Di Cilacap, kakak beradik jadi tersangka pembunuhan seorang pengacara

Misteri kematian Aris Munadi, seorang pengacara asal Purwokerto yang jasadnya ditemukan terkubur di hutan, akhirnya terungkap.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Cilacap, Jawa Tengah, resmi menetapkan dua orang tersangka yang merupakan kakak beradik.
Kedua tersangka adalah S alias Sayudi (43) dan adiknya, J alias Juwanto (33). Keduanya merupakan warga Jeruklegi, Cilacap.
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi yang mengetahui keberadaan korban sebelum ditemukan tewas.
Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku memiliki peran yang berbeda. Tersangka S berperan sebagai eksekutor utama yang menghabisi nyawa korban.
Sementara itu, sang adik, J, berperan membantu kakaknya untuk membuang dan menguburkan jasad korban guna menghilangkan jejak.
Kronologi bermula saat tersangka S membawa korban ke sebuah tempat pemakaman umum di wilayah Jeruklegi.
Di lokasi tersebut, S menghabisi nyawa korban. Setelah korban tak bernyawa, kedua pelaku membawa jasadnya menggunakan mobil menuju kawasan hutan jati di Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, untuk dikuburkan.
Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono menjelaskan, kedua tersangka telah menyiapkan beberapa lokasi sebelum aksi pembunuhan terjadi.
"Jadi ada beberapa yang sudah disiapkan oleh tersangka, ada tujuh lokasi. Untuk lokasi eksekusinya di Jeruklegi. Untuk tempat membuang jasad korban di Alas kubang Kakung," kata Budi Adhy, Sabtu (13/12/2025).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif pasti di balik pembunuhan sadis tersebut.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah tersangka seiring berjalannya penyidikan.
Sebelumnya diberitakan, Aris Munadi ditemukan tewas di dalam hutan Kubangkangkung, Cilacap, pada Rabu (10/12/2025) malam.
Jasad pengacara tersebut ditemukan terkubur sedalam satu meter. Penemuan ini mengakhiri pencarian korban yang sebelumnya dilaporkan hilang selama lebih dari dua pekan.











