Tim Investigasi Rajawali: Publik Berhak Tahu - Apa Sebenarnya Yang Dikerjakan CV Berkat Amanah Orang Dengan Rp7,39 Miliar Itu
Bogor - Aliansinews id. Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, kembali menyoroti wacana perluasan Waduk Penepat yang digulirkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Sutarmidji mengingatkan publik bahwa gagasan tersebut sebenarnya bukan hal baru — pada tahun 2020, tepat saat melantik jajaran direksi Perumda Air Minum (PDAM), Edi Rusdi Kamtono sendiri telah menyampaikan rencana yang serupa.
"Usulan saya untuk meningkatkan kapasitas Waduk Penepat hingga 10 kali lipat, sebenarnya merujuk pada apa yang pernah disampaikan Wali Kota Pontianak saat melantik direksi PDAM pada 2020 silam.
Lalu kini muncul pertanyaan yang harus dijawab bersama: Ngapain pula lalu jadi merampot?" tulis Sutarmidji dalam unggahannya yang langsung menjadi perbincangan hangat warga.
RINCIAN PROYEK LANJUTAN TAHUN 2022 TERUNGKAP
Di balik sindiran tajam tersebut, muncul rincian resmi proyek lanjutan yang menjadi sorotan utama. Proyek dengan cakupan lahan seluas kurang lebih 6 hektare tertuang dalam dokumen kontrak kerja dengan identitas lengkap sebagai berikut:
Nomor Kontrak: 01/HK.021/SNVT-PJPA/PKK.02/2022, tanggal 15 Maret 2022
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK): 01/SPMK-BWS8/SNVT-PJPA/PPK.02/2022, tanggal 15 Maret 2022
Nilai Kontrak: Rp7.391.978.000 (tujuh miliar tiga ratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah)
Sumber Anggaran: APBN Tahun Anggaran 2022
Masa Pelaksanaan: 240 hari kalender
Pelaksana: CV Berkat Amanah Orang
Konsultan Pengawas: CV Jati Utama
Beberapa tahun silam, media telah menyoroti dugaan kuat adanya penyimpangan pada proyek peningkatan kapasitas Waduk Penepat di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.
Hingga saat ini, realisasi fisik, kualitas pekerjaan, serta kesesuaian volume dengan anggaran yang telah disalurkan belum terungkap secara terang benderang dan masih menyisakan banyak tanda tanya di kalangan masyarakat.


