Akhir Sebuah Cerita Kades Kalirejo Grobogan, Dari Menghilang Tersandung Dugaan Korupsi APBDes, Gondol Emas, Banyak Utang Sampai Masuk RSJ

Akhir Sebuah Cerita Kades Kalirejo Grobogan, Dari Menghilang Tersandung Dugaan Korupsi APBDes, Gondol Emas, Banyak Utang Sampai Masuk RSJ
Foto: Ilustrasi
SOLO RAYA
Senin, 13 Feb 2023  13:25

GROBOGAN – Sosok Kepala Desa (Kades) Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Teguh Susanto terancam diberhentikan dari jabatannya. Dugaan kasus terungkap diawali dari tak kunjung menyelesaikan dana APBD Desa Tahun Anggaran 2022.

Data yang dihimpun awak media Aliansi Indonesia-KPK dan Lembaga, bahwa Kepala Desa Kalirejo, Teguh Santoso, diduga tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana APBD Desa tahun anggaran 2022 tersebut yang mencapai ratusan juta. Anggaran tersebut diduga dikorupsi sang kades.

Sebab, ada sejumlah kegiatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2022 yang belum dikerjakan. Kegiatan-kegiatan itu pun belum bisa dipertanggungjawabkan sang kades.

Selain tak mampu menyelesaikan kegiatan yang dianggarkan dari APBDes 2022, sang kades juga sempat “menghilang” dan mengabaikan teguran dari bupati. Atas perbuatan itu kades tersebut telah diberi peringatan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Tetapi tetap saja tidak diindahkan. Meski sudah dua kali dapat surat peringatan.

Konflik tak cukup disitu, temuan baru si Kades juga banyak hutang. Yang menghebohkan lagi, saat ini dirinya juga diduga menggondol perhiasan milik warganya senilai Rp 30 Juta.

Warga tersebut berinisial W. Ia menuturkan bahwa tantenya telah menitipkan sejumlah perhiasan senilai Rp 30 Juta kepada kades tersebut. Awalnya nitip suatu barang ke kades itu. Karena dipikir paling aman tetapi malah digondol. Perhiasan itu rencananya untuk biaya berobat. Tetapi justru dijual kades tersebut untuk kebutuhan sendiri. Ironisnya, sekarang sang tante justru tengah sakit.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Grobogan Haryono menerangkan, anggaran yang belum bisa dipertanggungjawabkan sang kades mencapai ratusan juta.

’’Antara lain anggaran yang berasal dari Dana Desa. Kemudian dari PAD murni juga belum dikerjakan. Dari hasil pembinaan kami, kurang lebih berapa ratus juta begitu, yang belum bisa dipertanggungjawabkan,’’ ujar dia, beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut, dia menyatakan, Kades Kalirejo sudah diberi surat peringatan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat hingga dua kali. Setelah itu, surat peringatan akan dikeluarkan oleh Bupati Grobogan.

’’Dari BPD, sudah memberikan teguran (surat peringatan, red) satu dan dua. Berikutnya ada teguran Bupati. Apabila tidak bisa menyelesaikan, akan dilakukan pemberhentian sementara,’’ lanjutnya.

Haryono mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak kecamatan, namun yang bersangkutan memang susah dihubungi. Meski begitu, dia memastikan pelayanan di desa masih tetap berjalan.

’’Kita komunikasi dengan Pak Camat, katanya yang bersangkutan di desa, tapi sulit untuk dihubungi. Pelayanan masih jalan, kami harapkan pelayanan itu bisa dilaksanakan oleh sekdes,’’ paparnya.

Selain itu, juga sudah ada surat pernyataan untuk menyelesaikan. Dengan rentang waktu satu bulan. Tetapi tenggang waktu itu sudah lewat, namun kegiatan juga belum dilakukan.

Kini, proses hukum atas dugaan itu pun tengah berjalan di kepolisian. Namun, hingga kini ada kabar kepastian kejelasan, namun beredar informasi terakhir si Kades masuk RSJ (Rumah Sakit Jiwa). 

Kabar itu diperkuat dan diungkapkan oleh sesama rekannya yaitu Kepala Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Sareh Joko Prasetyo, Sabtu (11/2/2023). Sareh menyebut, sudah sepekan belakangan ini sang kades masuk RSJ di Semarang.

’’Sudah seminggu ini. Iya, RSJ-nya di Semarang. Dia ke rumah saya pagi-pagi, tapi tidak ketemu saya. Siangnya itu katanya di rumah jalan-jalan sendiri. Akhirnya keluarganya membawa dia ke RSJ Semarang,’’ ungkapnya.

Sepengetahuan dia, Teguh kesehariannya baik-baik saja. Bersama teman-teman sesama kepala desa juga selalu berkumpul. Hanya saja, akhir-akhir ini yang bersangkutan memiliki utang yang sangat banyak.

Sementara sang kades di RSJ, Sareh menyebut keseharian pemerintahan Kalirejo kemungkinan dipimpin sekdes setempat. Itu terlihat pada saat Musrenbang kecamatan baru-baru ini, sekdes lah yang diberi instruksi Dispermades. (Awi/Tim) 

TAG:
#kasus
#kades
#kalirejo
#grobogan
Berita Terkait
Terlibat Kasus Dugaan TPPU Milik Nasabah, Bos KSP GMG Kudus di Tangkap Polda Jateng
Terlibat Kasus Dugaan TPPU Milik Nasabah, Bos KSP GMG Kudus di Tangkap Polda Jateng
Terlibat Kasus Dugaan TPPU Milik Nasabah, Bos KSP GMG Kudus di Tangkap Polda Jateng
Terlibat Kasus Dugaan TPPU Milik Nasabah, Bos KSP GMG Kudus di Tangkap Polda Jateng
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
DPU Kabupaten Sukabumi Genjot Rehabilitasi Jaringan Irigasi Citepus, Perkuat Pasokan Air untuk Pertanian
DPU Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Kualitas Ruas Jalan Jaksa Agung R. Suprapto di Palabuhanratu
DPU Kabupaten Sukabumi Mulai Tangani Ruas Jalan Singpangkaret–Pasirmalang, Perkuat Konektivitas Wilayah Surade
Kebakaran Lahan Ancam Aset Dinas PU Sukabumi, Respons Cepat Damkar Cegah Api Merembet ke Ruang Genset
Sempat dilaporkan diculik, ini profil Atlet Golf Jesslyn Wijaya 
Indeks Berita