Sekaa Kertih Resmi Dibentuk, Warga Dusun Tihingan Siap Hadapi Perubahan Iklim Bersama PPK Ormawa HMTL Unud, Bali

Sekaa Kertih Resmi Dibentuk, Warga Dusun Tihingan Siap Hadapi Perubahan Iklim Bersama PPK Ormawa HMTL Unud, Bali
 
BALI
Jumat, 08 Agu 2025  10:03

Klungkung, 6 Agustus 2025 — Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Udayana secara resmi membentuk dan memperkenalkan kepengurusan` kelompok masyarakat “Sekaa Kertih Dusun Tihingan”. Program PPK Ormawa merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memberdayakan mahasiswa melalui pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.

Kegiatan pembentukkan dan perkenalan dilaksanakan dalam sosialisasi yang digelar di Balai Desa Adat Tihingan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 84 partisipan yang terdiri dari masyarakat Dusun Tihingan, tim pelaksana PPK Ormawa HMTL, perwakilan organisasi mahasiswa HMTL Unud, serta pihak akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Udayana.

Hadir pula I Gusti Ketut Sukadana, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan III Fakultas Teknik, yang hadir sebagai perpanjangan tangan Rektor Universitas Udayana.

Kehadiran pihak kampus dalam kegiatan ini memperkuat komitmen kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis lingkungan.

Pembentukan “Sekaa Kertih Dusun Tihingan” menjadi langkah awal dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Sekaa Kertih akan menjadi mitra utama dalam implementasi berbagai program kerja yang dirancang oleh tim PPK Ormawa HMTL.

Struktur kepengurusan Sekaa Kertih melibatkan partisipasi aktif warga lokal yang nantinya akan menjalankan program-program secara mandiri dan berkelanjutan setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.

Dalam sesi utama kegiatan, tim PPK Ormawa HMTL memaparkan enam program kerja unggulan yang berfokus pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Program-program ini mencakup pengelolaan sampah organik dan anorganik, pemanenan air hujan, dan pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Salah satu program yang mendapat respons paling positif dari masyarakat adalah Rebrick–sebuah inovasi pembuatan briket berbahan dasar limbah organik, khususnya limbah canang yang melimpah di kawasan dusun.

Briket ini dirancang menjadi alternatif bahan bakar ramah lingkungan yang dapat menggantikan arang kayu, yang selama ini digunakan dalam proses pembuatan gamelan, salah satu komoditas unggulan dan mata pencaharian utama masyarakat Dusun Tihingan.

“Kami antusias dengan program Rebrick karena bisa mengubah limbah canang yang melimpah disini menjadi bahan bakar,” ujar I Made Raka, salah satu pengrajin gamelan.

Bendesa adat Tihingan, Gede Pandiyasa juga menuturkan,”Rebrick menjadi yang paling menarik kami karena jika bisa menghasilkan kualitas yang mirip seperti arang maka bisa menjadi alternatif bahan bakar dalam pembuatan gamelan yang lebih ramah lingkungan.”

Masyarakat menyambut baik inovasi ini karena tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang efisiensi ekonomi bagi para perajin gamelan.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap arang kayu, penggunaan briket Rebrick juga diharapkan dapat mengurangi limbah upacara yang seringkali tidak terkelola dengan baik.

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan akademisi, di mana warga diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, harapan, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Interaksi ini memperkuat pendekatan partisipatif yang menjadi landasan pelaksanaan program PPK Ormawa.

Salah satu isu yang turut dibahas dalam kegiatan tersebut adalah sulitnya penerapan teba modern (sumur komposter berdiameter besar di halaman rumah) di lingkungan rumah warga, yang disebabkan oleh keterbatasan lahan dan besarnya biaya pembangunan.

Menanggapi hal ini, tim PPK Ormawa HMTL Unud menawarkan solusi alternatif melalui program Biocare, yaitu pembuatan lubang biopori sederhana (lubang resapan yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah) menggunakan pipa PVC berdiameter 4 dim yang dilubangi dan ditutup dengan dop (penutup biopori).

Solusi ini dinilai lebih praktis karena membutuhkan lahan yang minim dan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan teba modern. Untuk hasil yang efektif, setiap kepala keluarga disarankan memasang 3 hingga 4 unit biopori di pekarangan rumah.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sesuai dengan keterbatasan ruang yang ada di wilayah Dusun Tihingan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Tim PPK Ormawa HMTL berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi isu-isu lingkungan, sekaligus menciptakan model kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Pembentukan Sekaa Kertih menjadi simbol sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal dalam menjawab tantangan perubahan iklim di tingkat akar rumput.

Program PPK Ormawa ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 bulan ke depan, dengan pendampingan intensif dari tim pelaksana serta dukungan penuh dari ormawa, mitra utama yaitu Bali Wastu Lestari, dan Perguruan Tinggi.

Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadi salah satu percontohan praktik baik pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok masyarakat.

TAG:
#ormawa html unud
#udayana
#bali
Berita Terkait
Pencabul Anak Tewas Dikeroyok Sesama Tahanan di Bali
Pencabul Anak Tewas Dikeroyok Sesama Tahanan di Bali
Pencabul Anak Tewas Dikeroyok Sesama Tahanan di Bali
Pencabul Anak Tewas Dikeroyok Sesama Tahanan di Bali
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Indeks Berita