Meresahkan, billboard ‘Aku Harus Mati’ di Jakarta dicopot

Meresahkan, billboard ‘Aku Harus Mati’ di Jakarta dicopot
 
DAERAH
Selasa, 07 Apr 2026  11:46

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menurunkan billboard promosi film `Aku Harus Mati` yang meresahkan masyarakat karena dinilai mengganggu secara psikologis.

Diketahui, billboard tersebut menuai polemik lantaran memuat narasi yang dikhawatirkan dapat memicu ide bunuh diri (self-harm) bagi individu yang memiliki masalah mental, serta mengganggu psikologis anak-anak yang membacanya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut pencopotan ini langsung dieksekusi usai dirinya mendapat laporan dari Wakil Koordinator Staf Khusus dan Kepala Dinas Kominfotik.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta, Satpol PP, termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan," kata Pramono usai acara groundbreaking di Pasar Gardu Asem, Senin (6/4).

Ia menilai konten iklan tersebut sangat sensitif dan membawa dampak buruk bagi warga yang melihatnya.

"Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif dan berdampak bagi masyarakat," ujarnya.

Pramono pun memberikan peringatan tegas kepada pihak pembuat iklan maupun promotor film agar insiden serupa tidak terjadi lagi di ibu kota.

"Tetapi yang prinsip adalah ini tidak boleh terulang kembali," pungkas Pramono.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penertiban terhadap Baliho atau Billboard promosi film horor berjudul ‘Aku Harus Mati, Jual Jiwa Demi Harta’ di sejumlah titik di Jakarta.

1
2
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#jakarta
#pramono anung
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita