Serunya Siswa SD Negeri 2 Tihingan Belajar Kampung Iklim Lewat Games Edukatif

Serunya Siswa SD Negeri 2 Tihingan Belajar Kampung Iklim Lewat Games Edukatif
 
BALI
Rabu, 03 Sep 2025  21:09

Klungkung, 2 September 2025 — Suasana penuh semangat mewarnai SD Negeri 2 Tihingan pada Selasa pagi saat Tim PPK Ormawa HMTL 2025 mengadakan sosialisasi Program Kampung Iklim.

Anak-anak dari kelas 1 hingga 6 begitu antusias mengikuti kegiatan yang berfokus pada perubahan iklim, biopori, hidroponik, dan pemilahan sampah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PPK Ormawa HMTL 2025, Koordinator Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Udayana, dua dosen Teknik Lingkungan, dosen pendamping, delapan guru SD Negeri 2 Tihingan, serta seluruh siswa kelas 1–6 SD Negeri 2 Tihingan.

Kehadiran para dosen, guru, dan siswa menegaskan dukungan penuh terhadap upaya membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Antusiasme anak-anak terlihat jelas ketika mereka menanggapi materi tentang biopori dan kampung iklim. Beberapa siswa melontarkan pertanyaan polos namun penuh rasa ingin tahu, seperti:

“Kak, kalau bikin biopori di rumah bisa bikin banyak lubang nggak biar sampahnya cepat habis?”

“Kak, biopori ini bisa bikin halaman jadi nggak banjir ya?”

“Kalau kampung iklim itu artinya kita semua harus jaga lingkungan ya, kak?”

Pertanyaan itu dijawab dengan sabar oleh tim PPK Ormawa. Mereka menjelaskan bahwa biopori berfungsi mempercepat peresapan air dan membantu mengolah sampah organik, sedangkan Kampung Iklim adalah program yang mendorong masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan bersama-sama.

Sosialisasi ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan games interaktif yang terkait dengan perubahan iklim yang telah dijelaskan sebelumnya.

Anak-anak tampak bersemangat mengikuti permainan sambil mengulang kembali pesan-pesan penting, seperti pentingnya memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan menanam pohon untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tihingan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat senang anak-anak diperkenalkan dengan konsep kampung iklim. Harapannya mereka bisa menjadi agen kecil perubahan di rumah dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Dengan semangat yang ditunjukkan para siswa, SD Negeri 2 Tihingan kini memiliki langkah awal untuk menumbuhkan generasi muda peduli lingkungan.

Melalui biopori, hidroponik, pemilahan sampah, serta edukasi perubahan iklim, anak-anak belajar bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal sederhana di rumah maupun di sekolah.

TAG:
#ormawa html
#universitas
#udayana
Berita Terkait
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Sosialisasi Program dan Penerimaan Tim: Awal Mula Perjalanan PPK Ormawa HMTL 2025 di Desa Tihingan, Bali
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Aliansi Indonesia laporkan dugaan TPPO yang menimpa warga Sukabumi
Wanita meninggal dalam mobil dinas di Bandara Juanda ternyata seorang ASN,  pembunuhnya teridentifikasi
Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial, Polsek Sukarami Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Rentan
Polsek Sukarami Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Bakti Sosial untuk Warga Kurang Mampu
MA Kabulkan PK Menteri ATR/BPN, Sofhuan Yusfiansyah Nilai SHGU PT SKB Dibatalkan Secara Permanen
Indeks Berita