Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi Tersier Berhasil, Produktivitas Pertanian Banyuasin Meningkat
Banyuasin, AliansiNews.id.
Program pemeliharaan rutin jaringan irigasi tersier yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII terus menunjukkan hasil positif bagi sektor pertanian di Kabupaten Banyuasin. Kegiatan yang melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) tersebut dinilai berhasil meningkatkan kelancaran distribusi air irigasi, sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan hasil panen petani.
Berdasarkan hasil penelusuran lapangan yang dilakukan AliansiNews.id di sejumlah sentra pertanian di Kabupaten Banyuasin, para petani mengakui bahwa kondisi jaringan irigasi tersier kini jauh lebih baik setelah dilakukan pemeliharaan rutin. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan rumput liar, gulma, semak belukar, serta pengangkatan sedimentasi ringan yang selama ini menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air menuju areal persawahan.
Program pemeliharaan ini merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Musi–Sugihan–Banyuasin–Lemau yang menjadi kewenangan BBWS Sumatera VIII. Tujuan utamanya adalah menjaga fungsi jaringan irigasi agar tetap optimal dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian, khususnya sawah rawa yang sangat bergantung pada sistem pengairan.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pemeliharaan, banyak saluran irigasi yang dipenuhi rumput, gulma, dan endapan lumpur sehingga aliran air menjadi tidak lancar. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air tidak merata dan berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padi.
"Setelah saluran dibersihkan, air menjadi lancar masuk ke sawah. Tanaman padi tumbuh lebih baik dan proses pengolahan lahan juga lebih mudah. Kami berharap hasil panen tahun ini lebih meningkat dibanding musim sebelumnya," ujar salah seorang petani kecamatan muara telang. Minggu (28/6/2026)
Pengakuan serupa juga disampaikan petani lainnya. Mereka menilai keberadaan saluran irigasi yang bersih memberikan dampak nyata terhadap kelancaran aktivitas pertanian. Air dapat menjangkau seluruh petak sawah sehingga kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan dapat terpenuhi secara optimal.
Menurut para petani, kelancaran pasokan air merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan musim tanam. Dengan jaringan irigasi tersier yang terpelihara, risiko kekurangan air dapat diminimalkan, sementara proses pengolahan lahan menjadi lebih efisien.
Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pemeliharaan rutin juga dinilai mampu mengurangi potensi genangan akibat saluran tersumbat serta mencegah kekeringan pada lahan pertanian. Kondisi tersebut memberikan rasa optimistis kepada petani untuk meningkatkan hasil produksi gabah pada musim tanam mendatang.


