Kualitas udara Memburuk, MOT minta Pemkab Pasbar Segera Tinjau Sekolah Di Talamau
Aliansi news pasaman barat
Dampak kabut asap yang kian pekat melimputi wilayah Kecamatan Talamau pada Rabu (17/10/2026) kian meresahkan warga. Menyikapi situasi udara yang terus memburuk dan dinilai berisiko tinggi bagi kesehatan anak-anak, Media Online Talamau mendesak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Media Online Talamau, Dedi Syahrial. Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan untuk turun ke lapangan dan meninjau ulang kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah yang hingga saat ini belum juga diliburkan.
Dedi Syahrial menegaskan bahwa paparan kabut asap yang kian tebal berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan kronis (ISPA), terutama pada anak-anak usia sekolah yang beraktivitas sejak pagi hari.
"Kondisi kabut asap di Talamau hari ini sudah sangat memprihatinkan dan mengancam kesehatan. Kita tidak ingin anak-anak menjadi korban. Oleh karena itu, Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan harus segera meninjau langsung ke Talamau dan mengevaluasi status kegiatan sekolah," tegas Dedi Syahrial, Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, jika kondisi kualitas udara terbukti tidak sehat, kebijakan merumahkan siswa atau mengalihkan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) harus segera diambil demi keselamatan bersama.
Media Online Talamau berharap adanya langkah cepat dan responsif dari dinas terkait, melalui Dinas Kesehatan Diharapkan segera melakukan pengukuran kualitas udara di wilayah Talamau serta membagikan masker secara masif kepada masyarakat dan pelajar.
Sementara Dinas Pendidikan diminta mengeluarkan instruksi atau panduan resmi terkait penyesuaian jam belajar atau meliburkan aktivitas tatap muka sementara waktu.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan para orang tua murid di Talamau masih menunggu kebijakan konkret dari Pemkab Pasaman Barat guna memastikan perlindungan maksimal bagi generasi muda dari ancaman bahaya kabut asap.


