Gaduh, Ribuan THL Desak Pencopotan Jabatannya, Akhirnya Kepala BKPSDM Buka Suara

AliansiNews.id-Kota Tangerang, Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang terus menerus didemo. Masa pendemo bukan hanya dari Aktivis yang berasal dari mahasiswa, tetapi juga berbagai elemen masyarakat. Salah satunya massa yang terdiri dari kelompok masyarakat dan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Sentral Komite Aksi Kerakyatan (SKAK) Tangerang ini menuntut agar Kepala BKPSDM Jatmiko dicopot dari jabatannya.
Terpantau, massa sempat membakar ban di depan kantor BKPSDM di Gedung Cisadane, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Senin lalu (6/1/25). Massa menilai Jatmiko tidak memiliki niat baik dalam memperjuangkan nasib pegawai non PNS di Pemkot Tangerang.
Masa dari Non Gouverment Organization (NGO) besutan Bung Marsel, juga sempat menarik perhatian yakni, selain membawa serta mobil komando, massa ini juga turut membakar ban bekas di depan gerbang gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang dan sempat berorasi sambil berdiri di atas tembok pagar pintu masuk Puspem Kota Tangerang.
Ini menjadi catatan buruk untuk Kota Tangerang. Kami menuntut Pj Wali Kota Tangerang, Dr Nurdin untuk segera mencopot Kepala BKPSDM,” kata Fahri Koordinator aksi kepada sejumlah awak media yang meliput.
Demo ini buntut dari ribuan tenaga harian lepas (THL) di Pemkot Tangerang yang tidak lulus seleksi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kami banyak kenal dengan mereka (THL). Mereka banyak melayani masyarakat bahkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan di pemerintahan. Mereka punya keluarga dan tentunya memiliki harapan. Ada yang istrinya sedang hamil, ada orang tua yang selalu mendoakan agar anak-anak mereka memiliki karir menjadi ASN Pemkot Tangerang. Tetapi harapan ribuan THL musnah oleh kebijakan kepala BKPSDM yang tidak becus dalam perencanaan rekrutmen PPPK,” tegas Fahri.
Ia menegaskan, sudah tidak ada lagi tenggang waktu untuk Pj Wali Kota Tangerang mencopot Kepala BKPSDM Kota Tangerang.
Karena, sudah melukai ribuan orang bahkan keluarga THL. Segera copot, mudah mudahan aspirasi kami ini sampai ke telinga Pj Wali Kota Tangerang dan kami akan terus monitor perkembangannya dan kami akan evaluasi pasca aksi hari ini untuk melakukan aksi lanjutkan,” jelasnya.
Diketahui Ketua Forum Tenaga Harian Lepas(THL) adalah San Rodi, atau biasa disapa Kucay, Kucay sendiri adalah sosok tak asing dikalangan aktivis maupun organisasi lainnya yang ada di Kota Tangerang, selama ini dirinya direkut oleh Kesbangpol Kota Tangerang untuk membantu verifikasi Ormas yang di Kota Tangerang, tak heran aksi demo ribuan THL mampu menjadi magnet semua kalangan mulai dari Legislatif, Yudikatif, Eksekutif, Media dan Masyarakat Kota Tangerang.
Salah satunya keikutsertaan semua pimpinan DPRD Kota Tangerang pada saat berada di arena Demo. Tak terkecuali semua kanal kanal informasi mulai media lokal hingga nasional ikut serta mewartakan aksinya kali ini.
Menyikapi hal tersebut Pemkot Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang menyatakan, Pemkot Tangerang dalam hal ini BKPSDM sebelumnya mengapresiasi seluruh pihak yang sama-sama satu visi untuk menyejahterakan seluruh pegawai yang sudah sama-sama memajukan Kota Tangerang.
"Dipastikan Pemkot Tangerang telah menampung seluruh aspirasi yang telah disuarakan para THL maupun pihak-pihak lainnya. Saat ini, BKPSDM pun terus berkoordinasi dengan Kemenpan RB terkait penataan THL menjadi PPPK sesuai yang dibutuhkan dan ditetapkan secara aturan," ungkap Kepala BKPSDM Kota Tangerang,Jatmiko, Kamis (9/1/25).
Ia pun menjelaskan, Kota Tangerang memiliki formasi 5.186 posisi, itu ialah 2.510 formasi guru, 114 formasi nakes dan 1.657 formasi teknis. Setelah tahap pendaftaran, pelamar yang berhasil melewati tahap administrasi sebanyak 5.215 orang.
Kemudian berdasarkan seleksi tahap I, yang dinyatakan lulus serta berhasil mengisi formasi sebanyak 3.424 orang yang dilakukan melalui seleksi dengan rincian guru 1.755, nakes 114 dan teknis sebanyak 1.554.
Sedangkan THL yang dinyatakan tidak lulus atau belum dapat mengisi formasi PPPK sebanyak 1.791 Non ASN dan formasi yang tersisa ialah 1.762 posisi dengan rincian 755 guru, 905 nakes dan 102 teknis.
“Saat ini, Pemkot Tangerang melalui surat nomor 800.1.2.1/19363/XI/2024 tanggal 1 November 2024 dan nomor 800.1.1.11/55/2025 tanggal 7 Januari 2025 telah mengajukan permohonan ke Menpan RB, agar sisa formasi nakes dan guru yang tidak terserap dapat dialihkan menjadi formasi tenaga teknis dan mengusulkan seluruh Non ASN terdata BKN dapat diangkat semua menjadi PPPK,” tegas Jatmiko.
“Untuk itu, saat ini Kota Tangerang masih menunggu hasil atau keputusan atas surat-surat yang diajukan ke Menpan RB,” tambahnya.
Ia pun menyatakan, dalam waktu dekat akan berlangsung ujian PPPK tahap II dan telah diatur jumlah THL yang dinyatakan tidak lolos pada tahap II tersebut, akan dialihkan menjadi PPPK Paruh Waktu dengan nilai kesejahteraan yang telah diatur sesuai aturan yang ditetapkan.
“Di tahun 2025 ini, mereka yang telah dinyatakan lulus PPPK pun akan segera mendapat NIP dan beralih status kepegawaian dan penggajiannya. Maka, secara otomatis data THL nya akan dihapuskan,” katanya.
Lanjutnya, mereka yang beralih ke status PPPK paruh waktu secara perlahan akan dialokasikan menjadi penuh waktu sesuai kebutuhan dan keuangan daerah. Semua ini, masih tengah dirumuskan secara aturan resminya oleh Menpan RB.
“Dipastikan, semua aspirasi akan terus ditampung dan diupayakan ke Menpan RB. Segala solusi yang bisa diperjuangkan pun terus diupayakan dengan memanfaatkan alokasi formasi tersisa tersebut. Sepanjang 2025 ini pun semua status THL bisa dipastikan masih teralokasi secara penggajiannya,” tutup Jatmiko.(ARM)











