Viral! 3 Pemuda nekat mandi saat banjir lahar Semeru, begini nasibnya

Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan tiga orang pemuda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menantang maut mandi saat terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru viral di media sosial.
Peristiwa ini diketahui terjadi di tanggul penahan aliran lahar Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Meskipun aksi nekat tersebut tidak sampai memakan korban jiwa, video tersebut sontak memantik reaksi keras dari publik.
Netizen mengecam tindakan ketiga pemuda tersebut lantaran dianggap menyepelekan bencana dan membahayakan nyawa di tengah derasnya arus lahar yang membawa material vulkanik.
Menindaklanjuti kegaduhan yang ditimbulkan oleh video viral tersebut, pihak kepolisian setempat langsung bergerak cepat.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa ketiga pemuda tersebut telah diamankan dan langsung menjalani proses pembinaan.
“Tiga pemuda yang ada dalam video itu sudah kita amankan untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah aliran lahar saat terjadi banjir.
Daerah tersebut sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal karena arus deras membawa material berat, batu, dan lumpur panas.
Sebelumnya, banjir lahar hujan dengan amplitudo maksimal 38 milimeter itu menyebabkan tanggul sepanjang 200 meter jebol di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.
Ratusan warga di Desa Gondoruso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dikabarkan terisolasi akibat banjir lahar Gunung Semeru setelah hujan deras yang juga memutus akses jalan dan mengakibatkan tanggul jebol pada Rabu (5/11).
"Banjir lahar dingin juga menyebabkan tiga dusun di Desa Gondoruso yakni Dusun Kaliwelang, Liwek, dan Glendang Petung terisolasi. Sekitar 300 kepala keluarga (KK) di tiga dusun tersebut kini sulit beraktivitas karena akses jalan terputus," kata Kepala Desa Gondoruso, Maman Suparman di desa setempat.
Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Semeru menyebabkan banjir lahar dan debit air di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Semeru meningkat hingga menyebabkan jembatan limpas yang menjadi penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Tempursari rusak parah, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.












