Stres disebut penyebab hewan kurban ngamuk. Kenapa dan bagaimana mencegahnya?

Stres disebut penyebab hewan kurban ngamuk. Kenapa dan bagaimana mencegahnya?
Foto: Sapi kurban lepas dan mengamuk di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (17/6/2024).
PERISTIWA
Selasa, 18 Jun 2024  12:27

Fenomena hewan kurban, terutama sapi, lepas dan mengamuk terjadi setiap tahun menjelang pelaksanaan kurban Iduladha.

Di tengah perayaan Iduladha tahun ini pun di berbagai daerah, muncul berita soal hewan kurban yang mengamuk.

Di Jakarta, Bandar Lampung, Sleman dan berbagai daerah lainnya dilaporkan peristiwa sapi kurban lepas dan memgamuk.

Bahkan di Way Halim Bandar Lampung sapi kurban yang lepas dan mengamuk mengakibatkan seorang panitia terluka serius dan harus dioperasi.

Lantas apa penyebab hewan kurban mengamuk?

Dikutip dari RRI, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Panjono mengatakan, penyebab utamanya adalah stres yang dialami hewan kurban tersebut.

Ia mengatakan, stres pada hewan kurban bisa terjadi karena beberapa faktor. Paling dominan dikarenakan suasana yang tidak biasa dan keramaian.

"Suasana yang tidak biasa karena dari peternakan dibawa ke lokasi penampungan hewan kurban di masjid atau lokasi lain. Stres akibat keramaian karena biasanya banyak yang menonton, bahkan memain-mainkan hewan kurban," kata Panjono, Senin (17/6/2024) malam.

Selain itu, lanjut dia, ada faktor lain yang membuat hewan kurban stres. Yakni karena melihat temannya disembelih.

Makanya, kata Panjono, sebaiknya hewan kurban yang belum disembelih dijauhkan dari lokasi pemotongan.

"Sehingga dia tidak melihat temannya dipotong atau merasakan temannya stres. Sapi atau kerbau bisa merasakan tres temannya lewat aroma berbeda dari darah atau urin," ujarnya.

Menurut Panjono, panitia kurban sebaiknya memperhatikan gejala awal hewan kurban stres. Seperti tidak bisa diam, terus bergerak, didekati galak, atau tanda-tanda tidak umum lainnya.

Ia menyarankan agar panitia kurban melakukan langkah antisipasi agar hewan kurban tak stres. Pertama, siapkan tempat yang nyaman, dan kedua jauhkan dari keramaian sebelum disembelih.

"Ketiga, lokasi pemotongan jauh atau tak terlihat oleh hewan yang belum disembelih. Keempat, siapkan tali cadangan untuk mengikat hewan kurban yang lebih panjang dari tali satu lagi," ucapnya.

Tali panjang itu, katanya, untuk antisipasi jika hewan kurban mengamuk dan berlari, bisa dengan mudah ditangkap beramai-ramai. Artinya, kata Panjono, tali tersebut bisa ditangkap banyak orang.

"Kalau talinya cuma satu dan pendek, sapi atau kerbau yang ngamuk gak mungkin bisa ditangkap satu atau dua orang. Bisa-bisa mereka malah terseret oleh hewan kurban tersebut," ujarnya.

Tips terakhir, siapkan tiang pancang kuat untuk mengikat hewan kurban Sehingga, kalau hewan kurban mengamuk, tiangnya tidak mudah copot dan bisa menahannya tetap di tempat.

TAG:
#sapi kurban
#sapi ngamuk
#iduladha
Berita Terkait
Lagi, sapi kurban lepas dan ngamuk di kedai kopi, pengunjung kocar-kacir, barang-barang berantakan
Lagi, sapi kurban lepas dan ngamuk di kedai kopi, pengunjung kocar-kacir, barang-barang berantakan
Lagi, sapi kurban lepas dan ngamuk di kedai kopi, pengunjung kocar-kacir, barang-barang berantakan
Lagi, sapi kurban lepas dan ngamuk di kedai kopi, pengunjung kocar-kacir, barang-barang berantakan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kejati Sumsel Selamatkan Uang Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro Ditahan
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Imigrasi Klaim Dokumen Lengkap, Keberadaan TKA China di PLTSa Kramasan Tetap Jadi Sorotan
Polda Sumsel Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut di Posko DVI Palembang
Indeks Berita