Winda Lorenza, istri mantan polisi yang tewas mengenaskan diduga saksi korupsi Bea Cukai

Winda Lorenza, istri mantan polisi yang tewas mengenaskan diduga saksi korupsi Bea Cukai
Foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan Polda Sumut dan Polrestabes Medan.
HUKUM
Rabu, 12 Agu 2026  00:01

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri identitas Winda Lorenza, mantan istri anggota Polri yang ditemukan tewas.

KPK masih memastikan apakah Winda Lorenza merupakan sosok yang sama dengan saksi yang pernah dipanggil dalam perkara dugaan tindak pidana importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Diketahui, KPK sebelumnya pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi bernama Windah Lorenza Gowasa pada 9 April lalu.

Pemeriksaan tersebut dijadwalkan dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait importasi barang di lingkungan DJBC.

"Yang pertama sekali lagi kami sampaikan kami belum bisa memastikan secara persis apakah ini orang yang sama ya dengan pihak yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara di Bea dan Cukai," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Budi mengatakan KPK masih membuka kemungkinan untuk mengonfirmasi identitas tersebut kepada Orlando Hamonangan, Aparatur Sipil Negara (ASN) DJBC yang turut menjadi tersangka dalam perkara tersebut.

Menurut Budi, pendalaman terkait identitas Winda Loreza juga dapat dilakukan untuk mendukung proses pembuktian sekaligus penelusuran aset dalam perkara tersebut.

"Semua upaya tentu terbuka kemungkinan untuk dilakukan oleh KPK baik untuk proses pembuktian maupun dalam rangka pelacakan dan penelusuran aset karena memang dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi tidak hanya berfokus pada pemberian efek jera pada para pelaku tapi bagaimana juga kita bisa secara optimal melakukan pengembalian keuangan kepada negara," pungkasnya.

Sebuah ruang rapat tertutup di Gedung DPR RI, Jakarta, hening selama dua jam. Di dalam ruangan itu, nasib misteri kematian Winda Lorenza Gowasa dibedah.

Mantan istri anggota Polri di Medan, Sumatra Utara, itu ditemukan terbujur kaku dengan luka tembak di kepalanya pada 2 Agustus 2026.

Kini, setelah seminggu berlalu, teka-teki peluru yang menembus kepala Winda bergulir ke meja wakil rakyat. Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) darurat bersama kepolisian dan keluarga korban, Selasa (11/8/2026).

Rapat sengaja digelar senyap. Penyidikan yang super sensitif dan badai duka yang masih menggelayuti keluarga korban menjadi alasannya.

"Kita memutuskan rapat tertutup karena memang masih proses penyidikan, sangat sensitif, dan menghormati perasaan keluarga korban sampai nanti pada waktunya kita bukakan," ujar Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, usai rapat.

DPR menegaskan tidak akan mengintervensi hukum. Namun, mereka memasang barikade agar Polrestabes Medan mengusut tuntas kematian Winda secara profesional, objektif, dan akuntabel demi rasa keadilan yang nyata.

TAG:
#winda lorenza
#medan
#sumut
#dpr ri
#kpk
Berita Terkait
Prarekonstruksi siswi bunuh ibu kandung di Medan diwarnai 43 adegan
Prarekonstruksi siswi bunuh ibu kandung di Medan diwarnai 43 adegan
Prarekonstruksi siswi bunuh ibu kandung di Medan diwarnai 43 adegan
Prarekonstruksi siswi bunuh ibu kandung di Medan diwarnai 43 adegan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tugas TNI jaga pertahanan, tidak boleh ambil alih keamanan dan ketertiban
Sudah Masuk Pertengahan Agustus 2026, MAUNG & RAJAWALI: Di Mana RUU Perampasan Aset Yang Dijanjikan 
Rudy Tanoe dicecar KPK terkait pemangkasan bansos beras
Lagi-lagi penghinaan wartawan, anggota DPR RI Benny Harman Demokrat lontarkan 'Otak kamu ada gak'
Tabrak lari tewaskan polisi di Bandung, tersangka mahasiswa semobil dengan 2 anggota TNI
Indeks Berita