16.300 nyawa di Jerman melayang akibat gelombang panas

16.300 nyawa di Jerman melayang akibat gelombang panas
Musim panas ekstrem di Jerman menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. (Foto: pexels.com)
INTERNASIONAL
Jumat, 04 Sep 2026  12:00

Lebih dari 16.000 orang meninggal akibat gelombang panas di Jerman sepanjang 2026, rekor tertinggi setidaknya sejak 2016.

Sebagian besar kasus kematian, atau sekitar 8.200, terjadi pada kalangan berusia 85 tahun ke atas.

Institut Robert Koch (RKI) mengungkap hingga 3 September, perkiraan jumlah kematian terkait panas di Jerman mencapai 16.300 orang. 

Eropa mengalami salah satu periode terpanas dalam beberapa tahun terakhir. Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani merupakan negara-negara paling terdampak. 

Otoritas Prancis menyatakan kerugian ekonomi akibat gelombang panas tahun ini mencapai hingga 15 miliar euro atau sekitar Rp307,6 triliun.

Sebelumnya platform EuroMomo mencatat 30.000 kasus kematian tambahan di Eropa selama gelombang panas.

Angka tersebut menunjukkan tambahan jumlah orang yang meninggal dunia, di luar kondisi normal.

Selama pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, Eropa mengalami lebih dari 32.000 kematian tambahan. Padahal perode tersebut bukan awal maupun akhir dari musim panas.

EuroMomo tidak merilis data kematian per negara, namun otoritas negara-negara Eropa menerbitkan angka sementara, termasuk periode yang sama dengan penghitungan EuroMomo.

1
2
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#gelombang panas
#jerman
#eropa
Lembaga Aliansi Indonesia
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita