Rapat Paripurna APBD 2022 di Boyolali, DPRD: Pembangunan, Kesehatan dan Bidang Pendidikan di Sebut Masih Rendah

Rapat Paripurna APBD 2022 di Boyolali, DPRD: Pembangunan, Kesehatan dan Bidang Pendidikan di Sebut Masih Rendah
Foto: Rapat Paripurna DPRD Boyolali. (dok)
SOLO RAYA
Sabtu, 03 Jun 2023  12:53

BOYOLALI – Akhirnya pihak DPRD Boyolali kembali menggelar rapat paripurna pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 pekan lalu. Bahkan DPRD dari beberapa fraksi menyorot beberapa lini terkait perkembangan di daerah yang dikenal kota susu tersebut. 

Informasi yang dihimpin, terkait dalam pandangan umum fraksi, ada beberapa hal yang mendapat sorotan. Termasuk bidang pendidikan maupun pembangunan sampai kesehatan yang dinilai masih rendah capaiannya.

Sementara itu, salah satunya yang diungkapkan Perwakilan Fraksi Indonesia Adil Sejahtera (IAS) DPRD Boyolali, Siti Zumrotun ini, bahwa dalam pandangan umum mengatakan, realisasi APBD tahun 2022 mengalami kenaikan.

Dia meminta rendahnya realisasi beberapa bidang menjadi catatan dan perhatian. Sehingga evaluasi bisa memberikan solusi dan membuahkan perencanaan yang matang, antisipatif serta konperhensif untuk APBD selanjutnya.

Dia juga menyampaikan, capaian realisasi APBD saat ini justru mencapai 102,10 persen atau Rp 1,3 miliar. Disisi lain retribusi daerah pada tahun 2022 mengalami penurunan 29,25 persen dibanding realisasi tahun 2021 lalu.

Realisasi retribusi daerah 2022 sebesar 107,81 persen atau senilai Rp 15,8 miliar, turun Rp 6,7 miliar dibanding 2021.

Dia pun meminta penjelasan soal itu, dikarenakan ada beberapa realisasi pos belanja yang turun dibanding tahun sebelumnya. Seperti pos belanja pegawai turun 2,49 persen, lalu pos belanja tanah turun 66,23 persen dan pos belanja aset juga turun 2,56 persen. 

Lanjutnya, beberapa catatan terkait rendahnya capaian APBD 2022 di beberapa bidang. Seperti di bidang pendidikan, capaian terendah di program pengelolaan pendidikan nonformal atau kesetaraan sebesar 13,28 persen. Sedangkan capaian tertinggi pada program administrasi keuangan perangkat daerah yang mencapai 100,39 persen.

Lalu sorotan lain juga dalam seputar bidang kesehatan, dimana soal realisasi terendah pada program sediaan farmasi, alat kesehatan (alkes) dan makanan minuman sebesar 60,15 persen.

Terutama pada pemberian izin apotek, toko kbat, toko alat kesehatan dan optikal, usaha mikro obat tradisional (UMOT). Lalu dalam bidang pekerjaan umum dan penataan ruang program penyelenggaraan penataan ruang sebesar 23,33 persen.

“Capaian realisasi terendah di bidang kepegawaian adalah program kepegawaian daerah sebesar 3,29 persen pada pengadaan, pemberhentian dan informasi kepegawaian ASN. Lalu, capaian realisasi terendah di bidang kearsipan adalah program perlindungan dan penyelamatan arsip sebesar 49,24 persen pada autentikasi arsip statis dan arsip hasil alih media kabupaten/kota,” terang dia.

Masih menurutnya, padahal terkait capaian di bidang-bidang lain, seperti lingkungan hidup, perdagangan, perindustrian, penanaman modal, koperasi dan lainnya sudah cukup baik. Realisasi terendah masih mencapai di atas 60 persen.

“Kami menilai, rendahnya realiasai capaian APBD 2022 karena kurang disiplin dalam mengajukan pencairan dana sesuai dengan perencanaan anggaran kas yang ada. Sehingga target penyerapan anggarah tidak sesuai dengan yang direncanakan,” tandasnya. (ras/dwi) 

TAG:
#rapat
#sorotan
#dprd
#paripurna
#boyolali
Berita Terkait
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
2 tersangka kasus narkoba di Polres Ngawi dinikahkan
Boros Rp1 T per bulan, BGN evaluasi insentif SPPG Rp6 Juta per hari
Sadis! Pelajar SMA di Luwu Timur bunuh gadis tetangga gegara cinta tak sampai
Viral TNI hadang massa demo mahasiswa, ini kata Kapuspen
Hendak terbang dengan jet pribadi, penyelundup narkoba buronan Interpol ditangkap di bandara Bali
Indeks Berita