Ada Yang Unik Namun Lucu di Balik Pilkades Serentak Klaten, Salah Satu Cakades Ini Tampil di Panggung Memakai Kostum Gatotkaca

Ada Yang Unik Namun Lucu di Balik Pilkades Serentak Klaten, Salah Satu Cakades Ini Tampil di Panggung Memakai Kostum Gatotkaca
Foto: Salah satu cakades di Desa Taji, Prambanan, Klaten, tampil nyentrik saat manggung di tempat pemungutan suara Pilkades setempat dengan memakai kostum Gatotkaca. (Dok)
SOLO RAYA
Rabu, 12 Jul 2023  09:49

KLATEN — Menjadi sorotan yang unik konyol namun juga lucu, bahkan banyak menarik perhatian banyak orang. Hal ini dimana salah seorang calon kepala desa atau cakades yang bertarung di Pilkades Serentak Kabupaten Klaten, tepatnya yakni Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini justru tampil nyeleneh berkostum lain dari yang lain, dimana saat manggung di lokasi pencoblosan, Rabu lalu memakai kostum salah satu tokoh pewayangan bernama Gatotkaca. 

Proses pencoblosan berjalan kondusif dan sesuai aturan, kemudian para cakades juga wajib hadir di tempat pemungutan suara (TPS) lalu duduk tertib di tempat yang sudah disediakan oleh para panitia hingga sampai pemungutan suara selesai.

Data yang dihimpun, terkait Pilkades serentak di Klaten itu telah diikuti total 181 oleh para cakades. Sementara, jumlah total pemilih di 67 desa itu mencapai 164.194 orang. Sebagai informasi, ada 67 desa di Klaten yang menggelar Pilkades serentak gelombang I tahun 2023,

Bupati Klaten, Sri Mulyani, sebelumnya juga sudah menghimbau agar para warga di desa yang menggelar Pilkades diminta untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing yang sudah ditunjuk guna memberikan hak pilih mereka.

Bupati Klaten juga mengingatkan berkali-kali kepada seluruh calon kepala desa (cakades) untuk senantiasa menjaga suasana yang kondusif di desa masing-masing, selanjutnya apapun hasilnya wajib dengan siap menerima apa pun hasil Pilkades baik menang atau pun kalahnya. 

“Untuk semua calon, seperti yang sudah saya instruksikan dalam deklarasi, bahwa yang nanti dinyatakan menang untuk wajib bersilaturahmi kepada calon yang kalah. Mereka yang menang harus merangkul, harus menjadi wong tuo..lah bagi warga di desanya,” katanya. 

Moment kali ini Bupati Mulyani tak ketinggalan menyuarakan yel-yel agar sebagai pengingat semua warganya, yakni ""Menang ora umuk, Kalah ora ngamuk, Kabeh dirangkul"". Lanjutnya, tentunya untuk tahapan sudah selesai tentunya besok yang dinyatakan menang harus langsung merangkul yang kalah dan menjaga suasana desa tetap aman dan kondusif serta yang kalah juga menerima dengan hati yang legowo. 

Seperti diketahui, untuk Pilkades yang digelar berada di dua wilayah yaitu Desa Taji dan Desa Brajan. 

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti mengungkapkan hal yang sama pula, selain himbauan dari Bupati Klaten juga membenarkan yaitu adanya dua desa yang menggelar pilkades di wilayahnya, yakni Desa Brajan dan Desa Taji.

Dalam Pilkades sendiri ada dua Cakades yang ada di Desa Brajan, kemudian untuk di Desa Taji terdapat empat Cakades. Laporan monitor dilapangan diketahui suasana Pilkades hingga sampai tahapan di penghitungan suara semua berjalan aman dan lancar tanpa adanya gejolak apapun. 

Disinggung soal salah satu penampilan Cakades yang unik berbusana wayang, Camat Puspo pun membenarkan terkait adanya salah satu Cakades di wilayahnya yakni tepatnya di Desa Taji, Prambanan. Saat digelar coblosan dalam panggung memang tampil mengenakan kostum tokoh pewayangan dikenal Gatotkaca.

"" Benar saya sempat kaget, Cakades yang lain mengenakan pakaian adat Jawa dan ada pula yang mengenakan setelan jas. Nah yang unik menggelitik Cakades satu ini, dia yang mengenakan baju Gatotkaca,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Camat Puspo, perihal pemilihan pakaian ataupun kostum dalam Pilkades itu merupakan inisiatif masing-masing dari para Cakades sendiri. Di sisi lain, dengan tampilnya salah satu cakades dengan kostum cukup unik itu membuat suasana Pilkades jadi tidak tegang dan berbau lucu. 

“Saya tanya ke panitia atau masyarakat ini juga untuk menunjukkan bahwa Taji memang banyak potensi kebudayaan,” imbuhnya. (tim/red) 

TAG:
#cakades
#unik
#prambanan
#klaten
Berita Terkait
Diduga Selewengkan Terkait Aset Desa, Kepala Desa Barukan Manisrenggo Klaten di Laporkan. Tembusan Mulai Inspektorat Sampai Bupati
Diduga Selewengkan Terkait Aset Desa, Kepala Desa Barukan Manisrenggo Klaten di Laporkan. Tembusan Mulai Inspektorat Sampai Bupati
Diduga Selewengkan Terkait Aset Desa, Kepala Desa Barukan Manisrenggo Klaten di Laporkan. Tembusan Mulai Inspektorat Sampai Bupati
Diduga Selewengkan Terkait Aset Desa, Kepala Desa Barukan Manisrenggo Klaten di Laporkan. Tembusan Mulai Inspektorat Sampai Bupati
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Ketua DPRD kota Pagaralam "HUT kota Pagaralam ke -25 ini bertemakan sinergitas untuk kemajuan yang lebih baik
Kronologi wanita Bandung disekap dan disiksa pacar selama 3 tahun
Polda Sumsel gelar gladi Ziarah Rombongan Hari Bhayangkara ke-80
EN-NCW Desak KPK Bongkar Gurita Korupsi Muara Enim, Jangan Berhenti di OTT Disdik
DPD Horas Bangso Batak (HBB) Sumsel Audiensi dan Silaturahmi dengan Dirintelkam Polda Sumsel
Indeks Berita