Pemberdayaan Umat Penguatan Ekonomi, Di Karanganyar Launching Program Portal Iman Bagi Para Pedagang Pasar Tradisional

KARANGANYAR - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) meneken kerja sama dengan Bank Infaq Islamic Karanganyar di bawah Yayasan Gerakan Infaq Dunia (YGID) terkait penguatan ekonomi pedagang pasar tradisional di Bumi Intanpari atau Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Rektor Umuka Muh. Samsuri mengatakan penandatanganan kerja sama Umuka dan YGID disaksikan langsung oleh Pembina YGID yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, di Kantor Kemenparekraf di Jakarta pada Kamis (7/12/2023).
Perihal program ini memiliki misi untuk mengakselerasi kolaborasi strategis dalam menjawab tantangan dan kebutuhan di ranah industri dalam mendapatkan solusi berbasis riset.
Seperti diketahui, yayasan tersebut mempunyai misi tujuan berkiprah dan pelayanan untuk masyarakat terutama pada perekonomian rakyat dapat terus meningkat dan lapangan pekerjaan tersedia luas untuk masyarakat.
Program Gerakan Bank Infaq ini sendiri memang baru diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh Sandiaga Uno sebagai sang Penggagas sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerakan Infaq Dunia sebagai wadah gerakan sekaligus payung hukumnya.
Bank Infaq bukanlah institusi Bank sebagaimana ada dalam Undang-Undang perbankan, tetapi lebih berbentuk komunitas pengajian atau Majelis Taklim yang kegiatannya adalah pemberdayaan umat disertai dengan penghimpunan Infaq untuk selanjutnya diberikan pinjaman kepada anggota Majelis Taklim tersebut.
Didirikan oleh para tokoh itupun dimana atas keprihatinannya menyimak banyaknya masyarakat dewasa ini di tengah tuntutan ekonomi yang semakin deras seringkali terpojokkan kepada posisi membutuhkan pinjaman yang sangat mendesak. Kondisi ini seringkali membawa masyarakat untuk mengakses pinjaman uang berbiaya ekstra tinggi dengan bunga berkisar antara 250% hingga bahkan 600% per tahun.
Fakta-fakta yang demikian ini tentunya sangat memprihatinkan apabila terjadi berulang-ulang dan terus menerus menjadi satu-satunya opsi jalan keluar di tengah-tengah kebutuhan yang mendesak. Nah, Bank Infaq berusaha menjadi solusi alternatif pada situasi seperti ini.
Keunggulan program Bank Infaq ini selain memberikan pinjaman tanpa riba yaitu misal pinjam Rp 1 juta maka juga akan dikembalikan sama persis Rp 1 juta, tanpa bunga, tanpa tambahan apapun juga.
Bank Infaq memberikan pinjaman tanpa riba. Sehingga skema ini dirasa meringankan dan menolong disaat dibutuhkan, tidak seperti pinjaman riba yang justru malah menjadi semakin mencekik di saat seseorang dalam kesempitan yang seringkali menjadi masalah sosial di masyarakat.
Keterpikatan masyarakat kepada Bank Infaq tentunya salah satunya adalah adanya skema pinjaman yang betul-betul bersih dari riba, dan cicilanpun sangat bisa disesuaikan dengan kemampuan karena tidak adanya biaya yang semakin membengkak.
Selain daripada itu juga adanya program pemberdayaan melalui Majelis Taklim juga sangat sesuai dengan nilai-nilai kultural budaya di masyarakat yang selama ini sudah berjalan rutin di berbagai tempat seperti Masjid, Mushola, Pesantren, dan berbagai tempat lainnya.
Bank Infaq pun tak ketinggalan juga mendukung terkait inklusi keuangan. Bagi siapapun yang berkeinginan mendirikan Bank Infaq juga tidak perlu risau lagi karena program ini juga sudah dilengkapi dengan panduan Manajemen pengelolaan yang baik dan professional, sehingga ke depannya Bank Infaq ini dapat menjadi solusi yang baik bagi masyarakat maupun bagi Negara dalam mengatasi masalah rendahnya inklusi keuangan yang hingga tahun 2018 kemarin masih berada pada level 49%. Nilai itu artinya lebih dari setengah penduduk Indonesia belum dapat terlayani oleh lembaga keuangan formal seperti perbankan.
Pada kesempatan itu pula, kerja sama Bank Infaq Islamic Karanganyar dengan Umuka merupakan program Matching Fund Kedaireka Tahun 2023 Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan judul Pemberdayaan Pedagang Kecil di Pasar Tradisional melalui Program Talangan Infaq Multi Manfaat (Portal Iman).
Perihal bentuk kerja sama dilakukan berupa pemberian bantuan pinjaman tanpa bunga kepada para pedagang di lima pasar tradisional di Karanganyar.
Oleh karena itu melalui Portal Iman memberikan bantuan pinjaman tanpa bunga untuk membantu kesejahteraan pedagang kecil.
“Kerja sama dititikberatkan pada pengembangan Portal Iman Bank Infaq untuk melakukan pembinaan dan penguatan ekonomi kreatif kerakyatan di pasar-pasar tradisional,” kata Rektor Samsuri, Jumat (8/12/2023).
Masih menurutnya, pinjaman tanpa bunga ini sebagai upaya membantu para pedagang agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) maupun rentenir yang selama ini menguasai pasar. Menurutnya kondisi pedagang kecil sangat terimpit dengan beroperasinya para rentenir di pasar-pasar.
“Pak Menteri sangat mengapresiasi upaya Umuka melalui Portal Iman untuk kesejahteraan pedagang di lima pasar di Karanganyar. Pak Sandiaga juga sangat tertarik dengan gagasan yang dilakukan Umuka keren, kreatif, dan inovatif,” kata dia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bisnis (Kombis) Umuka yang juga Ketua Tim Pelaksana MF Portal Iman, Diwi Acita Irawati, mengatakan Portal Iman merupakan inovasi dan kreativitas yang dihasilkan untuk pemberdayaan pedagang kecil di pasar tradisional.
Disisi lain, Program ini akan memberikan manfaat bagi pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Lalu juga wujud membangun ekosistem inovasi di dalam negeri yang berbasis kolaborasi, khususnya Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan sektor pendidikan tinggi-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Kemendikbudristek).
“Saya berharap inovasi akan semakin menghilir dan masalah yang dialami industri segera menghulu ke agenda riset di perguruan tinggi. Semoga sinergi inovasi pentahelix (semangat Kampus Merdeka) betul-betul berdampak pada pembangunan ekonomi dan kedaulatan bangsa”, tutup Nizam.
Dalam kesempatan dikokasi yang sama itu, Sandiaga menambahkan rencana berkunjung ke kampus Umuka sekaligus memberikan kuliah umum. Sandiaga juga sekalian akan mengunjungi desa wisata di Karanganyar.
(Awi)











