Sebelumnya Tersorot Publik, Pembangunan Pasar Nglangon Sragen di Nilai Lembek dan Pemerintah di Anggap Tidak Tegas

Sebelumnya Tersorot Publik, Pembangunan Pasar Nglangon Sragen di Nilai Lembek dan Pemerintah di Anggap Tidak Tegas
 
SOLO RAYA
Selasa, 06 Des 2022  15:47

SRAGEN – Terkait perpanjangan kontrak pembangunan pasar nglangon ternyata banyak menimbulkan sorotan. Lantaran pemerintah dinilai tidak tegas pada pekerjaan yang ditaksir bakal terlambat, pada akhirnya justru dianggap seolah memberi perpanjangan dan tambahan anggaran.

Pantauan dilapangan, hingga saat ini kondisi pembangunan pasar nglangon pada Selasa (6/12) masih terus digarap. Namun belum maksimal lantaran dari bagian depan pasar belum terlihat paving yang dipasang. Karena penambahan kontrak tersebut harusnya untuk pemasangan paving.

Sesaat awak media bertemu salah satu warga masyarakat Sragen, Rahmat Samsono kepada wartawan secara menyentil juga mengkritik, bahwa diduga pemerintah bersikap terlalu lunak pada kontraktor. Menurutnya, jika pemerintah ada ketegasan, semisal dikenakan denda pada pelaksana jika molor, tentu tidak seperti ini. Padahal pekerjaan sudah menjelang akhir tahun.

”Pemkab terlalu berpihak pada kontraktor. Coba kalau berpihak pada masyarakat pasti langkah yang diambil sikap seumpama tidak selesai kontraktor didenda,” ujarnya.

Sebelumnya Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen berdalih ada kekurangan pada perencanaan. Yakni tidak ada pemasangan paving, plafon dan sejumlah item lain pada kontrak awal.

Pembangunan Pasar Nglangon sendiri mengalami addendum atau perpanjangan. Seharusnya selesai pada 21 November lalu, namun ada penambahan pekerjaan dan harus berakhir pada 16 Desember mendatang.

Kepala Diskumindag kabupaten Sragen Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan untuk anggaran addendum lebih dari Rp 2 miliar. Nilai tersebut sesuai ketentuan, tidak lebih dari 10 persen dan masih tersedia dari sisa pagu anggaran.

”Kemampuan pagu anggaran yang disediakan masih memungkinkan dilakukan addendum. Karena dalam perencanaan tidak lengkap, seperti tidak ada paving, penerangan jalan umum, belum tercover,” ujarnya.

Dia menyampaikan draf awal pembangunan Rp 50 miliar. Namun karena recofusing covid-19, maka pagu anggaran hanya Rp 38 miliar. ”Salah satu item yang tidak tercover yakni paving. Namun dari pelaksana berani untuk menambahkan paving, walau belum sempurna namun awal tahun bisa ditempati,” terang Cosmas.

Sedangkan pelaksana Proyek dari PT. Darlin Audia, Irwin memilih bungkam saat ditemui di lokasi. Dia menuturkan terkait pekerjaan proyek dan hasil rapat dengan pemkab Sragen tengah dibuatkan notulen. Lantas notulen tersebut akan diserahkan ke Dinas terkait. (Tim/San fks)

TAG:
#pasar nglangon
#pembangunan
#dinilai
#lambat
Berita Terkait
Rutinitas Penting Tahunan Musrenbang Kota Pangkalpinang; Wali Kota Molen Beberkan Sejumlah Fakta Menarik
Rutinitas Penting Tahunan Musrenbang Kota Pangkalpinang; Wali Kota Molen Beberkan Sejumlah Fakta Menarik
Rutinitas Penting Tahunan Musrenbang Kota Pangkalpinang; Wali Kota Molen Beberkan Sejumlah Fakta Menarik
Rutinitas Penting Tahunan Musrenbang Kota Pangkalpinang; Wali Kota Molen Beberkan Sejumlah Fakta Menarik
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita