Kartika Esty Sundari, Penerima Penghargaan Indonesia Best Product Skincare Awards 2021: Penting Bagi Kaum Wanita Untuk Mengembangkan Diri

Kartika Esty Sundari Dinobatkan sebagai pemenang dalam Malam Penghargaan Indonesia Best Product Skincare Awards 2021 yang diselenggarakan di Ballroom the Trans luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto No. 228, Bandung, Jumat 25/9/2021.

Dalam sambutannya saat menerima penghargaan Kartika Esty Sundari, Owner & CEO dari Calantha Dermacare, mengucapkan puji syukur kepada Tuhan serta terima kasih kepada seluruh wanita Indonesia yang telah mempercayakan perawatan kulitnya pada produk skincare dari Calantha Dermacare.
Kartika yang juga menjabat sebagai Bendahara di Badan Penelitian Aset Negara – Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN – LAI) DPC Kota Medan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orangtua, suami dan kedua buah hatinya.
Dia menambahkan, penghargaan tersebut tidak didapat dengan mudah, melainkan melalui kerja keras, kesabaran, dukungan dari keluarga serta kepercayaan dari para customer, sehingga Kartika merasa sangat pantas untuk mempersembahkan penghargaan itu untuk seluruh Custemer Calantha Dermacare, disertai pesan agar wanita Indonesia bisa tampil lebih cantik terawat dan lebih percaya diri.
Ditemui Media Aliansi Indonesia seusai acara penghargaan, Kartika menekankan pentingnya kaum wanita Indonesia untuk terus mengembangkan diri.
“Mengembangkan diri itu tentu banyak jalan dan caranya, salah satunya dengan serius menekuni bisnis seperti yang sudah saya jalani di produk skincare sejak tahun 2018,” ujarnya.
Dia menambahkan, penghargaan yang dia terima itu hanya merupakan konsekuensi logis dari usaha yang telah dia rintis sejak tiga tahun lalu itu.
“Tentu tidak mudah ya, tidak ada sesuatu yang instan. Kerja keras itu pasti, kesabaran, semangat untuk mau terus belajar, itu semua sangat penting. Dan tentunya dukungan dari keluarga juga tidak kalah pentingnya,” imbuhnya.
Dia berharap apa yang telah dia lakukan dan raih tersebut dapat menginspirasi wanita-wanita Indonesia pada umumnya, dan lebih khusus kader kaum wanita di Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) yang juga sering disebut dengan istilah “Srikandi-Srikandi” LAI.
“Saya tahu di LAI dari Sabang sampai Merauke itu terdapat Srikandi-Srikandi yang potensial. Dan saya berharap para Srikandi di LAI itu lebih mampu mengembangkan dirinya baik melalui bisnis maupun yang lainnya. Dan kaum bapak-bapak di LAI diharapkan bisa mendorong, mendukung dan memberi jalan bagi para Srikandi LAI untuk lebih mengembangkan diri,” lanjut Kartika.
Jika para Srikandi LAI makin maju dan berkembang, hal tersebut juga akan berdampak positif bagi LAI, dapat menopang berbagai macam aktifitas LAI dalam berbagai aspeknya baik itu aspek ekonomi, sumber daya manusia (SDM) dan yang lainnya.
“Kebetulan suami saya adalah Ketua di BPAN LAI DPC Kota Medan, jadi saling mendukung kegiatan masing-masing itu memang sudah kami lakukan sejak lama. Saya mendukung sekaligus membantu aktifitas suami di LAI di mana saya juga menjadi bendahara di situ, sebaliknya suami juga selalu mendukung apapun aktifitas-aktifitas saya, termasuk dalam bisnis skincare ini,” kata dia.
Untuk membantu Srikandi-Srikandi LAI mengembangkan diri, Kartika juga menyampaikan ajakan pada Srikandi-Srikandi LAI untuk menekuni bisnis skincare yang dia jalani itu.
“Ayolah kita semua niatkan untuk mengembangkan diri. Dan jika mengikuti cara mengembangkan diri yang sudah jalan dan ada buktinya, silakan Srikandi-Srikandi LAI di seluruh pelosok tanah air untuk bergabung dengan kami,” tandasnya.
Sementara itu suami Kartika, Fika Amanda Lubis, saat dimintai komentar mengatakan bahwa LAI bisa makin maju dan berkembang apabila tidak hanya terpaku dalam masalah-masalah tertentu saja.

“Banyak hal yang bisa lakukan untuk memajukan dan mengembangkan LAI. Jadi bukan melulu kasus saja, atau hanya menyikapi pemerintah saja. Banyak yang bisa lakukan seperti menjalin kemitraan, menguatkan aspek ekonomi sebagai penopang kegiatan lembaga melalui bisnis, dan sebagainya,” ujar Fika.
Fika juga menggarisbawahi bahwa saling mendukung antara suami-istri itu ada aspek-aspek mendasar yang sangat diperlukan.
“Keterbukaan, saling percaya dan saling mau belajar. Itu kuncinya,” pungkasnya.












