Perjudian di Grobogan Diduga Melibatkan Banyak Pihak

Perjudian yang marak di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diduga melibatkan banyak pihak, karena aktifitas perjudian itu dilakukan secara terang-terangan di pinggir jalan raya.
Hal itu disampaikan oleh Eko Sugiarto yang melakukan investigasi langsung di lapangan kepada Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Aliansi Indonesia LAI), saat pertemuan Pengurus DPP, DPD dan DPC-DPC LAI di Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Kencana Bandungan, Minggu (26/03/2022).
Indikasi keterlibatan banyak pihak itu, menurut Eko, terlihat adanya upaya penyuapan dengan mengutus oknum yang mengaku wartawan, serta adanya indikasi ancaman atau intimidasi dari oknum aparat keamanan.
Eko menambahkan, perjudian yang dilakukan di tempat terbuka yang bisa diakses oleh siapapun dari kelompok umur manapun sangat disayangkan.
"Perjudian seperti itu, selain memang merupakan tindak pidana, juga bisa berpengaruh sangat buruk terhadap perkembangan mental-spiritual anak-anak yang bisa melihat langsung aktifitas tersebut," ujarnya.
Dia juga menyayangkan aparat penegak hukum (APH) yang seperti tutup mata.
Sementara itu Wakil Ketua Umum LAI, Muhammad Safei, yang menerima laporan dari Eko menyatakan, adanya indikasi ancaman terhadap Eko oleh oknum aparat itu merupakan masalah serius, dan DPP tentu punya kewajiban membantu serta melindungi anggotanya dari ancaman tersebut.
"Tim sedang investigasi untuk memastikan adanya ancaman atau intimidasi itu. Termasuk juga upaya penyuapan," ujar Safei.
Menurut Safei, ancaman-ancaman biasanya dilakukan oleh oknum, namun tak jarang juga mencatut institusinya untuk lebih menakut-nakuti.
"Sabar dulu, kami sedang investigasi. Seberapa jauh itu murni ulah oknum, dan seberapa jauh itu berpotensi mencemarkan nama baik institusi oknum ysng bersangkutan," imbuhnya.
Dia menambahkan, jika data-data sudah cukup memadai, baru nanti ditindaklanjuti dengan laporan ke institusi yang bersangkutan.
"Untuk teknisnya nanti diputuskan, apakah langsung oleh DPP atau dilimpahkan ke DPD Jateng, akan kami bahas dulu. Yang jelas untuk saat ini masih ditangani DPP, belum dilimpahkan ke DPD (Jateng-red)," jelasnya.
Safei juga menegaskan harapannya agar oknum dari pihak-pihak yang terlibat juga bisa diusut dan diungkap.












