Dirintis Jokowi, Pabrik Lotte di Cilegon bisa tekan impor migas hingga Rp23 Triliun

Dirintis Jokowi, Pabrik Lotte di Cilegon bisa tekan impor migas hingga Rp23 Triliun
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato dalam agenda peresmian new ethylene project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).
EKONOMI
Sabtu, 08 Nov 2025  17:38

Kehadiran pabrik petrokimia New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, sebagai bagian dari proyek hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) pemerintah, diproyeksi mampu mengganti impor produk petrokimia hingga USD1,4 miliar per tahun (setara Rp23,4 triliun).

Proyek yang menelan investasi sekitar USD3,9 miliar ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan mendorong nilai tambah di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pabrik baru ini mampu menghasilkan nilai hilirisasi hingga USD2 miliar per tahun, dengan rincian USD1,4 miliar akan menggantikan impor dan berpotensi menambah nilai ekspor sebesar USD600 juta.

"Dari total kapasitas produksinya, 70 persen akan dipasarkan di dalam negeri, dan 30 persen di luar negeri. Jadi selama ini kita impor, dengan pabrik ini kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025).

Fasilitas New Ethylene Project mampu mengolah naphtha sebesar 3.200 kiloton per tahun (kTA), dengan dukungan LPG hingga 50 persen sebagai bahan tambahan. Dari proses tersebut dihasilkan produk hulu seperti ethylene (1.000 kTA), propylene (520 kTA), mixed C4 (320 kTA), pyrolysis gasoline (675 kTA), pyrolysis fuel oil (26 kTA), dan hydrogen (45 kTA).

Sementara itu, produk hilir yang dihasilkan meliputi high density polyethylene (HDPE) sebanyak 250 kTA, linear low density polyethylene (LLDPE) sebanyak 200 kTA, polypropylene (PP) sebanyak 350 kTA, butadiene sebanyak 140 kTA, raffinate sebanyak 180 kTA, serta benzene, toluene, dan xylene (BTX) dengan total kapasitas 400 kTA.

Produk-produk petrokimia tersebut akan menjadi bahan baku bagi berbagai industri, seperti pembuatan botol plastik, kabel, bumper kendaraan, alat kesehatan, ban, karet sintetis, pembasmi serangga, hingga cat.

"Hari ini membuktikan bahwa hilirisasi Indonesia tidak hanya kita bangun hilirisasi mineral dan batu bara, tapi juga sudah mulai beranjak ke hilirisasi minyak dan gas bumi," kata Bahlil.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai Kepala Negara yang paling berjasa memulai proyek pabrik new ethylene project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten.

Dalam sambutannya pada peresmian pabrik tersebut di Cilegon, Kamis, Presiden Prabowo mengatakan sempat mengundang Jokowi untuk turut hadir dalam acara peresmian pabrik tersebut.

"Saya kemarin juga mengundang atau saya minta diundang Presiden Joko Widodo, Presiden Ke-7. Karena bagaimanapun ini salah satu prestasi beliau, ini dimulai di zaman beliau juga hasil kesepakatan hasil lobi beliau dengan pimpinan Korea, jadi sepantasnya beliau ke sini," katanya.

Menurut Kepala Negara, kehadiran Jokowi di lokasi peresmian adalah hal penting karena kehadiran pabrik LCI dimulai pada era pemerintahan sebelumnya.

Prabowo mengaku telah mengundang Jokowi secara langsung melalui sambungan telepon. Namun, Presiden Prabowo memaklumi keputusan Jokowi tidak hadir di agenda tersebut.

"Hanya beliau minta maaf, beliau telepon saya, beliau belum bisa hadir dan saya juga sampaikan kita maklumi," katanya.

TAG:
#lotte chemical
#jokowi
#prabowo
#bahlil
Berita Terkait
Berkunjung ke Karo, Jokowi Bantu Petani Jeruk Atasi Hama Lalat Buah
Berkunjung ke Karo, Jokowi Bantu Petani Jeruk Atasi Hama Lalat Buah
Berkunjung ke Karo, Jokowi Bantu Petani Jeruk Atasi Hama Lalat Buah
Berkunjung ke Karo, Jokowi Bantu Petani Jeruk Atasi Hama Lalat Buah
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polrestabes Palembang Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penganiayaan Karyawan Berhasil Diamankan
Kasus BTN Purwakarta: DPD RAJAWALI Beberkan Pasal Berlapis yang Bisa Menghukum Pelaku Kredit Fiktif 
OTT Pejabat Kemenhub, ini modus licik peras usaha pelayaran
Polda Kalbar Diminta Buktikan Tak Ada yang Kebal Hukum, MAUNG Kubu Raya Ajukan Sejumlah Pertanyaan Kritis di Kasus Mangrove
Kontroversi Dapur MBG di Betung Memanas, YGMS Siap Tempuh Jalur Hukum terhadap Ketum Jarnas Sumsel
Indeks Berita