Gegara Serobot Antrean BBM, Sopir Angkot Tewas Ditembak 

Gegara Serobot Antrean BBM, Sopir Angkot Tewas Ditembak 
Foto: Keributan di SPBU Limau Sembawa, Banyuasin diduga memicu penembakan sopir angkot, Selasa (21/10/2025). (Dok. Istimewa)
HUKUM
Rabu, 22 Okt 2025  15:27

Suasana antrean bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Banyuasin, Sumatera Selatan, berubah mencekam ketika pertengkaran kecil berujung pada tragedi berdarah.

Seorang sopir angkot bernama Oberta Parjiman alias Obi (35) tewas tertembak, sementara rekannya mengalami luka serius akibat insiden yang diduga dipicu oleh serobot antrean BBM.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa (21/10/2025) sore ini sontak menggegerkan warga dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak yang tak percaya bahwa urusan sepele seperti antrean bahan bakar bisa menelan korban jiwa.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut kronologi lengkap insiden yang menimpa sopir angkot tersebut.

Awal Kejadian: Cekcok di SPBU

Insiden ini bermula di SPBU Limau Sembawa, Kecamatan Banyuasin III, pada Selasa (21/10/2025) sore.

Berdasarkan keterangan polisi, mobil angkot berwarna hijau dengan nomor polisi BG 1447 AQ dan mobil Toyota Innova Reborn hitam bernomor BG 1719 tengah mengantre untuk mengisi BBM.

Namun, suasana memanas ketika kedua pengemudi saling tidak mau mengalah dalam antrean.

Pertengkaran pun tak terhindarkan. Meski sempat dilerai oleh warga sekitar, ketegangan antara kedua pihak ternyata belum berakhir.

Rekaman CCTV memperlihatkan suasana di SPBU sempat kacau akibat perdebatan tersebut.

Kejar-kejaran di Jalan Lintas Timur

Sekitar satu jam setelah insiden di SPBU, konflik kembali pecah di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung Km 41, tepatnya di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III.

Mobil Innova hitam yang berisi tiga orang pelaku terlihat mengejar angkot korban. Aksi kejar-kejaran itu menarik perhatian warga yang melintas di jalan utama tersebut.

Begitu kendaraan berhenti di tepi jalan, situasi semakin memanas. Kedua pihak kembali terlibat adu mulut hingga akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan. Salah satu korban, M Dwi Yulianto (27), dikeroyok oleh tiga pelaku.

Aksi Penembakan Terjadi

Melihat rekannya diserang, Oberta Parjiman alias Obi (35) yang juga seorang sopir angkot, berusaha melerai.

Namun salah satu pelaku justru kembali ke mobil, mengambil senjata api berwarna hitam, dan menembakkan peluru ke arah Obi. Terdengar tiga kali letusan senjata api yang membuat warga sekitar panik.

Obi tewas di lokasi dengan dua luka tembak di bagian perut dan paha. Sementara rekannya, Dwi Yulianto, mengalami luka tembak di perut dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Nyawa Obi tak dapat diselamatkan akibat luka serius di organ vital, sementara Dwi kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin.

Pelaku Berhasil Diamankan

Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah insiden tersebut.

Berdasarkan penyelidikan dan bukti CCTV, ketiga pelaku berhasil ditangkap kurang dari 12 jam setelah kejadian.

"Ketiganya diamankan tanpa perlawanan di rumah masing-masing di Desa Regan Agung. Saat ini mereka telah ditahan di Polres Banyuasin untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ruri kepada wartawan.

Polisi juga menyita senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak korban. Kasus ini kini masih dalam tahap pendalaman untuk memastikan motif dan asal senjata yang digunakan.

TAG:
#penembakan
#pembunuhan
#banyuasin
#sumsel
Berita Terkait
Habib Bahar Dikabarkan Ditembak OTK, Alami Luka di Perut
Habib Bahar Dikabarkan Ditembak OTK, Alami Luka di Perut
Habib Bahar Dikabarkan Ditembak OTK, Alami Luka di Perut
Habib Bahar Dikabarkan Ditembak OTK, Alami Luka di Perut
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita