Ini 5 Tips Jitu Cara Ramah Cegah Anak Kecanduan Gadget tanpa harus Memarahi Anak

Ini 5 Tips Jitu Cara Ramah Cegah Anak Kecanduan Gadget tanpa harus Memarahi Anak
Foto: cara ramah atasi anak yang kecanduan Gadget
BANTEN
Senin, 02 Sep 2024  15:10

AliansiNesw.ID-Banten, Sejumlah persoalan biasanya membuat sedikit kita emosi terhadap anak, terlebih bila anak kesayang tak mau jauh dari Gadget atau gawai, hingga pada akhirnya kitalah yang harus mengalah agar tak mengganggu aktifitas kita, eit tunggu dulu , Hal tersebut justru malah menciptakan persoalan baru, Yuk kita simak.

Anak cenderung menghindar bermain bersama teman dan kerap menatap layar smartphone? Anak sulit menjalani kesehariannya, seperti belajar, makan, dan tidur, karena terus-menerus main game online? Beberapa tanda ini bisa menjadi sinyal bahwa anak sudah kecanduan pada gadget. Bagaimana mencegah hal ini terjadi , Beberapa cara ini mungkin bisa menjadi solusi atas persoalan anak yang sudah kecanduan bermain gadget

Waktu yang tepat pakai gadget

Menurut publikasi The American Academy of, Kapan waktu yang tepat bagi anak untuk menggunakan gadget? Pediatrics

Anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak terpapar layar digital, termasuk televisi, smartphone, dan tablet.
Anak berusia 2 – 4 tahun dibatasi tak lebih dari 1 jam sehari untuk menggunakan gadget
Anak di atas usia 5 tahun menggunakan gawai tidak lebih dari 2 jam sehari dari waktu luang yang telah ditentukan
Orang tua juga disarankan agar tiap 20 hingga 30 menit anak diminta beristirahat dari waktu menatap layar gadget.

Jika usia anak dirasa sudah cukup untuk memakai gadget, orang tua bisa terlebih dulu menyampaikan aturan pakai gadget, misal gawai hanya bisa digunakan 3 kali dalam sehari dalam waktu masing-masing 15 menit. Tentukan waktu untuk memakai gadget dan katakan pada anak bahwa itu bukanlah suatu penghargaan karena anak melakukan sesuatu melainkan bagian dari jadwal keseharian anak. Contoh, anak menggunakan gawai setelah makan, atau setelah belajar, atau di waktu luang.

Saat membatasi waktu pemakaian gadget bagi anak, orang tua dapat menggunakan timer di handphone atau menggunakan jam pasir sambil memberitahukan pada anak bahwa ayah/ibu telah mengatur waktu pakai gawai dan jika waktu di timer atau jam pasir sudah habis, anak harus mengembalikan gadget pada orang tua.

Beraktivitas bersama anak

Opsi lain untuk mengalihkan anak dari gadget adalah mengajak anak untuk beraktivitas bersama. Orang tua bisa mengajak anak untuk menghabiskan waktu dengan mengerjakan hobi bersama, seperti membaca buku, menggambar, bermain musik, bernyanyi, berolahraga, memasak kue, atau berkebun. Melakukan aktivitas bersama tidak hanya membutuhkan waktu tapi juga komitmen orang tua untuk memberikan waktu bagi anak meski sibuk bekerja. Dengan membiasakan hal ini, anak akan terbiasa berkomunikasi dengan orang tua, dapat menceritakan masalahnya dan tidak merasa kesepian.

Siapkan mainan pengganti gadget

Mainan bisa dipilih orang tua sebagai suatu solusi bagi anak untuk menghabiskan waktu. Namun, sebaiknya mainan yang diberikan sesuai dengan usia anak dan kebutuhannya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mainan yang cocok untuk anak usia 0-6 bulan adalah yang berwarna mencolok dan berbunyi karena pada usia ini fungsi penglihatan dan pendengaran anak mulai berkembang. Untuk anak usia 7-12 bulan dapat diberikan boneka, bola, atau mainan mobil dari plastik atau yang bertekstur lembut dan lunak. Sementara untuk anak usia 1-2 tahun, dapat diberikan buku cerita bergambar, crayon atau pensil warna yang aman, serta binatang dari plastik. Puzzle dan board games seperti ular tangga, halma, atau kartu dapat diberikan kepada anak usia 3-6 tahun.

Ajak anak bermain dengan teman sebaya

Untuk mengurangi waktu menatap layar gadget, orang tua bisa mengajak anak bermain dengan teman seumuran di sekitar rumah atau teman sekolah. Dengan bermain bersama teman sebaya, anak dapat mengembangkan kemampuan bersosialisasi, menumbuhkan rasa percaya diri, mengenal berbagai bentuk emosi, dan belajar menghadapi tantangan. Bersama teman sebayanya, orang tua bisa mengenalkan anak pada mainan tradisional yang bahkan tidak memerlukan alat, seperti petak umpat, ular naga, benteng, dan petak jongkok.

Bicara bahaya gadget pada anak

Bagi anak di atas usia 5 tahun, orang tua bisa mulai berbicara tentang bahaya gadget. Ayah dan ibu dapat menjelaskan akibat menghabiskan waktu terlalu banyak di depan layar gawai, seperti sakit mata, sakit leher, obesitas, sulit fokus, bahkan dapat mengakibatkan penyakit kanker karena terlalu lama terpapar radiasi gadget. Dengan bahasa yang dimengerti anak, orang tua juga perlu menjelaskan konten yang aman diakses anak dan bahwa ada orang di luar sana yang bisa berbuat jahat melalui internet atau media sosial.

Itulah Beberapa tips mengurangi ketergantungan anak pada gadget jika ayah dan ibu dapat menerapkannya dengan komitmen bersama secara terus-menerus dan didukung pula oleh keluarga atau orang-orang yang berada di sekitar anak, Semoga Bermanfaat. (Tyas/ARM)

TAG:
#
Berita Terkait
Merah Putih, SP3 Kasus Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa dan 5 Fakta Lainnya
Merah Putih, SP3 Kasus Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa dan 5 Fakta Lainnya
Merah Putih, SP3 Kasus Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa dan 5 Fakta Lainnya
Merah Putih, SP3 Kasus Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa dan 5 Fakta Lainnya
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Pemasangan Besi WF Hampir Selesai, Pembangunan Jembatan Terus Dikebut
Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius
​Kontraktor harus berkomitmen dan kredibel dalam menangani pekerjaan proyek yang di kerjakannya
Dinas Pendidikan dan Gubernur Sumsel Apresiasi Pentas Kreativitas SMK Penerbangan Sriwijaya, Tampilkan Talenta Taruna di Bidang Seni dan Prestasi
Dijanjikan Ribuan Foodtray MBG Impor, Pengusaha Kayu Agung Malah Rugi Rp500 Juta
Indeks Berita