Embung Dukuh Pondok Miri Sragen Menelan Korban, Saat Mandi Dua Pelajar Santri Tenggelam Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Embung Dukuh Pondok Miri Sragen Menelan Korban, Saat Mandi Dua Pelajar Santri Tenggelam Dalam Keadaan Tak Bernyawa
 
JATENG-DIY
Minggu, 06 Mar 2022  01:00

SRAGEN - Dua pelajar SMP yang juga santri pondok pesantren (ponpes) ditemukan tenggelam di embung di Dukuh Pondok RT 005, Desa Sunggingan, Miri, Sragen, Sabtu (5/3/2022). Dua bocah itu tenggelam saat membersihkan diri seusai kegiatan ekstrakurikuler pertanian di persawahan dekat embung tersebut.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, melalui Kapolsek Miri, AKP Suyono, menyampaikan peristiwa nahas itu berawal saat para santri ponpes di Dukuh Pondok itu melakukan kegiatan ekstrakurikuler pertanian sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasinya di persawahan yang berjarak sekitar 500 meter dari ponpes. Ada 20 santri kelas VIII SMP yang mengikuti kegiatan yang dipimpin seorang ustaz muda.

“Pada pukul 07.15 WIB, kegiatan ekstrakurikuler selesai. Para santri yang badan dan pakaiannya kotor kena lumpur sawah kemudian membersihkan diri. Ada kurang lebih 10 orang santri membersihkan badan di embung sebelah sawah tersebut,” ujar Suyono melalui sambungan telepon.

Sebelum ke embung, ustaz muda sudah mengingatkan para santri agar jangan mandi di embung karena licin dan dalam. Tak berselang lama seorang santri berteriak kalau temannya tenggelam,” sambungnya.

Teriakan itu didengar warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi untuk memberi pertolongan. Saat warga datang korban sudah tidak terlihat. Lalu tim search and rescue (SAR) datang untuk mengevakuasi dua bocah yang tenggelam itu.

Setelah dievakuasi ternyata ada dua anak yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban dilarikan ke RS Assalam Gemolong, Sragen. Identitas kedua korban diketahui bernama Pramesta K.C, 15, pelajar asal Bendo RT 005, Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen dan Aziz DM, 16, pelajar asal Blangu RT 004, Gesi, Sragen,” jelas Kapolsek.

Aparat Polsek Miri yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan bahan keterangan. Empat saksi dimintai keterangan, yakni dari perwakilan santri, perwakilan pengasuh, dan pihak keluarga korban

Setelah melakukan olah kejadian perkara dan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban di RS Assalam Gemolong oleh Tim Polsek Miri dan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sragen, korban sampai di RS dalam keadaan meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Suyono.

Dari keterangan saksi-saksi, kedua korban nekat mandi dan bermain di embung padahal tidak bisa berenang sehingga tenggelam. Pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak autopsi. Kapolsek sendiri yang menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga kedua korban, baik dari Kalijambe maupun Gesi.*(slp-red)

TAG:
#
Berita Terkait
Diduga Merusak Sertifikat, Perangkat Desa di Katelan Tangen Sragen Dilaporkan Polisi. Ternyata Malah Ada Transaksi Jual Beli
Diduga Merusak Sertifikat, Perangkat Desa di Katelan Tangen Sragen Dilaporkan Polisi. Ternyata Malah Ada Transaksi Jual Beli
Diduga Merusak Sertifikat, Perangkat Desa di Katelan Tangen Sragen Dilaporkan Polisi. Ternyata Malah Ada Transaksi Jual Beli
Diduga Merusak Sertifikat, Perangkat Desa di Katelan Tangen Sragen Dilaporkan Polisi. Ternyata Malah Ada Transaksi Jual Beli
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Sinergi KKP dan Pemangku Kepentingan Diperkuat, Sukabumi Disiapkan Jadi Pilot Project Percepatan Layanan Sektor Kelautan dan Perikanan
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Gelar Pelatihan Diversifikasi Produk Perikanan, Dorong UMKM Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing
KKP dan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Perkuat Standar Budidaya melalui Sosialisasi CPIB dan CBIB
DPU Kabupaten Sukabumi Genjot Rehabilitasi Jaringan Irigasi Citepus, Perkuat Pasokan Air untuk Pertanian
DPU Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Kualitas Ruas Jalan Jaksa Agung R. Suprapto di Palabuhanratu
Indeks Berita