secara berkala menjadi salah satu cara untuk mempertahankan fungsi jalan. Langkah tersebut juga memungkinkan titik-titik yang membutuhkan perhatian dapat ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas.
Aden menegaskan bahwa pekerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan, tetapi juga pada kualitas hasil serta kelancaran aktivitas masyarakat selama proses pemeliharaan berlangsung.


