Gercep Jaro Ade, Mengunjungi Keluarga Pasutri Meninggal Akibat Banjir Bandang, Dan Sampaikan Duka Mendalam.

Bogor - Aliansinews id. Banjir bandang yang terjadi di Sungai Cibogo, Kampung Pasir Manggu, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Selasa (4/3/2025) menyebabkan Ropi (57) dan istrinya Encih (49) hanyut terbawa arus.
Pasangan suami istri tersebut ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Cibogo pada Selasa (4/3/2025) sore.
Wakil Bupati (Wabup), Jaro Ade, melakukan kunjungan ke keluarga korban pada Rabu (5/3/2025).
Wabup Jaro Ade hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor didampingi Camat Sukajaya, Forkopimcam Sukajaya, dan Kepala Desa Kiarapandak.
“Pak Bupati menugaskan saya bertakziah dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam untuk kedua korban dan kepada keluarga korban yang ditinggalkan," kata Jaro Ade di Sukajaya, Rabu (5/3/2025).
Dalam takziah ini, Jaro Ade menyerahkan sejumlah uang tanda duka cita kepada keluarga korban.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan ketabahan dari musibah ini,” imbuhnya.
Berdasarkan Keputusan Bupati Bogor No. 300.2/2/KEPTD/BPBD Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana, lanjut Jaro Ade, maka semua kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Bogor harus waspada.
"Bencana banjir bandang ini termasuk siklus lima tahun sekali. Saat ini masih dilakukan rekayasa cuaca," papar Jaro Ade.
Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, terutama di beberapa titik yang terkena musibah bencana alam.
"Hati-hati bagi yang berada di bantaran sungai karena tidak bisa diprediksi meluapnya aliran sungai,” ungkap Jaro Ade.
Ia mengajak warga Kabupaten Bogor agar sama-sama saling menjaga dan mencintai lingkungan.
"Jadi kalau ada yang menebang satu pohon, kita wajib menanam 10 pohon. Itu harus mulai digalakan kembali. Kalau bukan kita yang mencintai lingkungan, siapa lagi," tutur Jaro Ade.
( Yogi ).












