Update longsor di Pandanarum Banjarnegara: 2 meninggal, 25 masih hilang

Update longsor di Pandanarum Banjarnegara: 2 meninggal, 25 masih hilang
Foto: Korban bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Banjarnegara ditemukan meninggal dunia (Dok. RRI)
JATENG-DIY
Senin, 17 Nov 2025  11:02

Suasana duka menyelimuti Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, setelah bencana longsor besar melanda wilayah tersebut pada Minggu siang. Longsor yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan itu menimbun sejumlah rumah warga dan memutus akses jalan menuju beberapa titik permukiman serta kawasan hutan.

Hingga Senin (17/11/2025), dua orang telah ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyampaikan bahwa identitas kedua korban adalah Klewih (40) ditemukan pada Minggu sore, serta Esiah (24) yang ditemukan Senin pagi di bawah tebalnya timbunan tanah dan batu.

“Kedua korban merupakan ibu dan anak,” ungkapnya.

Aji menjelaskan hingga Senin pagi ada 25 warga lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat terus melakukan operasi pencarian sejak Minggu malam. Namun upaya tersebut masih menghadapi berbagai hambatan.

“Proses evakuasi dan pencarian tidak mudah karena tanah di lokasi bencana masih terus bergerak. Selain itu, medan yang jauh dan akses yang sulit membuat petugas harus berhati-hati agar tidak terjadi longsor susulan,” jelas Aji.

Tidak hanya itu, Aji juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 34 warga yang masih terjebak di dalam hutan, yang saat kejadian tengah melakukan aktivitas seperti mencari kayu atau bekerja di kebun. Tim penyelamat berusaha mencapai ke lokasi dimana warga masih terjebak.

Sementara proses pencarian dan evakuasi berlangsung, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah dan kini mencapai 823 jiwa. Para pengungsi tersebar di sejumlah titik pengungsian darurat.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, BPBD Banjarnegara bersama Dinas Sosial, PMI, relawan, serta berbagai instansi lain telah mendirikan dapur umum, menyediakan makanan siap saji, bantuan logistik, selimut, serta layanan kesehatan.

Tenaga medis juga dikerahkan untuk memberikan perawatan bagi warga yang mengalami luka ringan, kelelahan, atau trauma akibat bencana.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan para pengungsi terpenuhi. Situasi di lapangan masih dinamis, tetapi seluruh tim bekerja tanpa henti agar pencarian korban hilang dan evakuasi warga dapat segera diselesaikan,” tambah Aji.

Hingga saat ini, petugas masih terus memantau kondisi tanah untuk memastikan keamanan tim dan warga sekitar. Aparat juga mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi longsor karena potensi pergerakan tanah masih tinggi.

TAG:
#longsor
#pandanaarum
#banjarnegara
#tim sar
#bpbd
#jateng
Berita Terkait
Setelah Cilacap, longsor terjadi di Banjarnegara pada Minggu siang
Setelah Cilacap, longsor terjadi di Banjarnegara pada Minggu siang
Setelah Cilacap, longsor terjadi di Banjarnegara pada Minggu siang
Setelah Cilacap, longsor terjadi di Banjarnegara pada Minggu siang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Proyek Peningkatan Jalan Trans Sabbang Tallang Sae di Seko Disorot, Material Yang Digunakan Diduga Ilegal
Indeks Berita