Prabowo Puji Negara-Negara yang Akui Kedaulatan Palestina

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada sejumlah negara besar dunia yang telah mengakui kedaulatan Palestina.
Negara-negara tersebut, antara lain Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam forum internasional bertajuk "Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara" di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
“Yang Mulia, kita memberi penghargaan kepada negara-negara utama dunia yang telah mengambil langkah yang tidak tergantikan, Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan banyak negara terkemuka lainnya yang telah mengambil langkah di sisi yang benar dari sejarah,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinan mereka dalam penyelenggaraan KTT Solusi Dua Negara.
Menurut Prabowo, hanya solusi dua negara yang dapat menghadirkan perdamaian abadi antara Palestina dan Israel.
Prabowo menegaskan, tragedi kemanusiaan di Gaza masih terus berlangsung dan menelan ribuan korban jiwa, termasuk perempuan serta anak-anak. Ia mengecam keras berbagai bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut.
“Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, rasa takut, dan kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan bagi keluarga umat manusia,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia siap mengakui Israel setelah negara tersebut mengakui kemerdekaan Palestina.
Ia menegaskan pentingnya menghentikan perang sekaligus bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Selain itu, Indonesia juga siap berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik.
“Wujudkan perdamaian segera. Kita membutuhkan perdamaian,” pungkas Prabowo.
Konferensi internasional ini dihadiri 33 pemimpin delegasi dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab.
Prabowo hadir didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi.












