45 warga masih terjebak longsor Pandanarum, Bupati Banjarnegara tetapkan tanggap darurat

45 warga masih terjebak longsor Pandanarum, Bupati Banjarnegara tetapkan tanggap darurat
Foto: Longsor di Pandanarum Banjarnegara (Dok. BPBD Banjarnegara)
JATENG-DIY
Senin, 17 Nov 2025  09:12

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari pascalongsor yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, pada Minggu (16/11/2025).

Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi intensif yang berlangsung hingga larut malam, mengingat situasi di lapangan cukup kritis.

Informasi dari tim penyelamat menunjukkan masih ada 45 warga yang bertahan di lokasi yang sulit dijangkau di kawasan hutan.

Medan perbukitan yang curam, licin akibat hujan, serta minimnya penerangan membuat evakuasi menjadi tantangan besar dan membutuhkan kehati-hatian ekstra untuk mencegah risiko tambahan bagi masyarakat maupun petugas.

Bupati Amalia menegaskan keselamatan warga adalah prioritas utama. Seluruh sumber daya daerah dikerahkan untuk mempercepat dan memastikan proses evakuasi berlangsung aman.

"Saya tekankan pentingnya menyediakan kebutuhan dasar bagi pengungsi, termasuk logistik, makanan, dan layanan kesehatan di posko," ujarnya, Senin (17/11/2025).

Selain itu, ia mengimbau warga untuk menjauhi daerah rawan longsor, terutama lereng yang masih bergerak dan berpotensi runtuh kembali.

Masyarakat dari luar kecamatan juga diminta tidak datang langsung ke lokasi bencana agar tidak mengganggu jalur evakuasi.

“Prioritas kita saat ini adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 45 warga Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih terjebak pascalongsor yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) sore.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menambahkan, selain warga yang belum terselamatkan, sekitar 286 kepala keluarga atau 660 jiwa telah mengungsi ke kantor Kecamatan Pandanarum.

Ia menjelaskan, longsor terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan tebing runtuh, menimpa lahan pertanian, dan mengancam permukiman warga.

Tim evakuasi terus berupaya mengevakuasi warga meski medan di lokasi sangat sulit dilalui.

TAG:
#longsor
#banjarnegara
#amalia desiana
#tanggap darurat
Berita Terkait
12 korban longsor Cilacap belum ditemukan, Tim SAR kerahkan 947 personel dan 21 alat berat
12 korban longsor Cilacap belum ditemukan, Tim SAR kerahkan 947 personel dan 21 alat berat
12 korban longsor Cilacap belum ditemukan, Tim SAR kerahkan 947 personel dan 21 alat berat
12 korban longsor Cilacap belum ditemukan, Tim SAR kerahkan 947 personel dan 21 alat berat
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Indeks Berita