Pemasangan Pipanisasi Kelanjutan 100 Kerja Desa Cileuksa, Masyarakat Merasakan Air Persawahan.

Bogor - Aliansinews id. Air adalah sumber kehidupan, itulah kata pepatah yang bisa kita tanamkan dalam diri bahwa pentingnya akan air untuk kebutuhan sehari-hari. Air merupakan kebutuhan yang kedua setelah udara, (27-05-2025).
"Bila kita memandang ke daerah lain yang begitu susahnya mereka mendapatkan air untuk berbagai kegunaan pesawahan ada baiknya rawatlah lingkungan disekitar kita agar air yang menjadi sumber kehidupan tidak tercemar nantinya.
Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor ini mempunyai jumlah penduduk banyak, tentunya berbagai macam kebutuhan hidup bermacam-macam pula.
Berbicara masalah pipanisasi mayoritas masyarakat mendapatkan air dengan cara menampung mata air, pegunungan tersedia dibeberapa tempat dan manfaatnya hanya dirasakan oleh warga disekitar mata air bak penampung ke bak sadap tersebut.
Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhandi menuturkan dengan adanya kegiatan irigasi perpipaan penerima poktan tani mukti kampung Cileuksa RT 001/008 PPK Dinas tanaman pangan Hortikultura dan perkebunan Kabupaten Bogor.
Untuk kebutuhan lahan sawah 35 Hektar dan lahan darat sekitar 15 Hektar untuk program lanjutan irigasi pipanisasi kelompok tani tunas muda dan kelompok tani Harapan mulya.
"Bantuan Tahun 2025 sehingga melalui Program Pembangunan Irigasi Pipanisasi mengalokasikan volume 900 M + 1 bak sadap dan 2 bak penampung, Pipa 4 in 12 m, pipa 3 in 250 m, pipa 2 in 600 m. Total 862 pipanisasi, Dengan anggaran Rp.100.517 340.
Untuk masyarakat bisa membangun apa yang menjadi kebutuhannya. Pemerintah Desa Cileuksa dengan Dana Desa tersebut berusaha untuk merealisasikan berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan.
”Pada tahun 2025 Desa Cileuksa lanjutan mengerjakan Pipanisasi Desa dengan Volume 900 meter yang berlokasi di blok Hamerang Desa Cileuksa ,” tutur Kades Ujang Ruhandi.
Kepada Desa Cileuksa, Ujang Ruhandi yang disapa Apih Ujang menjelaskan teknis irigasi pipanisasi yang baik agar distribusi air berjalan lancar ke sawah masyarakat.
“Adapun irigasi pipanisasi ini memakan waktu lumayan lama agar hasilnya baik agar saluran distribusi air dipastikan bisa lancar mengalir sampai ke sawah masyarakat.
Tahap awal dalam pengerjaan pipanisasi air dilakukan mulai dari penggalian parit untuk induk disepanjang lintasan kampung Cileuksa sampai ke ujung.
Dalam pengerjaan pemasangan pipanisasi serta dalam proses penyambungan pipa satu dengan yang lainnya membutuhkan ketelitian untuk menghindari kebocoran pipa itu sendiri dan tentunya menghindari kerugian terhadap asupan air,” jelas ujang Ruhandi
“Setelah pemasangan pipanisasi induk selesai, tahap selanjutnya yaitu pembangunan Bak penampungan 1 x 2 meter serta pemasangan pipanisasi saluran lansung ke sawah warga.
Guna bak penampung yaitu untuk agar air, dan bisa disalurkan ke sawah warga disekitarnya. Pemasangan bak harus lebih tinggi dari permukaan tanah agar tidak mengalami kerusakan baik disebabkan genangan air, tertimbun tanah/pasir serta pemasangan pipa pun harus berada di posisi aman dan tidak mudah patah,” tambahnya.
Kepala Desa, Ujang Ruhandi berharap dengan pipanisasi ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat agar warga masyarakat lebih terbantukan dalam pengelolaan persawahan.
“Tahap demi tahap dilakukan penuh ketelitian dalam pengerjaan pipanisasi, agar hasilnya bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat. Selesainya pembuatan pipaniasi ini, masyarakat Desa Cileuksa Tak Lagi Kesulitan Air Bersih, dan lebih mementingkan kesehatan terhadap menggunakan air bersih ” Ujar Kades Ujang.
“Itulah pemanfaatan Tahun 2025 yang kegiatan pembangunannya memenuhi sarana prasarana air. Dengan adanya Pipanisasi ini semoga kedepannya masyarakat Desa Cileuksa terus bisa terpenuhi dengan adanya air yang sudah mengalir ke persawahan mereka dan tahu akan pentingnya menjaga kualitas air dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.
(Yogi)












