Proyek Usai Masjid Raya Sheikh Zayed Jadi Salah Satu Ikon di Solo, Tapi Sayang Beberapa Mandornya Masih Punya Kasbon Warung Belum Lunas. Utang Capai Rp 145 Juta Membuat Pemilik Galau Campur Tekor

Proyek Usai Masjid Raya Sheikh Zayed Jadi Salah Satu Ikon di Solo, Tapi Sayang Beberapa Mandornya Masih Punya Kasbon Warung Belum Lunas. Utang Capai Rp 145 Juta Membuat Pemilik Galau Campur Tekor
Foto: Dian Eka Sari menunjukkan surat perjanjian bermaterai dengan mandor terkait pembayaran utang uang makan sebesar Rp 145 Juta selama proyek Masjid Raya Sheikh Zayed. (Dok)
SOLO RAYA
Minggu, 19 Mar 2023  19:57

SOLO – Ada-ada saja... Padahal proyek pembangunan masjid itu sudah usai, tapi soal bon ternyata belum ada kejelasan sampai sekarang antara si mandor dengan pihak warung. Diketahui pemilik Warung Makan Restu Bunda, Dian Ekasari (38) di Jalan Ahmad Yani ini galau campur cemas, dia berharap tunggakan uang makan dari beberapa mandor proyek di Masjid Raya Sheikh Zayed senilai Rp 145 juta itu segera terbayarkan. 

Kegalauan Dian makin menjadi ketika mendengar bahwa ke tiga mandor itu sudah angkat kaki dari proyek masjid itu. Untuk mencari kejelasan dari tiga mandor proyek yang masih memiliki tunggakan ongkos makan itu, Dian memberanikan diri menyambangi satu persatu rumah para mandor itu. Saat bertemu itulah, Dian meminta kepastian dari para mandor itu terkait pelunasan tunggakan uang makan diwarungnya.

Saat ditemui awak media di warung miliknya, Dian mengatakan, tunggakan uang makan sebesar itu tidak datang dari satu pihak melainkan dari sejumlah pihak berbeda. Terhitung sejak persiapan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed 2020 hingga pertengahan 2022, sebelum peresmian masjid.

Menurut pemilik warung, para mandor itu awal-awal dulu dalam pembayaran selalu lancar dan tepat waktu, bahkan per dua pekan sekali selalu dibayar. Tapi lama kelamaan mulai molor, baru dibayar setelah empat pekan. Itu pun nominalnya belum sesuai dengan yang harus dibayarkan selama itu.

Akhir cerita pemilik warung jadi tekor, untuk menutup kebutuhan warung dan membayar lima pegawai yang membantunya, Dian terpaksa menjual perhiasan emas hingga menggadaikan berlian seharga Rp 17 juta, sampai piutang dibantu dana dari keluarganya.

Dian juga membeberkan, terkait data kasbon para pemangku proyek tersebut meliputi, Mandor N kasbon sebesar Rp 65 juta, Mandor GT kasbon sebesar Rp 30 juta  dan Mandor GD kasbon sebesar Rp 50 juta. Totalnya dana kasbon para mandor jika diglobal mencapai Rp 145 juta yang masih belum terbayar.

"Kasbon jadi menunpuk banyak, karena dari satu mandor saja membawahi pekerja proyek atau anak buahnya sampai 60 orang, kadang lebih. Mulai pergi itu 2022. Dari awal tahun sampai yang terakhir pertengahan tahun. Ya saya bingung kok sampai bisa seperti ini padahal sesuai perjanjian akan dibayar secara berkala dari para mandor," ungkapnya.

Membengkaknya ongkos makan itu karena tidak jarang satu mandor itu membawa tambahan anak buah. Belum lagi makan itu tidak hanya tiga kali sehari. Saat lembur tidak jarang ada perminatan tambahan khusus untuk menyiapkan makan tambahan bagi pekerja.

Disisi lain termasuk permintaan lainnya seperti kasbon minum dan rokok jumlahnya juga besar jika dirupiahkan. Hingga proyek berakhir dan diresmikan sampai dibuka untuk umum, kasbon para mandor senilai Rp 145 juta itu pun belum terbayarkan atau diselesaikan juga.

Untuk pengobat kegundahan dan kegalauan yang didapati, Dian pun secara terbuka sampai mengadu pada Ketua RT untuk mencari solusi. Dengan didampingi RT pula Dian mendatangi PT Waskita selaku kontraktor pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed biarpun belum ada titik terang dan solusi dari badan usaha milik negara itu.

“Saya lapor ke RT saya kemudian di dampingi ke PT Waskita waktu kantornya masih di sini (sekitar lokasi proyek, Red). Saya bilang ke Waskita kalau saya dirugikan segini. Tapi Waskita bilang itu urusan dengan mandor,” tandasnya.

Kini dia telah memegang secarik kertas berisi keterangan dari ketiga mandor itu untuk bertanggung jawab melunasi utang-utang jasa katering di Warung Restu Bunda itu. Keterangan itu ditanda tangani dan dilengkapi dengan materai.

“Katanya karena memang belum menerima uang. Itu yang mereka sampaikan langsung ke saya. Sudah ada kesanggupan dari mandor untuk melunasi, saya sudah pegang keterangan bermaterainya. Sebetulnya pengin saya laporkan (ke polisi, Red) takutnya nanti malah tidak kembali. Jadi ya saya tunggu saja niat baiknya. Semoga ya segera dilunasi,” jelas Dian.

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang mandor berinisial G asal Demak membenarkan adanya utang ongkos makan sebesar Rp 30 juta yang belum terbayar kepada warung Dian.

Dia mengaku kehabisan modal sehingga belum mampu membayar kekurangan biaya makan pekerja di bawah koordinasinya.

Meski demikian dia memastikan akan tetap melunasi utang di warung makan tersebut dengan cara mengangsur. Kalau untuk melunasi langsung dia mengaku belum sanggup.

“Saya belum mampu, karena modal habis. Saya juga sampai jual mobil untuk menutup biaya-biaya. Ini juga masih kerja. Saya mampunya ya nyicil sedikit-sedikit. Dari 60 juta sekarang tinggal Rp 30 juta,” kata pemborong salah satu pengerjaan bagian struktur Masjid Syeikh Zayed itu.

Disinggung soal asal muasal tunggakan uang makan yang nominalnya cukup besar itu, G mengatakan, karena banyak pembayaran yang prosesnya cukup lama dari PT Waskita selaku kontraktor. Hal itu akhirnya merembat kepada beberapa hal, termasuk belum dibayarkannya uang makan itu.

“Misalnya bayar warung per dua minggu Rp 10 juta. Ternyata dari kantor keluarnya hanya Rp 7 juta, jadi yang Rp 5 juta saya pakai bayar pekerja dan Rp 2 juta untuk bayar warung. Begitu terus sampai tambah banyak. Karena modal habis akhirnya saya keluar. Saya janji akan tetap saya lunasi,”imbuhnya.  (ras/awi/dwi)

TAG:
#kasbon
#proyek
#mandor
#masjid
#solo
Berita Terkait
Sedot APBD Sragen Tak Sedikit, Proyek Infrastruktur Tahun Ini di Gelontor Rp300 Miliar
Sedot APBD Sragen Tak Sedikit, Proyek Infrastruktur Tahun Ini di Gelontor Rp300 Miliar
Sedot APBD Sragen Tak Sedikit, Proyek Infrastruktur Tahun Ini di Gelontor Rp300 Miliar
Sedot APBD Sragen Tak Sedikit, Proyek Infrastruktur Tahun Ini di Gelontor Rp300 Miliar
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Indeks Berita