Baru Bulan Kemarin di Resmikan, Proyek Pasar Nglangon Sragen Telan Anggaran Rp 33 Miliar Tuai Protes Warga. Penampakan Paving yang Mudah Rusak Jadi Sorotan

Baru Bulan Kemarin di Resmikan, Proyek Pasar Nglangon Sragen Telan Anggaran Rp 33 Miliar Tuai Protes Warga. Penampakan Paving yang Mudah Rusak Jadi Sorotan
Foto: Renovasi pasar nglangon di Kabupaten Sragen yang telah usai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bulan lalu. (Dok)
SOLO RAYA
Rabu, 08 Mar 2023  00:40

SRAGEN - Mencuat dipublik juga beberapa media, bahwasanya renovasi pasar nglangon di Kabupaten Sragen telah usai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bulan lalu. Dan saat ini, Pasar Terpadu Sukowati tersebut sudah mulai dioperasikan setelah proses renovasinya tuntas tinggal menunggu waktu untuk boyongan para pedagang ke Pasar Sukowati Sragen.

Data yang dihimpun, pembangunan pasar itu menelan anggaran hingga Rp33 miliar. Beragam cerita mengiringi progres renovasinya. Satu di antaranya soal target penyelesaian sempat molor Desember 2022 kemarin. Sehingga PT Darlin Ayudia, pelaksana proyek harus menambah 400 pekerja untuk menggelar percepatan penyelesaian.

Pasar ini dulunya tempat sarang prostitusi dan perjudian, dan area itu merupakan gabungan dari tiga pasar, yakni Nglangon, Joko Tingkir dan Pasar Renteng. Rencana Pemkab nantinya akan dijadikan sentra batik, pusat perniagaan batik bangunan menjadi tiga lantai, dan telah disiapkan Pemkab Sragen dana anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp20 miliar, pada tahun 2023 ini. 

Namun alhasil beberapa kendala mulai timbul sebelum dilakukan acara boyongan pedagang. 

Gejolak yang pertama, sejumlah warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Nglangon menggeruduk lokasi Pasar Sukowati Sragen, Minggu (5/3/2023) kemarin, dan meminta Pemkab agar mereka dilibatkan dalam pengelolaan pasar tradisional yang diresmikan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu.

Aspirasi dituangkan dengan memasang spanduk digapura, menyebar sejumlah poster dan MMT permohonan pengelolaan jasa parkir, MCK beserta  keamanan pasar. Mereka berharap keberadaan pasar tersebut juga memberi imbas positif bagi warga setempat. 

Diungkapkan Sunarto salah satu perwakilan warga setempat, bahwa dulu waktu mau pembangunan pasar Nglangon tidak pernah adanya sosialisasi ke warga terkait.

"Sosialisasi belum pernah ada, dan terkait pengelolaan pasar kedepannya bagaimana kami juga tidak tahu. Jangankan pihak dinas, dari mulai pemborong atau siapapun tidak ada yang namanya kulo nuwun ke warga Nglangon," bebernya.

Celoteh yang lain, dikatakan para warga sebelumnya pihak Diskumindag pernah menawarkan agar 4 orang warga jadi outsourcing bagian pengamanan. Sedangkan MCK dan parkir dikelola oleh kelompok lain. Akan tetapi sampai saat ini belum ada titik kejelasan.

Selain itu, gejolak kedua muncul adanya sorotan kondisi paving di Pasar Nglangon tersebut yang mudah rusak karena dilewati truk bermuatan kayu. Hal itu akhirnya menjadi sorotan berbagai pihak dan pedagang, baik video dan foto informasi tentang paving yang rusak cepat menyebar kepada antar pedagang melalui WA.

Soal paving di halaman pasar sisi timur Pasar Sukowati tersebut diketahui mudah rusak lantaran tak kuat menahan beban truk yang melintas dengan membawa material kayu untuk membuat sekat kios kayu di sisi timur. 

Terpisah, beda lagi dengan apa yang disampaikan Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen Cosmas Edwi Yunanto, Dia menyampaikan terkait Pasar Sukowati nantinya bakal memakai sistem e-parkir, dan pengelolaan parkir menggunakan sistem elektronik.

Menurutnya, karena terhubung dengan sistem keuangan daerah maka akan menggunakan pihak ketiga. Kemudian perihal keputusan untuk pengelolaan MCK dan keamanan sendiri pihak Diskumindag masih menunggu hasil rapat pada Senin depan.

Menanggapi sorotan adanya paving yang rusak itu, bahwa sesuai mekanisme pengerjaan proyek pasar tersebut masih dalam masa pemeliharaan dari rekanan selama enam bulan sejak serah terima yang pertama kemarin. Lalu soal rencana boyongan pedagang besok nantinya juga akan dimulai dengan hiburan wayang Kampung Sebelah pada Jumat besok dilakukan pada Sabtu pagi mulai pukul 06.00 WIB.

“Untuk Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir, undiannya sudah selesai. Tinggal sebagian warga di Kios Renteng Nglangon. Yang sudah mengambil undian ada 35 orang dari 75 orang di Kios Renteng,” imbuhnya. 

Berikut ini daftar pedagang Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingki Sragen yang berencana ikut boyongan:

1. Pasar Nglangon

a. Pedagang di los: 499 orang

b. Pedagang di kios: 88 orang

2. Pasar Joko Tingkir

a. Pedagang di los: 149 orang

b. Pedagang di kios: 48 orang

c. Pedagang di los sepeda: 1 orang

3. Warga Kios Renteng Nglangon

a. Warga yang ambil undian: 35 orang

b. Warga yang belum ambil undian: 40 orang. (*)

TAG:
#sorotan
#paving rusak
#boyongan
#pasar nglangon
#sragen
Berita Terkait
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Hasil Seleksi Perdes Karangtalun Tanon Sragen Tuai Protes di Nilai Tak Transparan, Salah Satu Peserta Melayangkan Surat Keberatan Hingga Tembusan ke Camat. Nilai CAT di Sebut Tidak Tampil Real Time
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita