Kue Ganja Gagal beredar di Tangerang, Berikut 4 Fakta lainnya

AliansiNews.ID-Tangsel, Pabrik sejenis home industry ini beroperasi di Purwakarta, Jawa Barat. akhirnya berhasil dibongkar Polres Tangerang Selatan. Dalam kasus itu polisi juga menangkap tiga orang terduka pelaku.
Pengungkapan itu disampaikan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ibnu Bagus Santoso dalam konferensi pers, Senin 19 Agustus 2024.
AKBP Ibnu Bagus Santoso menyebut, tiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial H (27), G (26), dan S (38). Sementara seorang pelaku lain berinsial R masih dalam pengejaran.
Lebih lanjut Ibnu menjelaskan, penangkapan para pelaku dilakukan berdasarkan informasi masyarakat adanya kendaraan yang akan mengirim paket narkoba jenis ganja yang akan melintas ke wilayah Tangerang Selatan.
"Mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis ganja, disini kita mengamankan dua tersangka dengan inisial H dan G. Kemudian kita kembangkan di Purwakarta dan amankan S," ujar Ibnu Bagus.
Menurutnya, dari penangkapan H dan G, aparat kepolisian menyita barang bukti ganja seberat 139, 5 kilogram ganja dan timbangan.
Sementara di lokasi penangkapan S, polisi menemukan ganja 91,2 gram dan ditemukan 102 keping kue kering yang mengandung THC atau ganja.
Ibnu menuturkan, berdasarkan pengakuan para pelaku, barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial R di Medan, Sumatera Utara.
"Dengan memgungkap jaringan Sumatera-Jawa ini kita banyak menyelamatkan kurang lebih 1. 470.000 jiwa dan apabila dirupiahkan sekitar Rp2,1 miliar," tutur Ibnu.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat 2 sub 115 ayat 2 sub 111 ayat 2 jo 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Adapun ancaman hukumannya pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," ujarnya
Berikut 4 fakta lainnya seputar pabrik kue ganja di Purwakarta.
1. Diproduksi sejak 2023 dan Dibagikan ke Karyawannya
Berdasarkan keterangan tersangka S, pabrik kue ganja ini sudah mulai produksi sejak tahun 2023.
Bahkan diketahui, kue buatan mereka sempat dibagikan secara gratis kepada para karyawan di perkebunan. Hal ini diungkap oleh AKP Bachtiar.
“Jadi cookies yang siap edar ini baru mengedarkan kepada kerabat atau teman-teman dekat, yang bersangkutan menurut keterangannya melakukan dari bulan April 2023,” ungkap AKP Bachtiar.
2. Polisi Berhasil Meringkus 3 Orang Tersangka
Menurut Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ibnu Bagus Santoso, pihak Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan berhasil membekuk tiga orang tersangka dalam kasus ini.
Ketiga orang tersebut yakni H (27), G (26), S (38). S sendiri merupakan pemilik pabrik pembuatan kue ganja di Purwakarta.
Satu orang lainnya berinisial R merupakan pihak yang mengirim ganja dari Sumatra masih berstatus DPO.
“Kemudian dari keterangan H dan G narkotika ini berasal dari seseorang yang berinisial R yang didapat dari Sumatra dan saat ini R masih dalam pengejaran kami dan kami statuskan sebagai DPO,” tutur AKBP Ibnu..
3. Kronologi Penggerebekan Pabrik Kue Ganja
Menurut Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Bachtiar Noprianto, pihaknya bermula mendapatkan informasi soal narkoba yang berasal dari Sumatra dan melintas ke wilayah Tangerang Selatan.
Usai melakukan penyelidikan, polisi membuntuti tersangka berinisial H dan G yang dicurigai membawa barang terlarang tersebut.
Kemudian polisi berhasil menyergap mobil yang dikendarai keduanya saat keluar pintu Tol Bitung.
Dari keduanya, polisi menyita ganja sebesar 139,5 kilogram yang disebut akan dikirim ke Purwakarta.
Akhirnya polisi pun melakukan pengembangan kasus tersebut ke Purwakarta dan berhasil mengamankan tersangka S dengan ganja seberat 91,2 gram ganja.
Selain itu, juga berhasil menyita 102 pieces ganja dalam bentuk kue yang siap diedarkan.
4. Satu Keping Buat Fly
Satu keping kue ganja buatan S cukup memberikan dampak bagi yang mengonsumsinya, di mana siapa pun yang mengonsumsinya bisa menjadi fly walaupun hanya konsumsi satu keping kue.
Kue tersebut bahkan diketahui pernah diberikan pada karyawannya di perkebunan buah.Dengan memgungkap jaringan Sumatera-Jawa ini menyelamatkan kurang lebih 1. 470.000 jiwa dan apabila dirupiahkan sekitar Rp2,1 miliar (Arm)












