Remaja tewas tertembak di Makassar, pos polisi dan motor Bhabinkamtibmas dibakar

Situasi pascatawuran antarkelompok di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memanas setelah satu pos mitigasi polisi dan sepeda motor milik anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala dibakar, Minggu (27/9/2026).
Insiden itu terjadi setelah beredar informasi mengenai seorang remaja yang meninggal dunia dan diduga terkena tembakan saat polisi membubarkan tawuran antara kelompok warga dari Kecamatan Tallo dan Bontoala.
Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Samad mengatakan polisi awalnya menerima informasi adanya korban meninggal akibat bentrokan antarkelompok.
"Awalnya kami dapat informasi bahwa ada orang meninggal akibat perang kelompok. Korbannya dibawa ke rumah sakit Angkatan Laut. Setelah kami cek, korban betul ada," kata Abdul Samad di lokasi.
Tak lama kemudian, personel yang berjaga di pos mitigasi di Jalan Kandea Tiga, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, melaporkan adanya pelemparan dari arah kelompok warga Kecamatan Tallo.
Menurut Abdul Samad, informasi tersebut diterima sekitar pukul 04.00 Wita. Ia kemudian meminta personel lain segera menuju lokasi.
"Kurang lebih 5 menit, kami dihubungi anggota yang piket di pos mitigasi bahwa pos dilempar oleh anak-anak atau warga dari Tallo. Setelah itu, kami informasikan di grup supaya anggota segera merapat ke posko," ujarnya.
Saat petugas tiba, situasi dinilai belum kondusif karena jumlah massa lebih banyak dibandingkan personel yang berada di lokasi.
Abdul Samad mengatakan polisi sempat menahan diri untuk tidak maju karena khawatir situasi semakin memburuk.
"Kami lewat belakang dan remaja-remaja atau masyarakat sudah melempar ke arah pos. Namun, kami tidak berani maju karena lebih banyak mereka daripada kami," katanya.
Sekitar setengah jam kemudian, petugas melihat asap muncul dari pos mitigasi. Polisi kemudian berupaya memastikan keselamatan personel yang berada di dalam sekaligus memadamkan api.
"Kemudian selang sekitar setengah jam, kami melihat asap di pos. Kami telepon anggota yang ada di dalam pos karena khawatir jangan sampai anggota juga ikut terbakar," ujar Abdul Samad.
Api kemudian diketahui menghanguskan pos mitigasi serta satu unit sepeda motor milik anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala.
Tim forensik Polrestabes Makassar telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki peristiwa tersebut.
Polisi juga masih mendalami penyebab awal tawuran serta rangkaian kejadian yang berujung pembakaran fasilitas kepolisian.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, aparat meningkatkan penjagaan di sekitar lokasi. "Iya, sementara kami akan berjaga-jaga, mengantisipasi jangan sampai ada serangan lagi dari warga sebelah," kata Abdul Samad.












