Kisruh Truk Tambang di Parungpanjang, KDM: Tak Ada Toleransi, Tak Patuh Saya Tutup

Kisruh Truk Tambang di Parungpanjang, KDM: Tak Ada Toleransi, Tak Patuh Saya Tutup
Foto: Petugas dari Satlantas mengatur arus lalu lintas dalam aksi mogok sopir truk tambang di Jalan Legok-Parungpanjang.
DAERAH
Sabtu, 20 Sep 2025  11:58

Setelah Pemkab Bogor seolah tak berkutik terkait polemik truk tambang yang hilir mudik di luar jam operasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, akhirnya turun tangan.

KDM menuturkan tidak akan memberikan toleransi terkait jam operasional truk melintas di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya sejumlah sopir truk tambang melakukan demo terkait jam operasional.

Mereka memarkirkan truk mereka melintang di Jalan Legok, perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

Gubernur yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu mengatakan pengusaha harus mematuhi aturan jam operasional.

Ia tidak akan memberikan toleransi untuk hal tersebut.

"Pernyataan saya kan sudah jelas bahwa apabila pengusaha tidak mentaati peraturan tentang jam operasi, maka saya tutup. Saya tutup, saya nggak takut," kata KDM di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).

Ia tidak merinci aturan yang dimaksud. Namun Kabupaten Bogor memiliki Perbup Nomor 120 Tahun 2021 yang mengatur waktu operasional angkutan barang khusus tambang di wilayahnya.

Dalam aturan tersebut disebutkan waktu operasional truk tambang hanya pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB.

"Kalau dia tidak mentaati peraturan jam operasi dan operasinya merugikan masyarakat, meresahkan, bahkan truk-truk besarnya hari ini itu menggunakan jalan provinsi yang baru dibangun dengan dana ratusan miliar," tutur KDM.

"Bagi saya, enggak ada toleransi lagi. Kalau tidak mau berubah sikap pengusahanya, cenderung hanya mementingkan dirinya sendiri, kepentingannya sendiri, tidak memperhatikan aspek-aspek ketertiban, keamanan, keselamatan orang lain, maka akan saya tutup," tambahnya.

Dikutip dari Antara, aksi mogok sopir truk dilakukan pada Kamis (18/9) mulai pukul 18.15 WIB hingga 20.45 WIB. Aksi ini sempat membuat kemacetan hingga 2 kilometer.

Aksi itu berakhir setelah warga resah dan meminta para sopir truk menghentikan aksi mereka.

TAG:
#parung panjang
#truk tambang
#kdm
#dedi mulyadi
#bogor
Berita Terkait
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Hj. Trisyulwati Ivonne Makaminan: Warga Girian Indah Butuh Rasa Aman, Bukan Hanya Janji - Tindak Sekarang Juga
Polda Sumsel Masifkan Pencegahan Karhutla, 189 Patroli Digelar di Wilayah Rawan
Riset Kamseltibcarlantas Berbasis Edukasi dan Kemitraan, Polda Sumsel Dorong Keamanan Transportasi Berkelanjutan
Sekretaris Rajawali Purwakarta: Jangan Biarkan Revitalisasi Sekolah Hanya Menjadi Kegiatan Di Atas Kertas Saja
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Indeks Berita