Arogannya Security Perusahaan Ayam CV. CAHAYA FARM Terhadap Warga Kel. Situmekar Kec. Lembursitu Kota Sukabumi

Arogannya Security Perusahaan Ayam CV. CAHAYA FARM Terhadap Warga Kel. Situmekar Kec. Lembursitu Kota Sukabumi
 
JABAR
Selasa, 16 Nov 2021  21:07

media.aliansiindonesia.id

Sukabumi, Terjadinya suatu gejolak antara perusahaan dengan masyarakat, karena kurang terbangunnya hubungan sosial yang baik, antara perusahaan yang menanamkan investasinya disalah satu tempat dengan masyarakat yang ada disekeliling nya. Dan gejolak tersebut bisa terjadi diantaranya pihak perusahaan kurang punya tanggung jawab terhadap pengelolaan juga lingkungan.
Seperti halnya yang terjadi di CV. Cahaya Farm yang terletak dikelurahan situ mekar Kec. Lembur Situ Kota Sukabumi. Keberadaan perusahaan peternakan ayam tersebut sangat mengganggu ketentraman juga kenyamanan masyarakat sekitarnya, karena sistem operasional produksi penanggulangan limbahnya tidak mengacu kepada SOP yang ada. Dampaknya ribuan lalat setiap hari mengganggu dan masuk ke setiap rumah. "Apakah kami harus hidup selamanya dengan lalat dan apakah kami tidak punya hak untuk hidup sehat ?" Imbuh salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya.

"Kami sudah bertahun-tahun menjalani kehidupan seperti ini, kepada siapa kami harus mengadu dimana letak pengawasan pemerintah terkait dengan masalah kami ini" Ungkapnya.
Akhirnya kesabaran masyarakat sampai pada puncaknya yakni dengan lantang menyuarakan keluhan juga penderitaannya melalui medsos.

Suara keluhan masyarakat itu bukan dijawab oleh perusahaan dengan pendekatan persuasif untuk mencari langkah-langkah solusi terbaik dengan masyarakat tapi dengan tindakan serta sikap arogansi terhadap masyarakat. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 14 November 2021 sekitar jam 14,30, dimana beberapa security CV. Cahaya Farm tersebut dengan sengaja menggeruduk warga masyarakat RW 07 Kel. Situmekar Kec. Lembur Situ Kota sukabumi. Ada salah seorang security berinisial A.A dengan arogansinya mengintimidasi, menakut nakuti, menantang berantem hingga mengancam warga dengan kata-kata yg tidak pantas, pungkas salah satu warga ke Awak Media.

Dari kejadian tersebut dilapangan ternyata ada beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan dan diketahui oleh semua pihak utamanya pihak perusahaan dan dinas-dinas terkait, Diantaranya :

1. Ribuan lalat yang sudah masuk ke pemukiman penduduk, yang mangganggu kenyamanan juga kesehatan

2. Air limbah yg mengalir ke permukiman Penduduk khususnya masyarakat Rt. 04/03.

3. Lay out Drainase air yang tidak dibangun sesuai dengan SOP yang ada, yang akhinya setiap musim hujan datang air hujan yang tercampur dengan limbah kandang langsung bermuara ke jalan permukiman sehingga menimbulkan banjir.

4."Blower pembuangan udara dari kandang yg menghadap ke permukiman warga menimbulkan bau dan kotor ke perkampungan" pungkas salah satu warga lainnya.

Sampai hari ini pihak perusahaan belum bisa memberikan keterangan terkait dengan kejadian ini kepada Awak Media.

Harapan kami mari kita duduk bersama, mencari langkah solusi terbaik agar perusahaan bisa menjalankan operasional produksinya dengan baik sementara masyarakat juga tidak merasa terganggu kenyamanan serta ketenangan hidupnya. Bukan dengan cara-cara arogansi dan pengancaman-pengacaman seperti itu. Ini negara hukum kami masyarakat punya hak untuk bersuara dan menentukan pilihan hidup untuk lebih layak dan jauh dari gangguan lalat juga limbah kotoran perusahaan tersebut. Tambahnya. Sukabumi (16/11/2021)

(Red)

TAG:
#cahaya farm
#situmekar
#sukabumi
Berita Terkait
WABUP SUKABUMI MENGHADIRI RAKORNIS BERSAMA DEPUTI KEMENKO PEREKONOMIAN
WABUP SUKABUMI MENGHADIRI RAKORNIS BERSAMA DEPUTI KEMENKO PEREKONOMIAN
WABUP SUKABUMI MENGHADIRI RAKORNIS BERSAMA DEPUTI KEMENKO PEREKONOMIAN
WABUP SUKABUMI MENGHADIRI RAKORNIS BERSAMA DEPUTI KEMENKO PEREKONOMIAN
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Boros Rp1 T per bulan, BGN evaluasi insentif SPPG Rp6 Juta per hari
Sadis! Pelajar SMA di Luwu Timur bunuh gadis tetangga gegara cinta tak sampai
Viral TNI hadang massa demo mahasiswa, ini kata Kapuspen
Hendak terbang dengan jet pribadi, penyelundup narkoba buronan Interpol ditangkap di bandara Bali
Heboh CCTV di kawasan Bundaran HI mati saat demo mahasiswa, ini kata Pemprov DKI
Indeks Berita