Memburu Jelawat di Jantung BPBAT (Bagian 1)

Memburu Jelawat di Jantung BPBAT (Bagian 1)
 
LAMPUNG
Selasa, 12 Okt 2021  20:40

INNOVA BE 1240 YL itu menembus keremangan pagi tepat saat embun di permukaan kolam tandon Balai Benih Ikan Lokal (BBI) Mesuji selesai menguap. Kokok ayam sudah tiada. Cahaya matahari mulai menyeruak di antara rimbun Albasia di sisi Barat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Mesuji, Rifriyanto, bergegas membuka pintu depan Innova sebelum menghampiri Kepala Bidang (Kabid) Ikan Budidaya, Sean Guritno, yang sudah menunggu di depan meja di muka teras Mes BBI, tanpa gelas kopi.

"Saya dan Pak Bupati berangkat pagi ini," ucap Kadis Rifriyanto setelah Sean melaporkan keberadaan para pemuda perikanan yang sedang berada di perjalanan.

Yang dimaksudkan Sean adalah peserta Pelatihan Ikan Jelawat Lanjutan yang akan diberangkatkan ke Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Provinsi Jambi. Berbeda dengan agenda pelatihan sebelumnya yang melibatkan pengurus Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), kali ini obyek yang disasar adalah para pemuda perikanan.

Upaya ini bukan tanpa alasan sebab Gubernur Lampung, secara khusus, telah meminta Kabupaten Mesuji untuk mengembangkan kejayaan empat jenis ikan langka yang salah satunya adalah jelawat. Tiga yang lain masing-masing; Gabus, Baung dan Belida.

"Saya menyusul agak siang, Pak," jawab Sean. "Para peserta harus dipastikan dulu, juga kesiapan yang lain."

"Artinya kita bertemu di BPBAT SG?

"Iya, Pak. Pembukaan acara akan dilakukan besok pagi pukul sepuluh."

Bertolak ke Sungai Gelam

Selesai membahas berbagai persiapan, Kadis Rifriyanto kemudian bergeser menuju Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Mesuji di bilangan Simpangpematang dan usai melakukan persiapan yang sama, tepat pukul sepuluh pagi, perjalanan dimula: Rombongan Bupati menggunakan Van Hiace bergerak di depan, sedang saya, Ivan dan Kadis Rifri mengiringi dengan Innova di bagian belakang.

Namun sebelum benar-benar bertolak, Bupati Mesuji, Saply TH, sempat menanyakan keberadaan para peserta dan Kadis Rifriyanto menjawab dengan mengatakan kalau Sean akan menyusul setelah memastikan semua rombongan.

"Berapa orang?" tanya Bupati Saply.

"Delapan peserta, Pak," jawab Kadis Rifri. "Semua anak-anak muda perikanan dari beberapa kecamatan."

Dan itu adalah hal yang memang perlu dipastikan.

Dengan kecepatan 100 kilometer per jam, kami bergerak beringin sejak memasuki pintu tol Simpangpematang hingga keluar di pintu Kramasan, Palembang. Perjalanan kemudian berbelok ke Kanan dan melampaui fly over Simpang Musi 2 melewati Institut Agama Islam Widya Tama dan Hotel De Premium Hotel di jalan Jln. Soekarno Hatta, Pertigaan Citra Grand City, Terminal Alang-alang Lebar hingga kembali ke jalan lintas timur sumatera tepat pukul satu siang. Di sini kami beristirahat sejenak di Rumah Makan Sederhana tepatnya di jalan Palembang-Betung KM 13.

Sehatsu

Perjalanan kembali berlanjut satu jam kemudian dengan kondisi jalan padat merayap di kecepatan 60-70.

"Luas sekali kabupaten ini," ucap saya memecah hening setelah menghabiskan lebih dari selusin permen karet.

"Ini Kabupaten Musi Banyuasin, wilayah kekuasaan anak Pak Alex Nurdin," kata Ivan dengan wajah terus menatap ke sela-sela gerak tangan yang terus mengendalikan stir.

"Kabupaten kaya tambang" Kadis Rifri menyahut sambil membuka mesin pencari, Google dan kami kemudian mengaitkannya dengan kondisi jalan yang naik turun seperti bukit. Saya sendiri tidak begitu paham di mana korelasinya.

Setiba di POM Rawa Limo, Sungai Lilin, kami kembali berhenti untuk beristirahat tapi kali ini tidak terlalu lama sebab perjalanan diperkirakan masih seratus kilometer. Dan perjalanan setelah itu adalah gelak tawa yang nyaris tak berputus. Itu karena banyak tulisan: Tukang Pijat di sepanjang jalan yang kami sama sekali tak tahu nama wilayahnya.

"Apa lokasi Sehatsu, ya?" tanya saya agak berseloroh.

"Sehatsu apa?" tanya Kadis Rifri.

"Masuk sehat keluar lesu, Pak."

Kami pun tertawa gelak dan perjalanan terus berlanjut hingga malam benar-benar tiba dan kami kembali merayap sampai memasuki kota Jambi tepat jam sembilan malam.

(Bersambung/F-AI)

TAG:
#bpbat sungai gelam
#dkp mesuji
#ikan jelawat
Berita Terkait
PPP Lampung Ziarahi Makam Syaikh di Menggala
PPP Lampung Ziarahi Makam Syaikh di Menggala
PPP Lampung Ziarahi Makam Syaikh di Menggala
PPP Lampung Ziarahi Makam Syaikh di Menggala
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
2 tersangka kasus narkoba di Polres Ngawi dinikahkan
Boros Rp1 T per bulan, BGN evaluasi insentif SPPG Rp6 Juta per hari
Sadis! Pelajar SMA di Luwu Timur bunuh gadis tetangga gegara cinta tak sampai
Viral TNI hadang massa demo mahasiswa, ini kata Kapuspen
Hendak terbang dengan jet pribadi, penyelundup narkoba buronan Interpol ditangkap di bandara Bali
Indeks Berita