Wabub Jaro Ade dan Anggota DPRD Jabar menyoroti pentingnya perbaikan sistem layanan kesehatan setelah insiden jenazah tertahan di RSUD Leuwiliang akibat tunggakan BPJS.

Wabub Jaro Ade dan Anggota DPRD Jabar menyoroti pentingnya perbaikan sistem layanan kesehatan setelah insiden jenazah tertahan di RSUD Leuwiliang akibat tunggakan BPJS.
 
BOGOR RAYA
Senin, 24 Mar 2025  17:55

Bogor - aliansinews id. Kasus tragis jenazah Rosid, warga Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, yang tertahan selama lebih dari 4 jam di RSUD Leuwiliang akibat tunggakan denda BPJS, mendapat tanggapan serius dari Wakil Bupati Bogor yaitu Jaro Ade, dan Anggota DPRD Provinsi Jabar yakni Dede Chandra Sasmita.  

Jaro Ade menegaskan bahwa Pemerintah harus segera berbenah untuk memperbaiki sistem BPJS yang dinilai memberatkan masyarakat miskin.  

“Banyak dikeluhkan kaitannya dengan BPJS. Pemerintah harus terus berbenah,” ujar Jaro Ade kepada awak media melalui pesan whatsapp pada Kamis (20/03/2025)

“Perbaiki pelayanan dan tidak boleh terulang kembali,”  tambahnya.

Sementara itu, Dede Chandra Sasmita selaku Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar yang membidangi kesehatan, menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan di RSUD Leuwiliang. 

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar itu pun menjelaskan bahwa keberadaan RSUD Leuwiliang bukan hanya soal mengcover jarak tempuh, tetapi juga kualitas layanan yang humanis.  

“Itulah masalahnya. Harusnya, ketersediaan RSUD di Bogor Barat tidak hanya menghandle jarak tempuh, tapi pelayanan juga harus ditingkatkan,” kata Dede Chandra Sasmita.  

Ia juga menyoroti perlunya solusi bijak dari pihak rumah sakit dalam kasus seperti ini. Menurutnya, meskipun ada tunggakan administrasi, pihak RSUD seharusnya tetap mengizinkan jenazah dibawa pulang terlebih dahulu.  

“Hanya memang, info yang saya terima saat pengecekan di sistem, bahwa denda tersebut belum dibayarkan, sehingga SEP (Surat Eligibilitas Peserta) belum dapat dicetak. Tetapi terkait hal ini, seharusnya pihak RS memberikan tawaran atau menyarankan agar jenazah segera dibawa pulang terlebih dahulu, tetapi tetap ada pihak keluarga yang standby di RSUD untuk mengurus administrasi,” jelasnya.  

Sementara itu, meski ada respon dari pemimpin daerah, bagi keluarga Rosid, janji-janji perbaikan sistem terasa hambar dan datang terlalu terlambat.

Airmata tak terbendung ketika istri Rosid bercerita tentang detik-detik menyakitkan di RSUD Lewiliang.  

“Kami hanya ingin membawa pulang suami saya dengan layak. Tapi, kami malah harus berdebat dengan pihak rumah sakit soal uang. Apakah ini yang disebut layanan kesehatan untuk rakyat?” ungkapnya.  

(Yogi).

TAG:
#jaro ade
#ade ruhandi
#leuwiliang
#bogor raya
Berita Terkait
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade Tak Segan Berantas Aksi Premanisme Berkedok Masyarakat yang Meresahkan Para Pengusaha.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade Tak Segan Berantas Aksi Premanisme Berkedok Masyarakat yang Meresahkan Para Pengusaha.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade Tak Segan Berantas Aksi Premanisme Berkedok Masyarakat yang Meresahkan Para Pengusaha.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade Tak Segan Berantas Aksi Premanisme Berkedok Masyarakat yang Meresahkan Para Pengusaha.
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita