LGI Sumsel Apresiasi Tunda Tender Proyek Hibah Kejari Rp 6,2 M: Lindungi Mutu, Tapi Sangat Sayangkan Uang Rakyat Jadi SILPA

LGI Sumsel Apresiasi Tunda Tender Proyek Hibah Kejari Rp 6,2 M: Lindungi Mutu, Tapi Sangat Sayangkan Uang Rakyat Jadi SILPA
Foto: Ilustrasi
SUMSEL
Jumat, 17 Okt 2025  19:11

PALEMBANG, Aliansinews"

Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Garuda Indonesia (LGI) Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi kritis terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang. 

Keputusan PUPR yang gagal meluncurkan tender Pembangunan Gedung Barang Bukti Kejaksaan Negeri Palembang senilai Rp 6,2 Miliar dinilai sebagai langkah tepat, meskipun terpaksa, demi menjaga kualitas proyek.

Ketua LGI Sumsel, Al Anshor, S.H., C.MSP., menegaskan bahwa dengan jadwal RUP yang sudah melewati 14 Oktober dan waktu pelaksanaan yang hanya tersisa 2,5 bulan, memaksakan proyek konstruksi vital ini berjalan akan melahirkan malapetaka mutu.

"Kami tegas mengapresiasi PUPR yang menahan diri untuk tidak melanjutkan tender. Ini adalah tindakan penyelamatan mutu proyek dari risiko `kejar tayang` yang pasti akan merusak hasil akhir. Proyek sebesar Rp 6,2 Miliar, yang merupakan fasilitas penegakan hukum, tidak boleh dibuat asal jadi," ujar Al Anshor.

Walau mendukung penundaan tender, LGI Sumsel memberikan kritik keras terhadap manajemen perencanaan anggaran PUPR yang terbukti kacau.
"Keputusan untuk tidak melanjutkan tender ini memang melindungi mutu, namun ia sekaligus membuka fakta pahit bahwa anggaran hibah dari APBD-P Kota Palembang ini dipastikan gagal terserap," kritik Al Anshor.

Dengan tender yang belum dibuka hingga hari ini, dana sebesar Rp 6,2 Miliar untuk Pembangunan Gedung Barang Bukti tersebut hampir pasti akan menjadi SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran). LGI Sumsel menilai hal ini sebagai kerugian besar dan bukti nyata lemahnya koordinasi dan pengawasan internal di Pemkot Palembang.

"Ini adalah kerugian ganda bagi masyarakat. Fasilitas untuk Kejari gagal terbangun, dan dana rakyat miliaran rupiah tidak termanfaatkan. Kami mendesak Walikota Palembang untuk segera mengaudit dan mengevaluasi kinerja PUPR agar insiden `kejar tayang` yang berujung SILPA ini tidak terulang di Tahun Anggaran 2026," tutup Al Anshor.

LGI Sumsel menuntut alokasi anggaran ini diselamatkan dan dipastikan masuk kembali dalam perencanaan anggaran 2026 secara lebih matang. (Tim)

TAG:
#
Berita Terkait
Sambut TKA 2025, SMAN 4 Palembang Mantapkan Kesiapan dan Dorong Siswa Raih Hasil Maksimal
Sambut TKA 2025, SMAN 4 Palembang Mantapkan Kesiapan dan Dorong Siswa Raih Hasil Maksimal
Sambut TKA 2025, SMAN 4 Palembang Mantapkan Kesiapan dan Dorong Siswa Raih Hasil Maksimal
Sambut TKA 2025, SMAN 4 Palembang Mantapkan Kesiapan dan Dorong Siswa Raih Hasil Maksimal
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Beri kejutan kepada Koramil 0621-18 HUT TNI ke-81
Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto, DPP Maung Puluhan Ekskavator di PETI Kalbar Harus Diikuti Jejak Pemodalnya 
Polsek Cibinong Kunjungan ke Koramil Cibinong dalam Rangka HUT TNI ke 81
Kapolsek Megamendung Dan Jajarannya Berikan Kejutan Ke Posmil O621 Kecamatan Megamendung di HUT TNI KE 81 Th
Lampu Jalan OKI Rp3,9 Juta, Harga E-Katalog Rp1,72 Juta: Dishub Diminta Jelaskan Selisih Harga
Indeks Berita