Tutup Perusahaan Tambang di Parung Panjang, KDM Janjikan Pekerjaan Baru

Tutup Perusahaan Tambang di Parung Panjang, KDM Janjikan Pekerjaan Baru
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
DAERAH
Minggu, 19 Okt 2025  17:37

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya menemui warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang sempat meluapkan protes keras akibat penutupan aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Dedi berjanji akan memberikan pekerjaan baru bagi warga yang terdampak kebijakan tersebut.

Diketahui seorang pria dari Kabupaten Bogor itu sebelumnya viral di media sosial setelah memprotes keras Dedi Mulyadi.

Dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram resmi sang gubernur, pria itu sambil memakan kelapa mengeluhkan kondisi ekonominya setelah tambang di wilayahnya ditutup.

Ia menuding kebijakan Dedi yang menutup sementara perusahaan tambang di Parung Panjang telah membuatnya kehilangan mata pencaharian dan kesulitan membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.

"Gara-gara sia KDM aing teu bisa ngahakan kejo, ngahakan kalapa ayeuna mah teu kabeli beas beas acan aing gara-gara sia PT ditutup," ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, dalam pertemuan dengan pria itu di kediamannya di Pakuan, Subang, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan alasan di balik kebijakan penutupan tambang.

Menurutnya, kegiatan tambang di Parung Panjang selama ini menimbulkan kemacetan parah, kecelakaan lalu lintas, serta korban jiwa.

Selain itu, banyak perusahaan tambang yang tidak memenuhi kewajiban terhadap pekerja, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, termasuk pada pria yang melontarkan protes keras terhadap KDM tersebut.

"Ku kituna, teu kudu melang bapak, kuring tanggung jawab. Kasihan warga Jawa Barat ngan ukur bisa ngahakan kalapa," ujar Dedi dalam bahasa Sunda yang menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab atas dampak sosial kebijakan tersebut.

Dalam pertemuan itu juga, mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan bahwa pemerintah akan membuka lapangan kerja baru bagi warga terdampak.

"Mimiti November, bapak jeung babaturanana bakal digarap dina program energi kebersihan, saluran air, jeung proyek pembangunan jalan, irigasi, drainase," ungkap Dedi, menegaskan bahwa kesempatan kerja akan diberikan mulai awal November mendatang.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 3.500 keluarga di Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Tenjo, dan sekitarnya terdampak langsung oleh kebijakan penutupan tambang tersebut.

"Insya Allah, kami akan pekerjakan mereka di sektor-sektor pekerjaan umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegas Dedi Mulyadi.

TAG:
#parung panjang
#truk kdm
#dedi mulyadi
#bogor
Berita Terkait
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Siap-siap Tak Dapat Dana Desa bagi Desa di Jabar yang Tak Kelola Sampah
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Propam Periksa Eks Kapolda Kalbar Terkait Tambang Aseng, DPP MAUNG: Seluruh Keterlibatan Harus Terungkap Berdasar Hukum
Keutamaan Menjaga Kebersihan dan Keindahan
Polrestabes Palembang Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penganiayaan Karyawan Berhasil Diamankan
Kasus BTN Purwakarta: DPD RAJAWALI Beberkan Pasal Berlapis yang Bisa Menghukum Pelaku Kredit Fiktif 
OTT Pejabat Kemenhub, ini modus licik peras usaha pelayaran
Indeks Berita