Viral di Medsos, Diduga Oknum TNI Melakukan Penganiayaan Pada Bakul Seblak di Masaran Sragen. Pelaku di Ketahui Idap ODGJ

Viral di Medsos, Diduga Oknum TNI Melakukan Penganiayaan Pada Bakul Seblak di Masaran Sragen. Pelaku di Ketahui Idap ODGJ
Foto: Video viral di media sosial secara arogan aksi seorang pria menganiaya pemilik warung seblak inisial N di Kecamatan Masaran.kamis (8/12) lalu. Pelaku penganiayaan bakul seblak di Sragen disebut diduga seorang oknum anggota TNI yang aktif.
SOLO RAYA
Selasa, 13 Des 2022  10:48
 

SRAGEN - Video sempat viral di media sosial, dengan arogan aksi seorang pria menganiaya pemilik warung seblak inisial N di Kecamatan Masaran. Video berdurasi 1 menit 42 detik itu diunggah di akun instagram kamis (8/12) lalu. Pelaku penganiayaan bakul seblak di Sragen disebut diduga seorang oknum anggota TNI yang aktif.

Data yang dihimpun, dalam unggahan tersebut juga terdapat beberapa keterangan, video seorang laki-laki melakukan penganiayaan terhadap pemilik Resto seblak noph noph di Masaran. Dimana terjadi pada hari minggu 4 Des 2022 sekitar pukul 11.15 WIB pelaku itu datang memesan minuman jus alpukat di resto tersebut. Dalam video hasil rekaman CCTV itu, juga nampak jelas soal pelaku terlihat berjalan dari arah tempat membuat jus menuju ke meja kasir. 

Akan tetapi setelah selesai memesan pelaku malah tidak mau membayar dan saat ditagih pelaku juga marah sambil mengumpat kata-kata kasar. Melihat perilaku pelaku yang tidak sopan dan mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya, akhirnya pelaku disuruh pergi, tapi pelaku malah semakin marah dan dengan brutal memukul pemilik resto berkali-kali. 

Tak hanya disitu, pelaku dan pemilik warung tidak mereda beradu mulut hingga akhirnya pelaku memukul pemilik warung beberapa kali, bahkan pemilik warung juga hendak dipukul kembali dengan sebuah benda, namun ia langsung menangkal pukulan dengan tasnya.

Pelaku tersebut meninggalkan warung setelah diancam pemilik warung geram akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Atas kejadian itu, korban akhirnya melapor ke pihak kepolisian, kemudian N pun juga langsung melaporkan ke Denpom CPM atau Polisi Militer. 

Laporannya sudah diterima oleh pihak kepolisian Polisi Militer dan menunggu tindak lanjut, dengan beberapa rekaman sebagai alat bukti.

Saat dikonfirmasi awak media, pemilik warung yang merupakan korban, N membenarkan hal tersebut. Korban kini masih trauma dan belum berani keluar rumah sendiri tanpa didampingi suaminya. 

"Iya, ini saya di rumah belum berani keluar rumah tanpa pendampingan suami mas. Kasus ini juga sudah kami laporkan ke Polsek Masaran dan Denpom CPM serta masih menunggu penanganan selanjutnya," ungkap korban dengan mimik wajah trauma.

Menurut keterangan salah  satu karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pelaku itu sudah beberapa kali order di resto bahkan selalu tidak mau membayar (pergi begitu saja) tapi tidak pernah cerita ke ownernya. 

"Ciri-cirinya rambut di cat warna coklat terang dan kemana-mana sering membawa celana loreng mas. Pelaku ini kerap bikin masalah juga ditempat lain. Bos saya saat ini juga mengalami luka-luka dan saat ini masih trauma dengan kejadian tersebut," ungkapnya.

Diketahui, N pun kini masih trauma dan belum berani keluar rumah sendiri, karena berdasarkan informasi dari warga Masaran, pelaku masih terlihat mondar-mandir. 

"Kondisi belum stabil, saya juga masih takut, soalnya pelaku itu masih berkeliaran, tadi baru saja dapat kabar dari teman-teman di Masaran, bahwa pelaku itu masih seliweran, masih trauma. Jadi kalau keluar rumah itu memang harus didampingi, tidak berani keluar sendiri, harapannya biar segera diselesaikan," tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Masaran, AKP Joko Widodo saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Akan tetapi pihaknya tidak dapat menindaklanjuti kasus tersebut karena terduga pelaku masih berstatus anggota TNI aktif. 

"Ada laporan, tapi mohon maaf Polsek tidak menanganinya karena terduga pelaku stastusnya masih anggota TNI aktif," ungkapnya. 

Lanjutnya, dari informasi bahwa terduga pelaku mengalami ODGJ dan korban sudah  arahkan ke Koramil, lalu oleh pihak Koramil juga mengarahkan ke Denpom CPM.

"Korban posisi syok, benar langsung membua laporan ke Polsek Masaran, saat membuat laporan juga membuka rekaman CCTV. Dari petugas juga dikasih tahu sama fotonya, apakah benar ini? oh iya benar ini, bapak kok tahu? ini ODGJ," imbuhnya. 

Korban akhirnya baru mengetahui jika sudah ada korban lain yang sudah membuat laporan ke Polsek Masaran dengan pelaku yang sama. 

Setelahnya, ia kembali dipanggil ke Polsek Masaran, dan diberitahu jika pelaku adalah S, seorang tentara aktif di Jakarta. 

Oleh Polsek bukti-buktinya ditunjukkan, pelaku diketahui masih anggota tentara aktif dinas di Jakarta, tapi mengalami gangguan jiwa dan mempensiunkan dini nanti pada Februari 2023.

Tak hanya itu, pelaku diketahui juga sangat meresahkan warga, bahkan keluarganya tidak mampu lagi mengurusnya. (Tim)

Editor: Awi

TAG:
#penganiayaan
#bakul seblak
#oknum tni
#masaran
#sragen
Berita Terkait
 Santri di Ponpes Masaran Sragen Tewas Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Menetapkan Seniornya Sebagai Tersangka
 Santri di Ponpes Masaran Sragen Tewas Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Menetapkan Seniornya Sebagai Tersangka
 Santri di Ponpes Masaran Sragen Tewas Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Menetapkan Seniornya Sebagai Tersangka
 Santri di Ponpes Masaran Sragen Tewas Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Menetapkan Seniornya Sebagai Tersangka
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Indeks Berita