Tuai Sorotan Hingga Terbahas di Musrenbang, Ternyata Salah Satu Daerah di Kabupaten Grobogan Masih Adanya Desa Miskin Ekstrem

Tuai Sorotan Hingga Terbahas di Musrenbang, Ternyata Salah Satu Daerah di Kabupaten Grobogan Masih Adanya Desa Miskin Ekstrem
Foto: Salah satu daerah yang angka kemiskinannya masih tinggi di wilayah Kabupaten Grobogan. (Dok)
SOLO RAYA
Sabtu, 25 Mar 2023  23:57

GROBOGAN – Kemiskinan merupakan permasalahan yang masih terus dihadapi oleh bangsa Indonesia, khususnya disetiap wilayah daerah-daerah tertinggal. Walaupun terjadi penurunan angka kemiskinan setiap tahunnya. Hal ini tetap menjadi pekerjaan yang berat bagi pemerintahan untuk terus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Tentunya kesejahteraan tersebut dapat dicapai dengan dukungan masyarakat Indonesia itu sendiri untuk terus bekerja keras mencapai kesejahteraan bersama.

Salah satunya yang menjadi sorotan baik publik maupun pihak pemerintahan adalah dimana masih adanya kondisi sebuah wilayah Desa yang masih diangka miskin ekstrem. Hingga pada akhirnya kini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintahan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sorotan selain kemiskinan, hal lain yang juga menjadi perhatian didaerah tersebut yakni terkait stunting, anak tidak sekolah, hingga pembangunan infrastruktur yang belum memadai. Kemudian juga menjadi topik utama terbahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendapa Grobogan beberapa waktu lalu.

Pada dasarnya oleh pihak negara sendiri terus berupaya mengentaskan angka kemiskinan dengan berbagai fasilitas dan progamnya. Padahal, misi mendayagunakan aset masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sudah dicanangkan dari pusat, serta menyusun dan melaksanakan program-program pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat secara berkesinambungan dengan membangun serta langsung melaunching desa binaan bagi yang sangat perlu adanya uluran tangan serta perhatian khusus dari pemerintahan secara merata.

Tentang masih adanya daerah dengan kemiskinan ekstrem tersebut, tentunya bakal menjadi PR tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan. Semua pun tak lepas dengan adanya program-program untuk pemberdayaan, kemudian dalam perencanaan seyogyanya juga sonding bersama program pemerintah daerah setempat dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan ditengah masyarakat yang garis kemiskinannya masih tinggi.

Disisi lain, dalam kegiatan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang digelar di pendopo tersebut, selain dihadiri oleh Forkompimda, turut hadir pula Perencana Ahli Madya Bappeda Jawa Tengah, Arif Budiyanto yang mewakili Kepala Bappeda Jawa Tengah.

Bupati Grobogan Sri Sumarni juga mengatakan, pada dasarnya permasalahan daerah itu tidak mungkin diselesaikan sendiri. Sebab, banyak keterbatasan pihak Pemerintahan Grobogan, khususnya terkait anggaran. Dalam hal inipun Bupati juga mengakui, dimana pembangunan perlu didukung dunia usaha, lembaga, bahkan perorangan.

’’Solusi permasalahan daerah saat ini antara lain seputar bapak asuh anak stunting, pendampingan miskin ekstrem, penanganan anak tidak sekolah, dan peningkatan sarana prasarana infrastruktur wilayah,’’ terangnya.

Bupati sendiri berharap baik dari perencanaan program sampai pemberdayaan perlu didukung semua pihak, baik dunia usaha, lembaga atau organisasi, bahkan mungkin perorangan. Perusahaan, melalui TSP (Tanggungjawab Sosial Perusahaan, red) atau CSR (corporate social responsibility, red) atau juga perorangan, tolong agar dikoordinasikan dengan Bappeda untuk dapat disalurkan.

Sementara itu, Perencana Ahli Madya Bappeda Jawa Tengah, Arif Budiyanto dalam giat juga menyampaikan beberapa isu strategis yang menjadi fokus Pemprov Jateng. Kemudian yang keempat yakni perekonomian tangguh yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan itu, maka sumber daya manusia yang berdaya saing, berkarakter dan adaptif; ketahanan sumber daya alam dan lingkungan hidup; serta tata kelola pemerintahan yang dinamis.

’’Memang pihak kami diterpa empat isu strategis. Pertama, bagaimana bisa meningkatkan perekonomian tangguh. Kalau dilihat, provinsi memang sudah lima persen lebih (pertumbuhan ekonominya, red). Tapi kalau dilihat 35 kabupaten dan kota ada yang masih belum tinggi." paparnya. (Mun/Awi)

TAG:
#desa miskin
#musrenbang
#bupati
#grobogan
Berita Terkait
Persoalan Abrasi di Sukoharjo Dinilai Lambat, Satu Rumah Warga Hancur Penghuni Mengungsi. Bupati dan DPRD Jengkel Kinerja BBWSBS
Persoalan Abrasi di Sukoharjo Dinilai Lambat, Satu Rumah Warga Hancur Penghuni Mengungsi. Bupati dan DPRD Jengkel Kinerja BBWSBS
Persoalan Abrasi di Sukoharjo Dinilai Lambat, Satu Rumah Warga Hancur Penghuni Mengungsi. Bupati dan DPRD Jengkel Kinerja BBWSBS
Persoalan Abrasi di Sukoharjo Dinilai Lambat, Satu Rumah Warga Hancur Penghuni Mengungsi. Bupati dan DPRD Jengkel Kinerja BBWSBS
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Wabup Erani Buka Pintu Lebar! Sambut Kedatangan Ketum LSM Maung, Bangun Sinergi Kuat
Rangkul Kasi Intel Kejari Landak, Ketum Maung: Kita Bangun Clean and Good Government di Bumi Landak
Kejati Sumsel Selamatkan Uang Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro Ditahan
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Indeks Berita