Dituduh Pungli, Ketum FORPESS Klarifikasi.

Dituduh Pungli, Ketum FORPESS Klarifikasi.
Foto: Ketum Forpess dan pengurus
SUMSEL
Rabu, 10 Mei 2023  09:38

PALEMBANG-SUMSEL, AliansiNews.

Diduga adanya unsur cemburu sosial dan iri terhadap program kerja saingan terpilihnya Ketua Umum Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) periode tahun 2022 - 2027 belum lama ini hingga beredarnya tuduhan di salah satu media berjudul "Ketum Forpess Diduga Pungli "Pelicin Proposal" Kemenag RI" yang pemberitaan nya sempat mencuat kepermukaan. 

Menanggapi tuduhan ini, Ketua Bidang Ekonomi dan Pembangunan FORPESS, Gus Ary Sopian, S.H.I, ME, MM menceritakan, "berawal adanya program dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui aplikasi Sistem Manajemen Bantuan (SIMBA). Lantaran baru berdiri pengurus Fonpess, tentu belum adanya pembangunan dan belum adanya bantuan dari pemerintah baik Kabupaten, kota, bahkan Provinsi", katanya dibincangi media ini Rabu (10/05/2023). 

"Kebetulan, para pengurus kami sebagian besar dari Nahdlatul Ulama (NU), kami mencoba memberikan kontribusi dengan mengajukan permohonan bantuan dengan berkoordinasi dengan puluhan Pondok Pesantren (Ponpes) bagi yang berminat, tanpa adanya paksaan. Namun, kami berharap agar semua berminat, demi kepentingan dan kemajuan serta perkembangan Pondok Pesantren bersama, baik pro maupun kontra agar tidak ada kesenjangan sosial", harap Gus Ary. 

"Berdasarkan inisiatif dari beberapa Kiayi mengusulkan untuk bersepakatan, memberikan bantuan secara sukarela untuk membantu biaya operasional (menginap,makan dan pendampingan pembuatan kelengkapan pengajuan hingga larut malam selama 2 hari kurang lebih hingga selesai). Akhirnya diputuskan mengirim uang melalui rekening salah satu pengurus, yang sebelumnya semua ditanggung oleh Ketua Umum (Ketum) yang menaungi sekitar 579 Pondok Pesantren se Sumatera Selatan", ungkap Gus Ary. "Bila telah masuk ke rekening pengurus, bukti transaksi dishare ke group WhatsApp (WA)", lanjutnya. 

"Diduga adanya unsur cemburu sosial dan iri diduga para saingan terpilihnya Ketua Umum Fonpess belum lama ini, bukti transaksi yang dishare ke group WA, tersebar ke salah satu oknum LSM yang diduga disebarkan oleh oknum yang kontra diduga ingin menjatuhkan para pengurus terpilih", ungkap Gus Ary. 

"Bila klarifikasi kami ini tidak diindahkan, maka, dengan berat hati, kami akan melakukan langkah hukum", tegas Ust Ary. 

Ketua Umum FORPESS, KH Muhsin Salim M.Pd membenarkan, "benar, klarifikasi yang disampaikan oleh Gus Ary, kami merangkul bagi yang berminat saja, tidak ada paksaan. Sebab, kami merangkul untuk mengikuti program bantuan SIMBA dari Kemenag RI ini lantaran adanya keluhan sebagian besar Pondok Pesantren dalam kondisi memprihatinkan, bahkan ada yang beratapkan terpal. Mereka pun mengeluhkan, belum pernah berhasil mengajukan permohonan bantuan", keluh KH Muhsin. 

Menurut Ketum FORPESS, "hal ini terjadi lantaran, sebagian besar Ponpes belum mempunyai operator, sebab, permohonan untuk mengikuti program bantuan SIMBA dari Kemenag RI ini secara online dan harus mempunyai operator", terangnya. 

"Langkah kami sebelumnya telah ke Ponpes secara door to door bertujuan untuk membantu mengajarinya kepada para santri, mulai dari menginput data para pengurus dan santri serta mengajukan permohonan bantuan secara online yang merupakan tugas operator, kami hanya membantu tanpa paksaan dan tujuan apapun dan mereka pun menyambut baik dan berinisiatif membantu demi kemajuan pondok pesantren", ungkap Ketum. 

"Tiba-tiba beredarnya informasi yang mengatakan, adanya pungli terhadap Pondok Pesantren se Sumatera Selatan, bahkan ada WA dari oknum LSM dan oknum Media masuk ke saya dengan mengaku pernah berkunjung ke pondok pesantren "Nurul Hidayah" di Jl.Lintas Kepahyang Kec.Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sembari mengatakan, "bagaimana bantahannya, kalau tidak, dalam tempo tiga hari akan diberitakan kembali dan keranah hukum", bernada ancaman", ucap Ketum menirukan kata oknum. 

Padahal sepengetahuan KH Muhsin, "Tidak ada yang datang, boleh kita cek CCTV", tegasnya. "Kami tidak melakukan yang dituduhkan", bantahannya. "Dalam hal ini saya serahkan ke pengurus untuk menyelesaikannya, sebab, hal ini telah mengganggu aktivitas dan pengajian kami di pondok", tutup Ketum. 

Sementara, Wakil Ketua Umum FORPESS, KH Masluk Ar Rodhy SH menambahkan, "hal ini terjadi lantaran, setelah terpilihnya Ketum FORPESS, langsung bergerak melaksanakan program kerja yang tak mengenal waktu dan lelah demi kemajuan pondok pesantren dan disambut baik dan positif oleh sebagian besar pondok pesantren yang diduga program kerja ini berdampak terhadap oknum lawan saingan", ungkap KH Masluk.

Didampingi salah satu anggota FORPESS, KH Husnandar Daroini, "Hingga setelah diberikan bantuan secara sukarela sebagai wujud ungkapan terimakasih, tiba-tiba timbulnya tuduhan yang tidak benar", tegas Waketum ini.(yn)

TAG:
#
Berita Terkait
Menanggapi aksi demo di Dishub Sumsel, Gubernur  : Mari lakukan pengawasan bersama-sama.
Menanggapi aksi demo di Dishub Sumsel, Gubernur  : Mari lakukan pengawasan bersama-sama.
Menanggapi aksi demo di Dishub Sumsel, Gubernur  : Mari lakukan pengawasan bersama-sama.
Menanggapi aksi demo di Dishub Sumsel, Gubernur  : Mari lakukan pengawasan bersama-sama.
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Dinas PU Kabupaten Sukabumi Bangun TPT di Ruas Jalan Cipamatutan–Sukatani untuk Perkuat Stabilitas Tebing Jalan
Sewa Pesawat Tak Ada, Dana Rp5,49 Miliar Lenyap?  Maung Kota Tangerang Ingatkan Ancaman Hukum Berat Bagi Pelaku
Dinas PU Kabupaten Sukabumi Pulihkan Saluran Irigasi DI Cipamatutan yang Rusak Akibat Banjir
Dinas PU Kabupaten Sukabumi Mulai Rekonstruksi Jalan Parungkuda–Langbow, Tingkatkan Konektivitas dan Kenyamanan Pengguna Jalan
DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat dan Sukses PEMKAB. Sukabumi Meraih Opini WTP Ke-12
Indeks Berita