Mapolres Lumajang Diamuk Warga, Polisi Ungkap Fakta

Mapolres Lumajang Diamuk Warga, Polisi Ungkap Fakta
Foto: Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menjelaskan, tersangka bernama Rudi Hartono, warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang telah lama diburu polisi. Ia berhasil ditangkap pada Sabtu (11/10/2025).
HUKUM
Selasa, 14 Okt 2025  08:16

Kepolisian Resor (Polres) Lumajang akhirnya mengungkap kronologi dan fakta sebenarnya di balik kematian tersangka kasus pencurian hewan (curwan) yang sebelumnya memicu amarah warga hingga menyerang kantor Polres Lumajang, Minggu (12/10/2025) malam.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menjelaskan, tersangka bernama Rudi Hartono, warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang telah lama diburu polisi.

Ia berhasil ditangkap pada Sabtu (11/10/2025) setelah petugas mendeteksi keberadaannya di rumahnya.

Menurut Alex, Rudi sempat berusaha kabur dalam kondisi baru selesai mandi sambil membawa senjata tajam.

Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke area lahan tebu di sekitar permukiman warga.

“Tersangka melawan petugas saat hendak diamankan di lahan tebu. Oleh karena itu, kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar AKBP Alex dalam konferensi pers, Senin (13/10/2025).

Setelah diamankan, Rudi dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menyebutkan kondisinya sehat dan layak menjalani penyelidikan.

Namun, pada Minggu pagi, Rudi mengeluh mual dan tubuhnya melemah, hingga akhirnya meninggal dunia saat dalam perawatan.

Menanggapi dugaan kekerasan dari pihak keluarga, Alex memastikan tidak ditemukan unsur penganiayaan dalam penangkapan maupun penyelidikan.

Hal itu ditegaskan berdasarkan hasil autopsi oleh dr Deka Bagus Binarsa, dokter forensik RS Bhayangkara Lumajang.

“Dari hasil autopsi, ditemukan cairan kekuningan di lambung serta saluran pernapasan. Jadi penyebab kematian tersangka adalah asam lambung yang naik ke saluran napas. Luka lebam yang ditemukan bukan penyebab kematiannya,” jelas dr Deka.

AKBP Alex menambahkan, seluruh prosedur penangkapan dan pemeriksaan telah dijalankan sesuai standar operasional kepolisian.

Hasil autopsi resmi juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga melalui pemerintah desa setempat.

Polisi memastikan situasi di Lumajang kini berangsur kondusif, setelah sebelumnya sempat terjadi kericuhan akibat kesalahpahaman warga terkait kabar kematian tersangka.

TAG:
#lumajang
#polisi
#jatim
Berita Terkait
Marak Curanmor Milik Peserta KKN di Lumajang, 8 Kampus Tarik Mahasiswanya
Marak Curanmor Milik Peserta KKN di Lumajang, 8 Kampus Tarik Mahasiswanya
Marak Curanmor Milik Peserta KKN di Lumajang, 8 Kampus Tarik Mahasiswanya
Marak Curanmor Milik Peserta KKN di Lumajang, 8 Kampus Tarik Mahasiswanya
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Proyek Peningkatan Jalan Trans Sabbang Tallang Sae di Seko Disorot, Material Yang Digunakan Diduga Ilegal
Indeks Berita