Bikin Miris! Ini Alasan Polisi Hanya Nonton Wanita Dikeroyok Debt Collector di Halaman Polsek

Bikin Miris! Ini Alasan Polisi Hanya Nonton Wanita Dikeroyok Debt Collector di Halaman Polsek
Foto: Wanita dikeroyok oknum DC di Polsek Bukit Raya. (X @Heraloebss)
HUKUM
Selasa, 22 Apr 2025  15:56

Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil, akhirnya angkat suara terkait anggotanya yang hanya nonton dan merekam seorang wanita dikeroyok debt collector di depan Mapolsek Bukit Raya.

Ia berdalih bahwa kekerasan itu dipicu oleh perebutan target penarikan kendaraan antara dua kubu debt collector.

Namun yang paling mengejutkan adalah penjelasan mengenai sikap pasif anggota kepolisian saat insiden terjadi.

“Anggota saya sudah berusaha membantu, tapi kalah jumlah. Apalagi, mereka sudah tua-tua dan banyak yang sakit. Ada yang diabetes, hipertensi, saraf kejepit, bahkan ada yang bahunya sudah dipasangi pen,” ujar Syafnil dikutip dari caption unggahan Selasa, 22 April 2025.

Dalih tersebut sontak memancing reaksi publik. Pasalnya, petugas kepolisian sejatinya memiliki kewajiban untuk melindungi warga, apapun kondisinya. Kejadian ini menyoroti buruknya kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi darurat.

Lebih memprihatinkan lagi, Syafnil juga mengungkap bahwa ada empat polisi lain di lokasi yang hanya menonton dan merekam video, tanpa memberikan bantuan.

Mereka diketahui bukan dari Polsek Bukit Raya, namun berasal dari satuan lain. Saat ini, keempatnya telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dan Polda Riau untuk diperiksa lebih lanjut.

Peristiwa bermula dari perselisihan antara suami korban dan debt collector pada Jumat malam, 18 April 2025, di depan sebuah hotel di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Perselisihan tersebut sempat dilerai oleh polisi, dan kedua pihak sepakat bertemu kembali di Jalan Parit Indah, tak jauh dari kantor Polsek Bukit Raya.

Namun, situasi kembali memanas saat E alias Kevin, pimpinan Debt Collector, Fighter Pekanbaru, datang bersama rombongannya.

Keributan pun pecah, mobil korban dirusak, dan Ramadhani Putri berusaha melarikan diri ke halaman Polsek bersama suaminya.

Bukannya mendapat perlindungan, ia justru kembali diserang oleh para pelaku di lokasi yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi warga.

Hingga kini, empat pelaku telah ditangkap oleh tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Mereka adalah Kevin (46), MHA (18), R alias Riau (46), dan RS alias Garong (34). Tujuh pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Ketuanya adalah Kevin. Dari pendataan, ada 11 orang yang terlibat dan tujuh di antaranya masih buron. Kami ultimatum agar mereka segera menyerahkan diri,” tegas Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan.

TAG:
#polisi
#debt collector
#riau
Berita Terkait
Patsus, Sanksi bagi Polisi yang Hina Seniman di Subang
Patsus, Sanksi bagi Polisi yang Hina Seniman di Subang
Patsus, Sanksi bagi Polisi yang Hina Seniman di Subang
Patsus, Sanksi bagi Polisi yang Hina Seniman di Subang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Dukung Pengawasan KPK, RAJAWALI Jatim Jalankan Instruksi DPN: Sapu Bersih Praktik Korupsi Anggaran Rakyat di Seluruh Indonesia
KPK Dorong Pemda Lampung Tutup Celah Korupsi, DPD MAUNG Lampung Apresiasi dan Siap Mengawal
Terseret kasus suap impor Bea Cukai, Raffi Ahmad buka suara
Lebih 12 Jam Diperiksa, DPD RAJAWALI Purwakarta – Organisasi Pers – Desak Kejari Ungkap Fakta Sebenarnya
Joint investigation KPK dan Polri diperluas hingga ke daerah
Indeks Berita