Polisi Gagalkan TTPO Anak di Bawah Umur yang akan Dikirim ke Malaysia

Polisi Gagalkan TTPO Anak di Bawah Umur yang akan Dikirim ke Malaysia
Foto: Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Serangbaru berhasil menggagalkan upaya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur.
PPA & TPPO
Selasa, 16 Sep 2025  22:44

Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Serangbaru berhasil menggagalkan upaya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur.  

Mereka diduga hendak diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja di salon kecantikan dengan iming-iming gaji Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Agta Bhuana Putra mengungkapkan kasus ini berawal dari laporan orang tua korban yang menyebut anak mereka meninggalkan rumah tanpa izin.

Kemudian pihaknya bergerak cepat melakukan pengejaran setelah mendapat informasi para anak di bawah umur itu dibawa menuju wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

“Alhamdulillah anak-anak tersebut bisa kami amankan di Grobogan sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Pada malam harinya langsung dipulangkan ke Bekasi dan tiba pukul 08.00 WIB. Kami juga sudah mengamankan pihak yang menampung di Grobogan serta pihak travel yang mengantar dari Bekasi,” ujar Agta saat konferensi pers di lobi Polres Metro Bekasi, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, korban berjumlah tiga orang dengan usia antara 12 hingga 17 tahun. Mereka direkrut melalui media sosial tanpa sepengetahuan orang tua.

Para pelaku menjanjikan pekerjaan di salon kecantikan di Malaysia dengan gaji besar.

Polisi menduga ada sindikat perdagangan manusia yang menargetkan anak-anak di bawah umur dengan modus penawaran kerja ke luar negeri dengan gaji yang cukup besar.

Salah satu orang tua korban, Aan Julianto (45), menyampaikan apresiasi kepada kepolisian.

“Saya sangat berterima kasih atas kerja cepat Polres Bekasi, khususnya unit PPA. Anak saya bisa terselamatkan dari perdagangan manusia. Tadi juga sudah diberikan pendampingan, makan, dan konseling sehingga anak saya merasa lebih tenang meski sempat trauma,” ungkapnya.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Kasus ini juga dijadikan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bujuk rayu pekerjaan luar negeri, terutama bagi anak di bawah umur.

TAG:
#traficking
#pmi
#malaysia
#polri
#bekasi
Berita Terkait
Kemnaker Gagalkan Penempatan Pekerja Migran Ilegal ke Saudi
Kemnaker Gagalkan Penempatan Pekerja Migran Ilegal ke Saudi
Kemnaker Gagalkan Penempatan Pekerja Migran Ilegal ke Saudi
Kemnaker Gagalkan Penempatan Pekerja Migran Ilegal ke Saudi
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Rotasi Kapolda Kalbar Dpp lsm Maung Ucapkan Terima Kasih Kepada Irjen Pipit Rismanto, Sambut Pemimpin Baru 
Harga Ikan di Pasar Cibaraja Stabil, Dinas Perikanan Sukabumi Pastikan Pasokan Aman
Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Dukung Suksesnya (Musabaqah Tiwatil Qur'an) MTQ XLVII Tahun 2026
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 03 Mei 2026
Indeks Berita