Terkait Dana Study Banding, Di duga Dana Dari Sumbangan Murid-murid SMK N 1 Kalianda, Karena Sekolah Tidak Ada Anggaran''

Terkait Dana Study Banding, Di duga Dana Dari Sumbangan Murid-murid SMK N 1 Kalianda, Karena Sekolah Tidak Ada Anggaran''
 
LAMPUNG
Selasa, 22 Mar 2022  04:24

Media Aliasi Indonesia _Lampung_Selatan - Berdasarkan sorotan Awak Media dan Tim saat mengunjungi dan untuk berupaya Konfirmasi ke pihak Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kalianda (SMK N 1 Kalianda) Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Namun ditanggapi Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) dan Kepsek SMK N1 Klianda Lamsel, Senin (21/3/2022).

Pada saat di adakannya Kunjungan Industri/Study Banding Ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Bandung saat disoroti awak media Aliasi indonesia, pada tanggal 25 Januari 2022 pukul 11.51 WIB. Di Gedung SMK N 1 Kalianda Lamsel yang jumlah siswa-siswi nya (murid-murid) total pada tahun pelajaran di 2012 hingga 2021 cukup banyak dengan kisaran jumlah 1535 (seribu lima ratus tiga puluh lima) orang siswa-siswi.

Dalam hal kegiatan Kunjungan Industri/Study Banding waktu itu pada tanggal 25 Januari 2022 pukul 11.51 WIB, terkait himbauan dimasa Pandemi Covid-19, Waka Kepsek tersebut mengatakan bahwa sudah berjalan dengan aman saja.

"Yang sudah jalan aman saja kita, ya kita tetap mengikuti aturan pemerintah, kita disuruh sweb ya sweb, dan alhamdulilah diperjalanan tidak ada kendala," ungkapnya.

Lanjut dia, "dan ternyata ditempat-tempat wisata di daerah jawa itu ya banyak yang melaksanakan," pungkasnya.

Kemudian ada apa dengan program Study Banding, dan ternyata. Waka Kepsek SMK Negeri 1 Kalianda memaparkan selain Kunjungan Industri/Study Banding tetapi juga mencari tempat-tempat hiburan dan berekreasi.

Mengarah juga kepada mencari tempat-tempat hiburan dan kemudian berekresinya mengarah kepada sejarah. Ke Candi Borobudur, Ke Taman Sari dan Kunjungan Kerja. Dan study banding waktu itu Ke Hotel Pop karena ada perhotelan dalam Pariwisata dan ada juga ke kampung siber karena disesuaikan dengan program.

"Ya selain kunjungan industri kita juga mengarah kepada mencari tempat-tempat hiburan juga, dan berekreasinya kita mengarah juga ke pendidikan tentang sejarah, yaitu ke candi borobudur, ke taman sari, dan study banding kita waktu itu ada juga kita ke hotel pop," ujarnya.

Sambungnya, "karnakan kita ada perhotelan dan pariwisata, dan ada ke kampung siber, dan disesuaikan dengan program kami gitu ya, karena kita program sekolah, dulu kita adakan setiap tahunnya dan sempat berhenti 2 tahun karna masih dimasa Pandemi.

"Dan kalau di bulan januari itukan memang sudah dianggapnya reda itu, sebelum kita dengar kabar virus baru omicron itu," katanya.

Istimewa, Waka Kepsek juga mengatakan tentang Dana Anggaran kegiatan tersebut adalah bersumber dari Sumbangan/Gotong-royong Masyarakat Anak-anak murid di sekolahan tersebut bagi yang mampu. Kemudian bagi yang tidak mampu, maka di alihkan nya atau di adakannya Ke daerah Tanjung Bintang Lampung Selatan untu meneliti Coca-Cola dan Indomie dari produk indofood.

Kemudian tarif dana gotong-royong murid-murid yang mampu, untuk hal program Kunjungan Idustri/Study Banding tersebut ialah berkisar Rp.1800.000.00 (satu juta delapan ratus ribu) Rupiah per satu siswa-siswi yang berjumlah lebih dari 200 orang murid.

Lalu di karenakan juga, biaya tersebut akan dikembalikan juga kepada anak-anak murid SMK tersebut untuk dalam tranportasi, pondasi, konsumsi, asuransi, dan kelengkapan lainnya.

"Oh itu dana gotong-royong masyarakat dari anak-anak murid itu, dan ya berapa saja adanya kita berangkat dulu itu, dan tidak dipaksa, kemudian ya gotong-royong biaya itukan kembali lagi ke anak-anak murid," paparnya.

Lebih lanjut dia katakan, "dan kita setiap diberangkatkan kita jaga kualitas pelayanan, karna khawatirnya nanti kalau pelayanan nya enggak bagus, ya tahun depan program yang akan datang enggak mungkin anak-anak murid kita mau ikut lagi gitu, dan pasti rata-rata kakak-kakaknya yang sudah berangkat itu akan cerita kepada adik-adiknya gitu.

"Kemudian sumbangan dana gotong-royong itu kita tarif 1 juta 800 ribu rupiah, per satu siswa, dalam 200 siswa lebih di kali yang berangkat, dan yang enggak mau berangkat ya kita tidak memaksakannya," jelasnya.

Disisi lain, menyangkut dana iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah tersebut Waka Kepsek tersebut mengatakan SPP tetap aktif bagi yang mampu dan bagi yang tidak mampu maka dengan melampirkan persyaratan yaitu membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan biasanya itu di bantu melalui Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (Bosda) dan keriteria untuk perebutan yang harus mendapatkannya ada banyak aitem-aitem yang harus di isi untuk mendapatkan bantuan/Bosda.

"untuk SPP aktif bagi yang mampu, dan bagi yang tidak mampu maka dengan melampirkan persyaratan, misalanya melampirkan KK, KTP Orang Tua, tempat tinggal, (SKTM) dan itu biasanya kita bantu melalui bosda, karna itukan suatu kreteria untuk perebutan yang harus mendapatkan itu, maka banyak juga aitem-aitem yang harus di isi, demi untuk mendapatkan bantuan bosda ini," ujarnya.

Lanjut dia, "dan kalau misalnya anak tersebut dalam 1 keluarga, kakak beradik ataupun kembar, itu jatahnya 1 bayar lunas untuk uang komite. Terus yang 1 nya bayar separuh (setengah), dan itulah yang sudah diterapkan dalam sekolahan ini.

"Kalau kita lihat yang didalam sekolahan ini ya, rata-rata mampu, ya karena kita bisa melihatlah anak yang mampu sama yang tidak mampu, tapi kebanyakan kita lihat disini mampu semua gitu, yang kita lihat anak-anak yang parkir kendaraan motornya saja bagus-bagus, dan rata-rata bawa motor semua anak-anak murid kita disini," tutupnya.

Sementara itu, Awak Media mencari keterangan yang lain kepada murid-murid SMK N 1 Kalaianda tersebut mengenai pembiayaan Kunjungan Industri (KI) atau Study Banding Yogya-Bandung pada 25 Januari 2022.

Dan murid-murid pun yang ikut dalam KI tersebut pada kelas 3 yang enggan disebutkan namanya mengatakan benar adanya Ke Yogya-Bandung dan iuran Rp.1800.000.00 (satu juta delapan ratus ribu) Rupiah per satu orang murid.

"Ya iuran ongkos kami dari sini ke yogya-bandung Rp.1800.000.00 per satu orang murid pak, itu dari kelas X itu sebelum berangkat kemaren biaya ongkosnya gitu," ungkapnya.

Lanjut dia, "dan kalau enggak salah ada 300 orang lebih gitu kami berangkat pak, kemudian kalau yang sekarang pak, kami kelas X kelas XI disatuin, dan katanya nanti abis lebaran tahun ini mau kunjungan industri lagi gitu," pungkasnya.

Pada tanggal 21 Maret 2022 pukul 11.05 WIB, Awak Media dan Tim mencoba mengkonfirmasi kembali kepada Kepala Sekolah SMK N 1 Kalianda Bapak Yunirman. Ia mengatakan tidak tahu begitu banyak tentang hal tersebut menyangkut anggaran program tersebut dikarnakan Ia masih baru menjabat sebagai Kepsek di sekolahan tersebut.

"Untuk lebih jelasnya mas tanya aja yang bersangkutan karna saya disini baru beberapa bulan aja disini, dan kalau masalah jalan-jalan yogya-bandung kemaren, lebih baik mas saya panggilkan sama yang berkompeten aja gitu, yaitu ketua panitianya ya, karna saya baru 2 bulan disini," ujarnya.

Lanjut dia, jadi saya mau menjelaskan apa lagi coba, inikan sudah dilaksanakan, anak-anak sudah berangkat,dan pelaksanaannya sudah selesai," tukasnya.

Tidak lama kemudian, hadir juga Wakil Kepala sekolah tersebut dan merangkap sebagai Ketua Panitia Program KI Yogya-Bandung Bapak Abu Bakar mengatakan dirinya dulu Wartawan juga maka Ia tahu persis tentang hal data.

"Saya wartawan saya dulu, makanya saya tahu persis, sini saya foto dulu kartu Wartawan kalian, karna biar fer-fer an gitu, kalau ada kesalahannya dicari kesalahan-kesalahan. Saya setuju itu, dan kalau kalian minta dokumen dari sekolahan ini ya enggak perlu lah dikasih-kasih," ujarnya.

lanjut, "dan kalau masalah kearsipan sekolahan ini, yang tahu saya disini, karna dari tahun ke tahun yang megang saya, dan saya selama disini alhamdulilah saya masih dipercaya oleh kepala sekolah yang sudah-sudah, termasuk yang sekarang, saya ditunjuk menjadi ketua panitia.

"kalau ditanya anggarannya darimana, kita KI itu ya kitaawarkan ke anak-anak murid, dan dulu lagi baru-barunya dulu memang kita mengumpulkan orang tuanya, dan setelah menjadi program sekolah maka tidak lagi, hanya saja ditawarkan dengan anak murid, nah kita kasih surat edaran, mana yang mau berangkat ya berangkat yang enggak ya enggak.

"Dan yang berangkat itu biasanya yang punya uang gitu, tidak ditanggung oleh sekolahan karna itukan kunjungan industri untuk anak-anak murid, bukan untuk sekolahan," tuturnya.

Lebih lanjut dia katakan Waka Kepsek katakan, "kalau yang untuk pemberi tahuan ke dinas provinsi, itu biasanya kita izin, dan kalau enggak di izinkan oleh kepala dinas, ya kita juga enggak akan berangkat itu, walaupun sudah menjadi program sekolah, dan ada suratnya pasti ya. Dan murid-murid pada saat ke yogya-bandung waktu itu, ada sekitar 300 orang murid yang berangkat, kemudian anggaranya kita kenakan Rp.1800.000 dalam 1 orang, dan kita disana selama 6 hari, dan ke bandung 1 hari, kemudian anggaran itu kalau enggak abis ya mau dikasihkan ke siapa, karna banyak yang mau kalau enggak habis anggaran itu," jelasnya.

Terpisah, merasa percaya diri wakil kepala sekolah SMK N 1 Kalianda pun siap di borgol jika ada kesalahan dari pada di tutup-tutupi pada akhirnya akan ketahuan juga.

"Kemudian alhamdulilah sekarang terjawab enggak ada yang saya tutup-tutupi. Kalau saya salah Borgol, sekarang borgol berangkat itu modelnya saya ya. Enggak usah yang lain-lain, salah ya tetap borgol.

"Enggak usah di tutup-tutupi, lalau nanti pada akhirnya ketahuan juga, model saya begitu," tutupnya.

Fauzi/Roni

TAG:
#kalianda
#lampung selatan
#sekolah
Berita Terkait
Awak Media Aliansi Soroti Sarana Prasarana SMPN 1 Kalianda Terlihat Pengecatan Cat Mengelupas tidak Berkualitas Baik
Awak Media Aliansi Soroti Sarana Prasarana SMPN 1 Kalianda Terlihat Pengecatan Cat Mengelupas tidak Berkualitas Baik
Awak Media Aliansi Soroti Sarana Prasarana SMPN 1 Kalianda Terlihat Pengecatan Cat Mengelupas tidak Berkualitas Baik
Awak Media Aliansi Soroti Sarana Prasarana SMPN 1 Kalianda Terlihat Pengecatan Cat Mengelupas tidak Berkualitas Baik
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
2 tersangka kasus narkoba di Polres Ngawi dinikahkan
Boros Rp1 T per bulan, BGN evaluasi insentif SPPG Rp6 Juta per hari
Sadis! Pelajar SMA di Luwu Timur bunuh gadis tetangga gegara cinta tak sampai
Viral TNI hadang massa demo mahasiswa, ini kata Kapuspen
Hendak terbang dengan jet pribadi, penyelundup narkoba buronan Interpol ditangkap di bandara Bali
Indeks Berita