Aksi Unjuk Rasa Tolak Perubahan PAM Jaya Jadi PT, Warga Miskin Kota Didepan Kantor DPRD DKI Jakarta

Aksi Unjuk Rasa Tolak Perubahan PAM Jaya Jadi PT, Warga Miskin Kota Didepan Kantor DPRD DKI Jakarta
 
BOGOR RAYA
Rabu, 10 Sep 2025  13:08

Bogor - Aliansinews id.
Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) menolak keras rencana perubahan status badan hukum PAM Jaya dari Perusahaan Umum Daerah atau Perumda menjadi Perseroan Terbatas (PT). 

Mereka khawatir kebijakan ini akan mengarah pada komersialisasi air bersih dan membuat tarifnya semakin mahal, yang pada akhirnya akan menyengsarakan warga miskin.

Koordinator JRMK, Minawati, mengatakan bahwa warga miskin kota akan menjadi pihak yang paling terdampak jika pengelolaan air bersih dialihkan ke entitas bisnis.

"Kenapa kami keberatan? Karena yang terdampak pasti kami, warga miskin kota. Sekarang saja secara tarif sudah mahal. Terus kualitas airnya juga kurang bagus," ujar Minawati kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, jika pengelolaan diserahkan kepada PT, konsekuensinya sudah jelas: air akan diperlakukan sebagai komoditas bisnis.

"Bagaimana kalau dikelola oleh PT? Pastinya akan dikomersialkan. Kami merasa keberatan," tegasnya.

Sebagai bentuk protes, JRMK telah melayangkan surat keberatan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta dan berencana menggelar aksi unjuk rasa pada hari Rabu.

Air adalah Hak Asasi, Bukan Barang Dagangan

Dalam surat keberatannya, JRMK menegaskan bahwa air adalah hak dasar manusia yang tidak tergantikan dan dilindungi oleh konstitusi.

"Kami menilai bahwa air adalah hak dan kebutuhan dasar manusia. Air bukan komoditas, air adalah hak asasi manusia. Harus dilindungi dan tidak dikomersialisasikan," kata Minawati.

Ia juga mengutip Pasal 33 UUD 1945 dan PP Nomor 54 Tahun 2017 yang dinilainya membatasi privatisasi BUMD pada sektor-sektor vital seperti air.

Selain menolak perubahan status PAM Jaya, JRMK juga menuntut adanya subsidi dari APBD untuk menggratiskan tarif air bagi keluarga yang penggunaannya di bawah 20 meter kubik per bulan.

Minawati menekankan bahwa jika tarif air naik, yang paling menderita adalah para ibu dan anak-anak di keluarga miskin yang harus mengatur pengeluaran sehari-hari.

(Yogi)

TAG:
#bogor raya
Berita Terkait
Sinergitas Polri Dengan Warga Wilayah Desa Binaan Giat Sambang Kamtibmas Warga/Tomas, Untuk Menjaga Harkamtibmas Wilayah
Sinergitas Polri Dengan Warga Wilayah Desa Binaan Giat Sambang Kamtibmas Warga/Tomas, Untuk Menjaga Harkamtibmas Wilayah
Sinergitas Polri Dengan Warga Wilayah Desa Binaan Giat Sambang Kamtibmas Warga/Tomas, Untuk Menjaga Harkamtibmas Wilayah
Sinergitas Polri Dengan Warga Wilayah Desa Binaan Giat Sambang Kamtibmas Warga/Tomas, Untuk Menjaga Harkamtibmas Wilayah
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
2 tersangka kasus narkoba di Polres Ngawi dinikahkan
Boros Rp1 T per bulan, BGN evaluasi insentif SPPG Rp6 Juta per hari
Sadis! Pelajar SMA di Luwu Timur bunuh gadis tetangga gegara cinta tak sampai
Viral TNI hadang massa demo mahasiswa, ini kata Kapuspen
Hendak terbang dengan jet pribadi, penyelundup narkoba buronan Interpol ditangkap di bandara Bali
Indeks Berita