466 warga asing dari 28 negara hilang akibat banjir bandang Nepal
Banjir bandang Nepal berdampak lintas negara. Sebanyak 466 warga asing dari 28 negara kini dilaporkan hilang.
Sedikitnya 95 orang tewas dan 579 wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet.
Para wisatawan yang belum diketahui keberadaannya tersebut terdiri dari ratusan warga asing dan warga Nepal.
Banjir bandang menghanyutkan desa-desa serta merusak jalan dan berbagai infrastruktur. Wilayah terdampak merupakan kawasan yang populer di kalangan peziarah dan pendaki.
Dilansir dari BBC, Rabu (26/8/2026), para pejabat Nepal mengatakan mereka masih berupaya mengetahui keberadaan 579 wisatawan, yang terdiri dari 466 warga asing dari 28 negara serta 113 warga negara Nepal.
Menurut data yang telah dihimpun polisi, terdapat 54 warga Amerika Serikat, 33 warga Inggris, dan empat warga Afrika Selatan di antara wisatawan yang belum diketahui keberadaannya.
Badan pariwisata Nepal sebelumnya juga menyebut lebih dari 100 warga India, 47 warga Amerika Serikat, tiga warga Inggris, dan empat warga Afrika Selatan termasuk di antara wisatawan yang hilang.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa pendataan korban masih berlangsung. Selain jumlah wisatawan yang belum ditemukan, jumlah negara asal warga asing juga masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan pencarian.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan hatinya terasa "berat" setelah banjir bandang menewaskan banyak orang dan menyebabkan kerusakan besar.


